Dengan adanya bantuan DAK yang diperoleh SDN Sudirman IV, mendapat respon yang baik dari kepala SDN Sudirman IV. Dana tersebut dialokasikan guna pembangunan gedung perpustakaan. “Semenjak berdirinya sekolah ini (1976), kami belum pernah memiliki perpustakaan umum,” tutur H. M. Ridwan Pangile, Kepala SDN Sudirman IV.
Tidak adanya perpustakaan umum sebagai tempat taman baca siswa, membuat Ridwan termotivasi dan mencari jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan siswa yang butuh akan ruang baca atau taman bacaan. Sehingga, dengan mendapatkan alokasi DAK sebesar 90 juta rupiah, ia pakai guna membangun perpustakaan. “Dengan adanya perpustakaan, siswa tidak akan lagi membaca di ruangan terbuka atau dibawah pohon,” ujar Ridwan.
Pembangunan gedung perpustakaan tersebut direncanakan mulai 15 Oktober. Akan tetapi perealisasiannya baru dimulai 10 November dan target penyelesaian gedung perpustakaan tersebut pada 13 Desember. “Kami terlambat mulainya karena terkendala dari kontrak-kontrak perusahaan yang akan membangun gudung ini. Karena gedung ini ditenderkan terlebih dahulu. Tapi kami optimis dengan volume kerja yang demikian kita bisa kurang dari target awal,” ujar Ridwan
“Dengan adanya perpustakaan nanti, Saya akan menjadikannya betul-betul sebagai taman bacaan dengan suasana yang sejuk, sehingga dapat menimbulkan minat baca dan evektifitas belajar anak,” ungkap Ridwan.
Selain pembangunan gedung perpustakaan, rupanya SDN Sudirman IV memasang pendingin ruangan (AC) di setiap kelasnya, menurut kepala sekolah SDN sudirman IV pemasangan pendingin ruangan tersebut merupakan sumbangan sukarela dari orang tua siswa. “Mungkin orang tua siswa tidak tega melihat anaknya belajar dengan bercucuran keringat, sehingga terinspirasi untuk menambahkan alat tersebut ke ruangan, malahan ada orang tua siswa yang membiayai 100 persen alat pendingin ruangan untuk satu kelasnya. Kami dari pihak sekolah tidak mencampurinya, akan tetapi hanya memotivasi dan mendukung saja,” tuturnya.
Selain menjadi pilar pendidikan di Kota Makassar, menurut ridwan Pangile, SDN Sudirman IV masih perlu melengkapi sarana dan prasarana. “Melihat bangunan fisik memang bagus, kualitas perlu adanya pengembangan dan penambahan, maklumlah karena sekolah ini sudah lama berdiri, yang perlu dilengkapi yakni bangunan untuk ruang belajar,” ujarnya.
SDN Sudirman IV sekarang ini mempunyai 7 ruang belajar dengan 12 rombongan belajar, yang membuat sekolah ini dibagi menjadi 2 gelombang yakni belajar pagi dan siang. Dengan dibantu oleh 9 guru PNS dan 9 guru honorer, satu bujang honorer, satu satpam honorer dan satu orang staf honorer, SDN Sudirman IV telah mempersiapkan siswanya untuk menghadapi UN dengan menggalakan Try out dan privat gratis.
Selain itu, Ridwan Pangile juga berharap kepada staff yang ada di sekolah tersebut agar memanfaatkan bangunan aula yang dianggap mubazir dalam pembangunannya. “Bangunan itu kan bisa dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan, pusat olahraga, pusat kesenian, atau pusat ekstrakuler. Akan tetapi lebih tepat bila digunakan sebagai tempat pertemuan,” tutupnya
Selengkapnya...
Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk. Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare. ~ Japanese Proverb
Kamis, 02 Desember 2010
Bangun perpustakaan
SMAN 2 Tinggimoncong unggul dalam Macca Expo
Perhelatan perlombaan dengan memakai bahasa inggris tingkat Sulawesi selatan dan barat yang dilakansanakan oleh Macca telah usai pada 28 november, dari 13 jenis lomba yang diadakan SMAN 2 tinggimoncong mengambil sebagian juara pertamanya, seperti lomba desain grafis, story telling, Mathematic match tingkat SMA dan Asah Kreativitas kimia.
Kegiatan ini dilaksanakan di aula Al-Markas Maros untuk pembukaan dan untuk lombanya bertempat di wisma tani Maros. Kegiatan ini diperuntukan untuk siswa SD, SMP dan SMA.
Dalam pelaksanaan English debate yang dilaksanakan pada 23 november, mengacu terhadap peraturan sistem Australian Parliamentary. Sedangkan, sistem penilaiannya berdasarkan metode sistem margin. Selain itu, dewan juri dalam kegiatan ini juga berhak untik menentukan the best speaker.
Pelaksanaan lomba Speech English berlangsung pada 24 november. Mekanisme kegiatan ini, peserta diberikan 3 tema yang dipilih salah satunya. Tema yang diberikan oleh panitia yakni the natural disaster in Indonesia, the educational system in Indonesia, dan the importance of English. Selain itu, penilaian yang diambil dari dewan juri yakni sistematika pidato, gesture/body language, pronounciation dan fluency. Perlombaan ini dibagi menjadi 2 tingkat yang diantaranya tingkat SMP dan tingkat SMA. Pemenang dari perlombaan ini untuk tingkat SMP diraih oleh Daffa Haykal Hidro Satria, sedangkan untuk tingkat SMA diraih oleh M Nurul Haq.
