Rabu, 21 Juli 2010

~..~ SOBAT CARILAH ISTRI YANG MEMILIKI AGAMA ~..~

TERUNTUK SOBATKU RKI YANG MENCARI ISTRI

Bagi pemuda yang sudah mempunyai keinginan untuk meningkah, Carilah wanita yang beragama
Berakhlak baik dan suka kebaikan meskipun ia tidak terlalu kaya, kurang cakap dan tidak begitu
Bagi pandanganmu . Rasulullah sendiri senantiasa mengingatkan supaya mencari wanita yang
Kuat Agamanya supaya kamu mendapatkan manfaat

Sabda Rasulullah s.a.w:
''Dari Abu Hurairah. Nabi s.a.w sabdanya:Orang yang berkawin dengan perempuan karena
Empat perkara yaitu karena hartanya,karena keturunanya,karena kecantikanya,dan karena Agamanya. Oleh sebab itu pilihlah perempuan yang mempunyai Agama. ( karena jika tidak ) Binasalah kedua tanganmu.'' ( Riwayat Muttafaq Alaih )

Oleh sebab hal yang demikian itu,tidak harus menikah karena harta dan kecantikannya saja
Sebab yang demikian itu makruh hukumnya.

Sabda Rasulullah saw
'' Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah bersabda : Janganlah kamu sekalian menikahi seorang wanita karena kecantikannya , sebab jangan-jangan ia menjadikanya lebih buruk, dan jangan karena hartanya sebab jangan-jangan ia menjadi sombong ( ganas ) baginya, dan kawinilah
Mereka karena agamanya. Seseorang ( hamba perempuan ) yang amat hitam lagi bodoh yang beragama sangat utama ( untuk dikawini ) daripada wanita yang cantik atau kaya yang tidak Beragama.''

Sebuah Hadist lain menyebutkan tentang siapakah wanita yang terbaik.
Maka Sabda Rasulullah :
Sebaik- Baik Wanita ialah orang yang menyenangkan ( hatimu ), ketika engkau melihatnya, dan tunduk kepadamu ketika engkau menyuruhnya, dan menjaga dirinya dan hartamu ketika Engkau sedang pergi .'' ( Hadist Riwayat Tabarani )

Walau bagaimanapun bagi seorang laki-laki yang tidak mau menikah atau kawin karena bergelut dengan ilmu atau sibuk beribadah serta menjauhkan diri dari kesibukan dunia, tetapi Hatinya tenang , tentram dan tidak cendrung kepada wanita , maka meninggalkan nikah tidaklah berbahaya. Dengan kata lain tidak berdosa .Ini adalah sebagaimana yang banyak Dilakukan oleh orang-orang soleh yang terdahulu dan sesudahnya ( salafus salih wal khalif )
Ada diantara mereka yang apabila ditanya '' Menagapa tidak mau menikah ?'' )

'' Mengurusi diriku sendiri saja belum bisa ,haruskah aku mencari orang lain lagi ?
Jawabnya sambil tersenyum.

Ada di antara mereka yang memberikan jawaban dengan agak sinis apabila ditanya:
'' Kenapa Anda tidak beristri ?''
''Seandainya aku mampu menolak diriku sendiri , sudah aku talak !''
( Apalagi yang lain )

Dikatakan kepada Basyar bin Hars , '' Banyak orang yang membicarakan tentang Dirimu. Mereka berkata bahwa kamu meninggalkan sunnah Rasul. Bagaimana pendapatmu ?''

'' Katakan Kepada mereka bahwa ia sedang sibuk mengerjakan yang fardhu ! Jawabnya.

Oleh karna itu , bagi orang yang menikah haruslah disertai dengan niat untuk mendapatkan pertolongan Agama dan Akhirat. Begitu juga dengan orang- orang meninggalkannya hendaklah juga didasari niat menjaga agama dan memilih jalan selamat serta hati-hati . Dengan demikian antara meninggalkan nikah dan mengerjakannya sama-sama mempunyai tujuan yang murni;
Tujuan yang semata-mata untuk mencari jalan lebih medekatkan diri kepad Allah Swt.

Orang yang menikah atau yang meninggalkannya karena tujuan dunia atau karena menuruti hawa nafsu serta untuk kesenangan semata, Sikap seperti ini adalah jauh dari kebenaran dan bukan mengikuti jejak-jejak orang-oran salih salaf.


SEMOGA CATATAN INI BERMANFAAT
~..~ WA ALLAHU A'LAM ~..~ Selengkapnya...

Senin, 19 Juli 2010

●●Amal Kita●●

Amal-amal kita, tidak hanya dicatat para malaikat. Karena cerita-cerita dan kesan yang kita tinggalkan di dunia setelah mati, serupa cermin nilai dari prilaku kita selama hidup. Alangkah indahnya, sebuah kematian yang bisa meninggalkan cerita-cerita baik pada keluarga. Alangkah bahagianya, sebuah kematian yang mengesankan jejak hidup yang menjadi pelajaran kebaikan bagi mereka yang masih menjalani hidup. Alangkah gembiranya, bila kematian kita menyisakan kesan dari amal-amal saleh yang bermanfaat untuk orang lain.

Di akhirat kelak, tak ada sesuatu yang paling disesali penghuni surga kecuali penyesalan mereka terhadap waktu yang hilang di dunia tanpa diisi amal saleh. Karena itu, ketika ada seorang saleh ditanya, "Kenapa engkau melelahkan jiwamu dalam beribadah?" Ia menjawab, "Aku ingin mengistirahatkan jiwaku." Istirahat yang dimaksud, adalah istirahat di dunia dengan jiwa yang tenang setelah beribadah. Juga istirahat di akhirat, dengan memasuki kehidupan yang begitu menentramkan dan menggembirakan.