Super English merupakan salah satu lomba yang dilaksanakan dalam event Macca Expo, perlombaan ini diperuntukan untuk tingkat SD dan SMP. Untuk tingkat SD pelaksanaannya terdiri dari 4 babak, antara lain babak pertama yakni yel-yel; babak kedua, amazing race; babak ketiga, guess word; dan babak keempat, fast and fun. Sedangkan untuk tingkat SMP terdiri dari 3 babak, dimana babak pertama memperlombakan yel-yel; babak kedua, penyisihan; dan babak final. Untuk yel-yel setiap peserta baik tingkat SD maupun SMP diberikan waktu selama 2 menit. Babak fast and fun untuk tingkat SD merupakan lomba cerdas cermat. Untuk kegiatan ini, anak asuhan Bertha buntu, S.Pd dan Andi Masdiana S.S, dari SMPN 2 Maros, berhasil keluar sebagai juara.
Untuk perlombaan Mathematic Balloon, dibagi menjadi 2 babak yakni babak penyisihan dan babak final. Dalam babak penyisihan disaring sekitar 8-10 peserta yang langsung masuk dalam final. Dalam babak final, peserta memilih balon lalu menusuknya, disetiap balon terdapat soal-soal yang harus dijawab oleh peserta.
Dalam Story Telling, dilakukan oleh tim yang terdiri dari 3 orang, waktu yang diberikan panitia dalam mementaskan drama maksimal 15 menit. Selain itu, kriteria penilaian dalam perlombaan ini yakni gesture yang terdiri dari mimik, vokal, body language, dan penghayatan; Pronounciation seperti grammar dan fluently; Penyampaian cerita yang diantaranya runtut, tepat waktu, unik dan moral value; serta kostum yang diantaranya unik, lengkap dan sesuai dengan cerita yang dibawakan. Dalam pementasan drama ini, drama yang dibawakan oleh SMAN 2 Tinggimoncong melalui dramanya yang berjudul snoweat lost in india berhasil memikat perhatian dewan juri sehingga keluar sebagai juara dalam perlombaan ini.
Asah kreativitas kimia terdiri dari tiga tahap, dimana tahap pertama dilakukan penyisihan, tahap kedua eksperiment dan yang terakhir yakni babak pertayaan rebutan seputar kimia. Dalam tahap eksperimen peserta diberikan waktu selama 10-15 menit untuk menampilkan kreativitasnya. Penilaian dalam tahap eksperiment ini terdiri dari eksperiment dengan bahan yang ramah lingkungan, imajinatif, kreatif, dan spektakuler. SMAN 2 tinggimoncong dengan kreasinya membuat baterai alam dari garam, berhasil keluar menjuarai perlombaan ini.
Salah satu perlombaan yang menguras otak kembali yakni mathematic match, untuk perlombaan ini dibagi menjadi 3 babak yang diantaranya babak penyisihan, babak semifinal dan babak final, dalam babak final peserta mengikuti 3 penilaian, antara lain soal wajib, bursa soal dan cepat tepat. (JFR)
Selengkapnya...
Mengenal sejak lahir
M. Nurul Haq, merupakan seorang pelajar yang semenjak lahir telah mengenal bahasa inggris, pasalnya siswa satu ini, masih mempunyai keturunan luar negeri, dimana garis keturunan ayahnya masih mempunyai darah Saudi Arabia, sedangkan ibunya masih mempunyai garis keturunan Australia. Selain belajar dari orang tua, ia juga belajar dari tempat bimbingan belajar bahasa inggris dan les privat.
Menurut remaja yang ingin melanjutkan studynya di jurusan Hubungan internasional ini, pelajar zaman sekarang dituntut untuk bisa memakai bahasa inggris. “Pada era globalisasi ini, kita dituntut untuk menguasai bahasa yang dipakai secara internasional yakni bahasa inggris. Bahasa inggris itu harus dikuasai oleh seorang pelajar untuk kedepannya,” tutur remaja yang akrab di sapa Haq.
Jalani hidup dengan langkah pasti merupakan prinsip hidup dari remaja yang mempunyai motto for me past is a history and future is a mystery. “belajar bahasa inggris menunjang dengan hoby dan cita –cita saya. Karena hoby saya menonton film barat, sedangkan cita-cita saya ingin membuka agen travelling,” aku remaja yang duduk di kelas XII Bahasa.
“Kendala yang saya hadapi dalam berbicara bahasa inggris yakni lingkungan yang kurang mendukung untuk digalakan bahasa inggris, karena belajar bahasa inggris harus dilakukan pengulangan, sementara itu kebanyakan di lingkungan saya memakai bahasa Indonesia, jadi saya yang harus belajar sendiri,” ungkap remaja yang mempersiapkan materinya selama 1 minggu. (JFR)
Selengkapnya...
Dapat membantu teman
Desain grafis merupakan salah satu kegiatan seni yang memerlukan kreatifitas dan daya khayal serta imajinasi yang tinggi. Dengan menekuni desain grafis membuat Syamsul Irfan S, siswa XII IPA 3 SMAN 2 Tinggimoncong, menjadi juara dalam Macca expo bidang lomba desain grafis. “Dengan desain grafis juga saya dapat membantu teman-teman dalam pembuatan logo kegiatan,” tutur remaja kelahiran Selayar.
Dengan motto do the best, remaja yang menekuni desain grafis sejak kelas 3 SMP ini mampu menunjukkan prestasi yang menonjol di bidangnya. Kiat menjadi juara menurut remaja yang pernah meraih juara pertama dalam pembuatan film dokumenter se Sulawesi selatan yakni dengan keyakinan. “Karena bila kita yakin akan sesuatu, kita akan diberi jalan,” aku remaja yang akrab disapa Irfan.
Dapat mengembangkan ilmu dan bertukar pikiran mengenai desain grafis terhadap teman dan adik kelasnya telah menjadi harapan terbesar remaja yang ingin melanjutkan studynya di akademi kepolisian ini. “kalau belum rezeki di akpol, Saya ingin kuliah di seni rupa ITB atau Paramadina,” harap Irfan.
“Meskipun awalnya coba-coba, tapi bila ditekuni akan membuahkan hasil yang maksimal dan dapat menjadi hobi,” tutur remaja yang mahir dalam aplikasi Corel Draw ini. “Kemenangan ini berkat orang tua yang selalu mendukung saya. Selain itu, saya juga ingin membahagiakan orang tua, agama dan Negara melalui prestasi-prestasi saya,” ungkapnya.
Selengkapnya...
Rabu, 01 Desember 2010
SEjak kelas 4 SD

Menjadi salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia merupakan prinsip hidup dari siswi yang mempunyai nama lengkap ira Khairunnisa aziz. Remaja yang menyukai mata pelajaran biologi dan bahasa inggris ini berhasil menorehkan juara 1 dalam lomba super English yang digelar oleh Macca.
Menurut remaja yang akrab disapa irha, bahasa inggris merupakan metode pembelajaran yang menyenangkan. “Saya tidak suka dengan mata pelajaran yang membutuhkan keseriusan,” tutur remaja yang duduk di kelas Akselerasi 2 SMPN 2 Maros ini.
Menurutnya mata pelajaran bahasa inggris cocok dengan kepribadiannya. “pertama kali saya belajar bahasa inggris yakni dengan membaca kamus bergambar, karena waktu itu masih kelas 4 SD,” aku remaja yang ingin menjadi dokter.
Dialog dan menambah pengalaman merupakan kesukaan dari dalam diri ira untuk belajar bahasa inggris, sedangkan menghafal verb dan rumus tensis menjadi kendalanya dalam belajar bahasa inggris. “saya menutupi kekurangan tersebut dengan membaca buku atau browsing di internet,” ungkap remaja yang pernah menjadi juara 1 the best student award. (JFR)
Selengkapnya...
Sekolah lebih utama

Terinspirasi dari bapaknya yang sekarang menjabat sebagai Bupati Kabupaten Maros, membuat siswi kelas Acceleration 1 SMPN 2 Maros semangat untuk belajar bahasa inggris. Dengan cita-cita ingin menjadi ahli bahasa, siswi yang mempunyai prinsip hidup menjadi seniman tingkat dunia.
Menurutnya suka duka belajar bahasa inggris yakni menghafal rumus-rumus. “cara mengatasi kendala tersebut, yakni dengan membaca catatan dan kamus,” tutur siswi yang akrab disapa Tri. Dapat benggakan orang tua dan menjadi ahli bahasa merupakan harapan dari siswi yang bernama lengkap Tri Rahmayanti.
Siswi yang pernah juara 1 dalam KIA JILC ini mengaku dengan menguasai bahasa inggris, dirinya dapat berkomunikasi dengan orang asing dengan baik dan bila menonton film tidak lagi membaca teks. (JFR)
Selengkapnya...
Tidak suka geometri
Matematika, merupakan mata pelajaran yang banyak dihindari oleh sebagian siswa, namun tidak untuk Suciati, siswi kelas XI IPA 1, SMAN 2 Tinggimoncong. Menurutnya belajar matematika banyak tantangannya. “Kalau ada jawabannya muncul kesenangan tersendiri,” tutur remaja yang akrab disapa Suchy.
Menurut remaja yang tidak suka dengan bab Geometri ini, belajar matematika itu dapat meningkatkan motivasi tersendiri. “Setiap soal pasti mempunyai kendala masing-masing, cumin bagaimana orang itu mengatasi kendala tersebut,” ungkap remaja kelahiran Barru.
Ingin sukses dan membahagiakan orang tua merupakan harapan terbesarnya kini. Menurut remaja yang ingin melanjutkan studynya di fakultas kedokteran universitas Indonesia suka duka dalam belajar matematika beragam, seperti jikalau mendapat jawaban dari soal tersebut menjadi kesenangan tersendiri, namun, bila tidak dapat menjadi dukanya.
Tidak ada kata menyerah merupakan prinsip hidup dari remaja yang mempunyai motto manfaatkan kesempatanmu, karena kesempatan tidak datang dua kali.
Selengkapnya...
Minggu, 21 November 2010
ABSTRAK
Jefri Dwi Santoso. Pembuatan Selai Rumput Laut dari Jenis Gracilaria Verrucosa & Euchema Spinosum. Makassar. (Pembimbing I. Ir. Zulmanwardi, M.Si dan Pembimbing II, Lasire B.Sc)
Selai merupakan bahan tambahan pangan yang biasa digunakan dengan roti. Umumnya, produk selai dipasaran mengandung bahan pengawet yang bisa terakumilasi didalam tubuh, sehingga dapat menjadi sumber penyakit bagi manusia. Maka dari itu, hadirlah suatu produk makanan yang dalam pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet dan aman bagi kesehatan manusia seperti dalam Selai Rumput Laut. Dalam penelitian ini, rumput laut yang digunakan yakni Gracilaria Verrucosa dan Eucheuma Spinosum.
Penelitian ini bertujuan mencari komposisi yang tepat dari campuran kedua rumput laut yang berbeda jenisnya, sehingga menghasilkan produk makanan yang bernilai ekonomis, higienis dan bergizi. Selain itu, tujuan dari pembuatan selai ini yakni untuk menganalisis parameter kualitas selai berdasarkan SNI.
Penelitian ini dilakukan dengan variasi penambahan pektin 0; 0,4; 0,6; 0,8 % (b/b), serta variasi campuran rumput laut 20:80; 40:60; 60,40; 80;20. Serta menambahkan gula (70 % b/b), air (10 % b/b) dan asam sitrat (0,25 % b/b). Parameter uji kualitas yang dilakukan meliputi kadar air, padatan terlarut dan cemaran mikroba.
Hasil penelitian menunjukkan perbandingan variasi yang baik berada pada perbandingan 60:40. Dengan kadar air 8,74 % dan padatan terlarut 10,93 % Hasil penelitian di laboratoium kesehatan Makassar menunjukkan selai ini tidak tercemar oleh logam dan mikroba. Dalam uji organoleptik, selai ini banyak diminati oleh konsumen dan dapat bertahan sampai 12 hari. Apabila dibandingkan dengan standar mutu selai dengan tanggapan responden yang telah diujikan, dapat dilihat bahwa selai rumput laut yang dibuat dapat memenuhi syarat yang ada dan bisa dipasarkan.
Selengkapnya...
Kamis, 18 November 2010
Wanita juga bisa
Meskipun seorang wanita namun penampilan Hajar, atlet panjat tebing dari kab. Sinjai ketika di lapangan banyak penonton yang terpukau. Pasalnya, wanita berkerudung ini dengan cepat melintasi rintangan-rintangan yang disediakan dalam panjatan yang didakinya. Alhasil, medali yang berhasil dikumpulkan hajar sebanyak 4 emas.
Tahun 2004 merupakan awal karir Hajar merintis hobinya, ketika itu ia tertarik dengan tawaran dari temannya yang juga anggota pecinta alam. Ia telah 2 kali mengikuti porda ini. “Porda 2006 saya mendapat 1 perak dan 3 perunggu. Karena masih pemula,” tuturnya. Olahraga yang menantang merupakan anggapan dari wanita kelahiran Sinjai, 30 mei 87 ini.
Sejak tahun 2006, tawaran demi tawaran dilakoninya untuk menjadi atlet panjat tebing wakil dari kontingen kab. Sinjai, prestasi yang ditorehkan saat menerima tawaran tersebut juga dilakoninya dengan maksimal, maka dalam kejurnas 2006 yang dilaksanakan di kabupaten Karawang jawa barat, ia meraih satu perunggu.
“latihan yang dilaksanakan selama 10 hari, karena setelah praporda pertengahan juli lalu, saya tidak sempat latihan karena terhalang kerja. Namun, di tempat kerja saya juga selalu latihan fisik, karena dengan pembentukan fisik yang baik, ketika memanjat kita tidak akan terkendala,” ungkapnya.
Meskipun selama 10 hari, namun bila ditekuni dengan disiplin dan semangat yang tangguh serta kesungguhan menurut wanita yang akrab disapa ijha ini akan membuahkan hasil yang optimal. “Olahraga ini, telah membuktikan wanita juga bisa melakukannya. Selain itu, saya bisa membuktikan kepada masyarakat kab. Sinjai, meskipun tidak ada sarana dan prasarana yang mendukung tapi putra putri daerah bisa menjadi juara umum. Hal ini, dikarenakan kesungguhan dan disiplin dari teman-teman,” ungkapnya.
Meskipun sempat di terapi selama 4 minggu, tapi wanita ini tidak pernah terpikir untuk mundur dari perhelatan panjat tebingnya. Dengan motivasi anak daerah juga bisa juara ia berharap agar semangat dari teman-temannya tidak sampai disini, melainkan kejurnas dan PON masih menunggunya kelak dan tetap berikan yang terbaik untuk kab. Sinjai. (JFR).
Prestasi
- Medali perunggu kejurnas karawang 2006
- Peringkat III kejurnas STAND banten
- Medali perak jalur pendek putri porda 2006
- Medali perunggu kecepatan perorangan putri porda 2006
- Medali emas kecepatan perorangan putri porda 2010
- Medali emas kecepatan ganda campuran porda 2010
- Medali emas kecepatan beregu putri porda 2010
- Medali emas jalur pendek beregu putrid porda 2010
Selengkapnya...
Kalahkan rasa
Menjadi juara merupakan hal yang diidam-idamkan semua atlet, begitu pula dengan atlet satu-satunya yang masuk final dalam cabang olahraga taekwondo. Atlet dari kabupetan gowa ini mengaku tujuan utamanya yakni mengalahkan rasa dalam dirinya. Seperti rasa ragu dan rasa takut. Sedangkan kemenangan adalah harapan yang masih digantungnya.
Atlet ini akrab disapa Akbar, ia merupakan salah satu mahasiswa Fakultas kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia. Menurutnya ia telah menjalani olahraga ini sejak masih di bangku kelas 3 SMA. “Jika mau ikut bertanding, saya selalu ada halangan, sehingga tidak jadi bertanding lagi,” akunya.
Ia merupakan penyumbang medali perak untuk kontingen gowa, setelah 2 temannya berhasil dikalahkan oleh lawannya. Kendala dalam menghadapi Porda ini, menurut pria kelahiran Fak-fak yakni proposal skripsi dan financial. Ia pun membeberkan akan kiat-kiatnya sehingga bisa bertahan hingga final, yakni dengan mengalahkan rasa takut itu.
Motivasi terbesar yang bisa membuat ia bertahan yakni mengalahkan lawan dan mengharumkan nama gowa. “Banyak teman yang kalah, sehingga saya ingin membalaskan kekalahan teman saya itu,” tuturnya. Pria yang mempunyai motto “kalah menang bukan masalah, selama pertandingan belum selesai jangan menyerah” berharap, agar kiranya dalam pertandingan di lain waktu, juri bisa bersikap adil. “karena itu bisa menurunkan mental atlet yang bertanding,” tutur pria yang mempunyai nama lengkap Muh. Akbar eko pontoh. Untuk itu, pria yang lahir pada 7 agustus ini mengaku cara menghadapinya yakni bersyukur dengan apa yang telah dicapai.
“Saya sudah berusaha dengan latihan, namun keputusannya saya serahkan pada tuhan saja,” tutur pria yang mempunyai prinsip hidup ALLAH SWT dan Rasulullah SAW ini. (JFR)
Selengkapnya...
Tak lupa akan kewajiban
Hutri ardiyanto merupakan seorang remaja yang masih berusia 16 tahun, diusianya yang terbilang muda dan masih menduduki bangku SMA sudah banyak prestasi yang telah diraihnya. Maka dari itu, KONI kab. Maros mengutus remaja ini untuk mewakili kab. Maros dalam cabang olahraga menembak kelas junior.
Dalam penampilannya dalam PORDA Sulawesi selatan yang ke-XIV, remaja yang akrab disapa Hutri ini tidak mengecewakan, pasalnya dengan kemampuan yang dimilikinya remaja yang masih duduk di SMAN 1 Maros ini memboyong 1 emas dan 1 perak. Medali emas diraihnya saat Hutri dan timnya menang dalam kelas tembakan Air Rifle Match (ARM) tim putra dan medali perak didapat saat Hutri bertanding di kelas ARM junior.
“Saya menekuni olahraga ini sejak kelas 3 SMP dan saya rasa olahraga menembak itu asik dan seru bila ditekuni dengan serius,” akunya. Prestasi yang dimilikinya dalam bidang menembak tidak diketahui oleh pihak sekolah, maka dari itu, dari event ini remaja yang lahir di maros, pada 17 agustus 94 ini ingin membuktikan bahwa ia bisa mengharumkan nama kabupatennya dalam tingkat provinsi.
Banggakanlah orang tua bukan hanya sekali merupakan motto dari remaja yang gemar juga dengan olahraga karate ini. “Persiapan yang dipakai untuk latihan selama 4 bulan, itupun hampir tiap hari,” tuturnya.
“kendala lainnya, pada saat latihan yakni membagi waktu, karena di sekolah saya banyak mengikuti organisasi,” aku remaja yang mempunyai prinsip hidup jangan menyerah dalam berusaha selama ada jalan menuju tujuan. Meskipun sibuk, namun Hutri tidak lupa akan kewajiabannya sebagai seorang siswa. Untuk itu, selain berprestasi di olahraga, ia juga berprestasi di bidang akademik. Buktinya semenjak kelas 1 SMP ia telah mendapatkan beasiswa dari Kostrad.
Melalui cabang olahraga ini, ia ingin membahagiakan orang tuanya. “kalau bisa hingga tingkat nasional dan internasional, serta bisa mengharumkan nama bangsa dan negara,” harapnya penuh. Suka duka telah ia jalani melalui olahraga ini. “Sukanya karena latihannya asik dan santai. Akan tetapi, dukanya kalau disuruh latihan kering oleh pelatih,” tutur remaja yang mendapat medali emas di praporda. (JFR)
Prestasi
- Juara 3 air rifle hunting di SPN batua dalam kapolda cup
- Juara 1 air rifle match di spn batua dalam praporda
- Juara 1 beregu air rifle match junior di unhas dalam kejuaraan Indonesia timur
- Juara 1 beregu air rifle match dalam porda XIV
- Juara 2 air rifle match junior dalam porda XIV
Selengkapnya...
BERAWAL DARI COBA-COBA
Judo merupakan olahraga yang digemari oleh kaum adam, karena teknik bermain judo yakni dengan bantingan. Namun berbeda dengan Isna Anggriani, karena menurutnya olahraga judo merupakan salah satu olahraga yang bisa memikat hatinya untuk mencoba. Maka dari itu, pada tahun 2006, remaja yang akrab disapa Isna mencoba olahraga ini, hingga ia tekuni sampai sekarang.
Menurut remaja yang lahir di pangkajene pada 12 desember 94 ini, olahraga judo belum dikenal luas oleh masyarakat pangkep. Sehingga ia berharap olahraga judo dapat dikembangkan di daerahnya. Prestasi yang ditorehkan dalam PORDA XIV yakni medali emas pada kelas 52 kg putri.
“Kendala dalam latihan sebelum porda ini berlangsung yakni tempat latihan yang berpindah-pindah. Karena tempat latihan di pangkep tidak ada, sehingga kami sempat pusing untuk latihan,” ungkap remaja yang mempunyai motto berjuang sekuat tenaga untuk hasil yang maksimal.
Suasana akrab dengan teman dan hubungan antara senior dan junior selalu berbagi teknik merupakan suatu hal yang membuat dirinya makin cinta terhadap olahraga ini. “Dengan olahraga ini saya bisa berprestasi, memang dalam hal MIPA saya kurang. Meskipun awalnya coba-coba tapi bila ditekuni dengan serius, itu akan membuahkan hasil yang maksimal,” tuturnya.
Menurutnya, kendala dalam pelaksanaan porda ini ketika ia harus izin dari sekolahnya dan mengejar tugas dan pelajaran selama ia dalam karantina. “Cara saya mengejar ketertinggalan yakni dengan berkomunikasi dengan teman, tentang apa mata pelajaran yang sudah diajarkan oleh guru,” tuturnya. Selain itu, persiapan dari fisik, teknik dan mental juga dipersiapkan dalam menghadapi lawannya.
Sementara itu, ia juga membeberkan tentang kiat-kiatnya yang dipakai selama ini, sehingga ia bisa menyumbangkan emas untuk kontingennya, kiat-kiat itu antara lain harus yakin, percaya diri dan berdoa. “Motivasi terbesar saya yakni mempersembahkan medali untuk pangkep dan itu terwujud hingga kini,” akunya. (JFR)
Prestasi :
- Juara 3 kostrad open
- Juara 1 praporda
- Juara 1 porda
Selengkapnya...
Selasa, 16 November 2010
Gowa gagal raih emas
Atlit kab. Gowa pada cabang olahraga taekwondo gagal mempersembahkan emas untuk kontingennya. Pasalnya harapan kab. Gowa untuk bisa meraih medali emas berpangku pada Muh. Akbar eko pontoh, atlit taekwondo kelas under 68 putra. Akbar merupakan satu-satunya atlit yang berhasil melaju ke final berhadapan dengan Richard reinald dari kab. Kepulauan selayar. Namun pada final berlangsung penampilan akbar dikalahkan oleh Richard sehingga, atlit taekwondo kab. Gowa hanya bisa menyumbangkan 1 perak dan 2 perunggu.
Medali perunggu yang dipersembahkan oleh atlit taekwondo kab. Gowa diraih oleh Didi riswandi yang berhasil mengalahkan Saharuddin dari kota Palopo pada kelas under 58 kg putra dan Resky pratiwi yang mengalahkan Cici Faradita dari kab. Barru pada kelas under 53 kg putri. Klasemen dalam cabang olahraga ini menunjukkan juara umum untuk taekwondo yakni kab. Kepulauan selayar yang memperoleh 4 emas, 1 perak dan 1 perunggu.
Kabupaten dan kota yang mengikuti pertandingan ini sebanyak 11 kabupaten dan kota dan memperebutkan 9 emas, 9 perak dan 18 perunggu. Klasemen terakhir untuk cabang olahraga taekwondo yakni kab. Kepulauan selayar, kab. Pangkep, kota Makassar, kab. Luwu timur, kab. Luwu, kab. Maros, kab. Gowa, kota Pare-pare, kota Palopo, kab. Luwu utara dan kab. Pinrang. (JFR)
Selengkapnya...
Pecahnya 12 rekor renang
Pertandingan yang selesai pada hari Kamis (11/11) ini mempunyai daya tarik tersendiri dan berhasil memecahkan 13 rekor dalam kelas renang. Tempat pelaksanaan cabang olahraga ini di kolam renang semen tonasa.
Ke-13 rekor tersebut diraih oleh Istiqamah (11.09.34 detik) kontingen kab. Sinjai yang berhasil mengalahkan waktu rekor tahun 2006 dalam kelas 800 meter gaya bebas putri atas nama Claudia PR, Halim (11.30.78 detik), meskipun tunarungu namun, Adam atlit porcada dari kontingen kota Makassar berhasil memecahkan 2 rekor dalam kelas 100 meter gaya bebas putra tunarungu dan 100 meter gaya dada putra tunarungu.
Hasril mamma kontingen kota Makassar juga mengalahkan rekor waktu porda 2006 lalu di kelas 200 meter gaya ganti putra. Selain itu, Jessica P. laurens kontingen kota Makassar mengalahkan 2 rekor waktu yang dibuatnya sendiri pada 2006 silam di kelas 200 meter gaya ganti putri dan 50 meter gaya kupu-kupu putri, perenang dari kelas 50 meter gaya kupu-kupu putra atas nama Wahyu Tri Wibisono kontingen kab. Bone juga mencatatkan rekor terbaru menggantikan rekor porda 2006 lalu yang diraih oleh Panji D Prasetya.
Tim bone juga berhasil mengalahkan 2 rekor waktu yang dibuat oleh tim bone lainnya di kelas 4 x 100 meter gaya ganti putra dan 4 x 100 meter gaya bebas putra. Rekor dari kelas 200 meter gaya punggung putra juga terganti oleh muh. Hamgari (2.27.87 detik) kontingen kab. Sinjai yang berhasil mengalahkan waktu Andi gumilang (2.30.06) pada porda 2006 lalu. Kontingen kab. Gowa, Valery Geraldine onthoni (2.51.85 detik) berhasil juga menorehkan rekor terbaru pada kelas 200 meter gaya punggung putri yang pernah diraih Jessica P, Laurens (2.52.86 detik) pada porda 2006 lalu.
Juara umum pada cabang olahraga ini diraih oleh kota Makassar dengan mengumpulkan 6 emas, 1 perak dan 2 perunggu, sedangkan yang menjadu runner up ditempati kab. Bone dengan 4 emas, 5 perak dan 1 perunggu, disusul dengan kab. Sinjai, kab. Tana toraja, kab. Gowa, kab. Maros, kab. Barru, kab. Sidenreng rappang (sidrap), kab. Wajo, kab. Bantaeng, kab. Takalar, kab. Soppeng, kota Palopo, Kota Pare-pare dan kab. Pangkep di urutan terakhir. (JFR)
Selengkapnya...
Makassar raih 17 medali

Pencak silat merupakan seni bela diri yang berasal dari melayu. Selain itu juga pencak silat sudah mulai dimasukkan dalam daftar cabang olahraga di sea games. Dalam pelasanaan pekan Olahraga daerah XIV (PORDA XIV) cabang olahraga ini dilaksanakan di aula islami center dari 7-10 November. Pertandingan ini dibagi 10 kelas untuk putra dan 7 kelas untuk putrid serta 6 kelas untuk kategori tgr.
Kota Makassar lagi-lagi mendominasi perolehan medali, dimana dalam cabang olahraga ini, kota Makassar berhasil mengantongi 17 medali yang diantaranya 8 emas, 4 perak dan 5 perunggu. Sementara itu, diurutan kedua ditempati oleh kab. Jeneponto, disusul oleh kab. Bantaeng, kab. Soppeng, kab. Sinjai, kab. Gowa, kab. Selayar, kab. Enrekang, kab. Takalar, kab. Pangkep, kab. Luwu, kab. Luwu utara, kota Palopo, kab. Sidrap, kab. Bone, kab. Pinrang, kab. Barru, kab. Maros, kab. Bulukumba, kota Pare-pare, kab. Tana toraja dan kab. Wajo.
Delapan emas kota Makassar diperoleh Awaluddin dari kelas A putra, Sutrisno dari kelas F putra, Hasriadi dari kelas I putra, Arwindy citra dewi dari kelas C putri, Hasnidar dari kelas F putri, sedangkan dari kategori tgr, pesilat kota Makassar mempersembahkan 3 emas untuk kontingennya yakni dari kelas tunggal putra, regu putra dan tunggal putri. Satu-satunya medali emas yang diperoleh dari kab. Gowa dipersembahkan oleh A. sidiq maulana dari kelas E putra.
Selain itu, Hamuddin, Saldi TTR dan Eka rahmat mempersembahkan medali emas untuk kab. Jeneponto. Sehingga, kab. Jeneponto berada diurutan kedua setelah kota Makassar. Satu medali perak kab. Jeneponto diraih oleh Musrahayu dari kelas F putri yang kalah saat bertanding dengan Hasnidar dari kota Makassar. (JFR)
Selengkapnya...
Maros unggul dalam Panahan
Pada hari keempat sejak pelaksanaan pertandingan PORDA XIV, cabang olahraga panahan telah menuntaskan semua nomor pertandingannya. Cabang olahraga ini diikuti 6 kabupaten dan memperebutkan 12 emas, 12 perak dan 12 perunggu. Adapun nomor yang diperlombakan dalam olahraga panahan ini yakni jarak 50 meter putri, jarak 50 meter putra, jarak 40 meter putri, jarak 40 meter putra, jarak 30 m putri, jarak 30 m putra, total jarak putra dan total jarak putri.
Dalam cabang olahraga ini, Kab. Maros berhasil keluar menjadi juara umum dengan mengantongi 6 emas dan 5 perunggu. Suharyadi, atlit panahan maros merupakan salah satu atlit panahan yang mempersembahkan 4 medali emas untuk kabupatennya.
Kemenangan Kab. Maros diraih saat para atlit maros menjuarai tembakan jarak 50 m putra, 40 m putra, 30 m putra dan total jarak putra. Sedangkan, Makassar hanya bisa menjadi runner up dalam cabang olahraga ini, dengan mengantongi 5 emas, 1 perak dan 1 perunggu.
Emas kota Makassar berhasil ditorehkan oleh Indah Fadillah nurdin setelah menjuarai nomor tembakan jarak 50 meter putri, 40 meter putri, 30 meter putri, dan total jarak putri. Urutan ketiga ditempati kab. Bone dengan 1 emas, 7 perak dan 4 perunggu, disusul dengan kab. Toraja utara yang hanya mengantongi 3 perak, dan selanjutnya ditempati kab. Luwu dengan 1 perak.
Sebagai tuan rumah, Kab. Pangkep harus rela menjadi juru kunci yang hanya mengantongo 2 perunggu. Cabang olahraga panahan ini mengambil tempat di Lapangan Mattoangin. (JFR)
Selengkapnya...
Maros runner up dalam menembak
Cabang olahraga menembak yang dilaksanakan di Lapangan Tonasa II pada selasa (9/11) resmi ditutup, dengan kemenangan untuk Kota Makassar yang berhasil mengantongi 12 emas, 2 perak dan 9 perunggu.
Kemenangan Makassar diperoleh setelah A Nurmin apage menjuarai tembakan kelas putri, disusul dengan Mutmainah dan Ir. Suraidah miru yang juga mendapatkan medali emas untuk kelas arm putri. Selain itu, arm putri junior berhasil membawa satu emas untuk Makassar. Pada keurutan kedua ditempati oleh Maros dengan 5 emas, 5 perak dan 1 perunggu. Kabupaten Maros berhasil unggul dalam kelas tembakan Putra dan tembakan arm tim putra.
Penembak dari kontingen Maros diperkuat oleh Hutri ardiyanto yang juga mendapatkan medali perak dari kelas tembakan arm putra junior dan medali emas dari kelas tim arm putra. Sementara itu, urutan ketiga ditempati oleh Pangkep dengan 2 emas, 1 perak dan 6 perunggu, selanjutnya disusul oleh Wajo yang mendapatkan 1 emas dari kelas tembakan arm putra junior.
Dalam olahraga ini diikuti oleh 14 kabupaten/kota dan memperebutkan 20 emas, 20 perak dan 20 perunggu. Klasemen akhir dalam cabang olahraga ini yakni Kota Makassar, Kab. Maros, Kab. Pangkep, Kab. Wajo, Kab. Gowa, Kota palopo, Kab. Jeneponto, Kab. Takalar, Kab. Bantaeng, Kab. Bone, Kab. Luwu, Kab. Pinrang, kab. Sidrap, dan Kab. Sinjai di urutan terakhir. (JFR)
Selengkapnya...
Makassar dominasi perolehan medali karate
Karate merupakan seni bela diri yang berasal dari negara Jepang. Latihan dalam cabang olahraga karate biasa disebut kihon, kata dan kumite, kata-kata ini pula yang menjadi nama kelas dalam cabang olahraga ini. Kihon merupakan latihan dalam mempelajari pukulan, tendangan dan bantingan. Sedangkan kata merupakan latihan tentang prinsip bertarung yang benar, dalam pertarungan kata dapat diistilahkan sebagai jurus. Kumite merupakan pertemuan antar tangan atau biasa disebut pertarungan satu lawan satu.
Dalam PORDA XIV, pelaksanaan cabang olahraga karate dilaksanakan di auditorium Tonasa II dan selesai pada selasa (9/11). Cabang olahraga ini diikuti oleh 21 kontingen kabupaten/kota yang memperebutkan 19 emas, 19 perak dan 38 perunggu.
Hasil akhir pertandingan dalam vabang olahraga ini masih didominasi oleh kota makassar yang mendapatkan 5 emas, 4 perak dan 4 perunggu, selisih dari medali yang diperoleh dari masing-masing kontingen tidak jauh beda, seperti kabupaten Barru yang menjadi runner up dalam cabang olahraga ini memperoleh 4 emas, 1 perak dan 3 perunggu, disusul dengan Palopo, Pangkep, Takalar, Enrekang, Gowa, Bone, Maros, Soppeng, Tana Toraja, Luwu Timur, Bantaeng, Pare-pare, Bulukumba, Jeneponto, Luwu, Luwu Utara, Pinrang, Selayar dan Wajo.
Satria, merupakan salah satu kontingen dari kabupaten Takalar dalam cabang olahraga karate yang mempersembahkan 2 emas untuk kabupatennya. Satria memenangkan olahraga ini dalam kelas kumite perorangan 60 Kg Pa yang mengalahkan Iqbal kontingen Gowa, Miftahul Ulum kontingen Pangkep dan Guntur kontingen Bantaeng. Satu lagi emas yang dipersembahkan oleh Satria, dari kelas kumite perorangan bebas Putra. Dengan diperolehnya 2 emas dari satria, maka kabupaten Takalar berada di posisi kelima dalam cabang olehraga karate dengan 2 emas.
Selain satria, Sherlita kontingen dari kota palopo berhasil membawa 2 emas dari 3 emas yang diperoleh Palopo dalam cabang ini, Sherlita berhasil menjuarai kelas kumite perorangan 60 + kg putri dan kelas kumite perorangan bebas putri. Selain itu dari 4 emas yang diperoleh Barru, 2 emas berhasil dipersembehkan oleh Mastura setelah menjuarai kelas kata perorangan putri dan kelas kata beregu putri.
Selengkapnya...
10 medali emas untuk pangkep

Judo merupakan seni bela diri dan olahraga yang berasal dari Jepang. Olahraga ini masuk di Indonesia pada 1970 dan bernaung di bawah PJSI (Persatuan Judo Seluruh Indonesia) dan berpusat pada KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).
Dalam pelaksanaan PORDA XIV ini, Kab. Pangkep memboyong 10 emas. Sehingga membuat kabupaten ini menjadi juara umum untuk cabang olahraga Judo. Selain emas, 6 perak dan 9 perunggu berhasil dibawa pulang. Pada urutan kedua disusul dengan kabupaten Wajo dengan 3 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Sedangkan, kab. Bone diurutan ketiga berhasil membawa 2 emas, 1 perak dan 8 perunggu, disusul dengan makassar, Maros, Luwu utara, Pinrang, Luwu dan Tana Toraja.
Emas pangkep diraih dari Sulaeman dari kelas 60-66 kg Putra, Iklas Zainal dari kelas 73-81 kg putra, tim pangkep B dari kelas beregu putra, Nada gita dari kelas 43 kg putri, Hj. Nur asri dari kelas kelas 43-45 kg putri, Satriyani dari kelas 45-48 kg putri, Isna Anggraeni dari kelas 48-52 kg putri, Putri rezki amalia dari kelas 57-63 kg putri, Nurul fajreni dari kelas 63 plus dan tim regu pangkep B dari kelas beregu putri.
Sedangkan 3 emas wajo diperoleh dari Aditya wahyudi M dan Muh. Agus dari kelas nageno kata, Aditya Wahyudi M dari kelas 55-60 kg putra, dan Asrianto dari kelas 66-73 putra. Selain itu, Yusrin yusuf dari kelas 51-55 kg putra dan Deasy Prisela Christy dari kelas 52-57 kg putri berhasil membawa emas untuk Makassar.
Satu-satunya emas Maros diraih dari kelas juno kata dengan menurunkan Mahira dan Herawati. Untuk itu, dalam cabang olahraga ini 9 kabupaten itu memperebutkan 18 emas, 18 perak dan 35 perunggu. Dalam pelaksanaan cabang olahraga ini, awalnya dijadwalkan di lokasi wisata matampa. Akan tetapi menurut H. Syahban, tempat tersebut kurang presentativ untuk pelaksanaan pertandingan ini. “tempat itu kurang presentatif untuk melaksanakan pertandingan ini, karena kalau hujan kita tidak bisa melanjutkan pertandingannya.” Tutur Syahban. (JFR)
Selengkapnya...
Palopo sabet juara umum dayung
Pelaksanaan cabang olahraga dayung yang dilaksanakan di tanjung bunga kota Makassar berlangsung alot, setiap kabupaten saling menyusul guna memperoleh medali yang diincarnya. Maka tak ayal, perolehan medali dalam cabang olahraga mempunyai perbedaan jarak yang tipis. Cabang olahraga ini usai pada rabu (10/11).
Kabupaten atau kota yang mengikuti cabang olahraga ini sebanyak 9 kabupaten/kota dan memperebutkan 12 emas, 12 perak dan 13 perunggu. Selain itu, kelas yang dipertandingkan dalam cabang olahraga ini yakni C2 500 m; K1.Pi 500 m; 1 x Pa 1000 m; k2 x Pa 500 m; C.1 500 m; 2 x Pi 1000 m; K2.Pi 500 m; 2 x Pa 1000 m; K1.Pa 500 m dan 1 x Pi.
Dengan berhasil mengumpulkan 4 emas dan 3 perunggu, kota Palopo berhasil keluar sebagai juara umum dalam cabang olahraga ini, disusul dengan gowa yang mengumpulkan 3 emas, 5 perak dan 1 perunggu, selanjutnya disusul dengan Makassar, Selayar, Pangkep, Bone, Bulukumba, Sinjai dan Luwu Utara.
Kemenangan kota palopo diraih setelah kota tersebut memenangkan pertandingan dalam kelas K1.Pi 500 m; K2.Pi 500 m; 2 x Pa 1000 m. Sedangkan pangkep sebagai tuan rumah penyelenggaraan PORDA XIV hanya bisa mengumpulkan 1 emas yang diperoleh dari kelas K2 x Pa 500 m. (JFR)
Selengkapnya...