Umur hidup itu, menurut Ibnul Jauzi rahimahullah, tak beda dengan tempat jual beli berbagai macam barang. Ada barang yang bagus dan juga yang jelek. Orang yang berakal, pasti akan membeli barang yang bermutu meski harganya mahal. Karena barang itu lebih awet dari barang jelek meski harganya murah. "Orang yang tahu kemuliaan alam semesta harus meraih sesuatu yang paling mulia yang ada di alam semesta ini. Dan sesuatu yang paling mahal nilainya di dunia ini adalah, mengenal Allah swt," kata lbnul Jauzi.

Seseorang yang mengenal Allah swt, berarti ia mengetahui ke- Maha Besaran-Nya. Berarti juga mengetahui kekerdilan dirinya, kelemahan dirinya, ketergantungan dirinya dengan Yang Maha Berkuasa. Pengenalan seperti ini yang bisa memunculkan kekuatan dan ketangguhan dalam mengarungi gelombang kehidupan. Tidak takut, tidak lemah, dan tidak tergantung kepada siapa pun, kecuali Allah dan selama berada di jalan Allah tidak senang, tidak gembira dan tidak bersukacita kecuali bersama Allah.

Lihatlah perkataan Masruq, seorang mufassir yang juga sahabat Said bin Jubair, yang pernah berujar, "Tak ada lagi yang lebih menyenangkan dari menempelkan wajahku di tanah (sujud). Aku tidak pemah bersedih karena sesuatu melebihi kesedihanku karena tidak bisa sujud kepada Allah." (SiyarA’lamin Nubala, IV/65).

Sujud adalah saat-saat seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya. Sujud, juga tanda ketundukan dan kerendahan seorang hamba di hadapan Tuhannya. Sujud, juga merupakan kepasrahan, ketaatan, kerinduan dan kecintaan seorang hamba pada Tuhannya. Kondisi-kondisi seperti itulah yang sangat didambakan Masruq hingga tak ada lagi kesedihan baginya, kecuali ia tidak bisa melakukan sujud di hadapan Allah swt.

Itulah gambaran keyakinan yang tertanam kuat dalam jiwa orang-orang saleh, para pejuang da’wah Islam. Ketundukan, kedekatan dan keyakinannya pada Allah, menjadikan tekad mereka seperti baja dan keberanian yang tak kenal takut. Basahnya lidah mereka oleh dzikir, larutnya hati mereka dalam kecintaan pada Allah, tunduknya jiwa mereka pada keagungan Allah, memunculkan kepribadian yang kuat dan tangguh.

Setiap orang, pada mulanya, dinilai tinggi rendahnya berdasarkan intensitas dan kualitas serta konsistensi (istiqomah) dalam beribadah kepada Allah. Bukan dinilai dari kekayaan materi/harta yang dimilikinya ataupun oleh orang tua nya. Bukan pula dinilai dari paras, ketampanan dan keindahan fisiknya. Karena, semua itu hanya fatamorgana yang hanya sesaat bisa dinikmati. Pribadi yang kuat dan tangguh selalu muncul dari habitat kehidupan yang penuh tantangan, bukan dari keserbamudahan yang memanjakan dan melemahkan jiwa.

Lihatlah,
Bagaimana penuturan salah seorang anak dari Syaikh Ahmad Yasin rahimahullah, tokoh pejuang Palestina abad ini yang beberapa waktu lalu gugur oleh rudal Israel. "Ayah tidak mencintai dunia. Ia lebih mencintai rumah akhirat. Banyak orang yang menyarankan agar ayah mendiami rumah sebagaimana layaknya seorang pemimpin. Pemerintah otorita Palestina juga pernah menawarkan sebuah rumah yang besar di perkampungan Ghaza. Tapi ayah menolak tawaran itu. Ayahku lebih menginginkan akhirat sehingga ia tidak begitu memperhatikan perabotan duniawi. Luas rumahnya kecil, hanya tiga ruang. Tanpa keramik di lantai, dan ruang dapur yang sudah rusak. Bila musim dingin tiba, kondisi rumah sangat dingin. Sebaliknya bila musim panas datang, ruangan rumah terasa panas sekali. Ayah tidak pernah berpikir untuk memperbaiki rumahnya. Sekali lagi, ia benar-benar sibuk mempersiapkan rumahnya di akhirat." Itulah rahasia ketegaran Syaikh Ahmad Yasin.

Rumah akhirat. Pernahkah terlintas dalam hati kita tentang rumah itu? Pernahkah kita berencana dan bermimpi memiliki rumah yang indah, di akhirat, bukan di dunia? Bagaimana kita membayangkan kesan akhir yang kita tinggalkan pada keluarga, setelah kita berpisah dengan mereka di dunia? Kebanggaankah atau kebalikannya? Apakah mereka juga akan berkata, kita lebih mencintai dan menginginkan rumah akhirat?

Syaikh Ahmad Yasin memberi pelajaran besar bagi kita tentang keyakinannya pada keputusan Allah swt. Bahwa apa yang diputuskan oleh Allah tetap akan terjadi, apa pun usaha yang kita lakukan. Syaikh Ahmad Yasin juga memberi pendidikan langsung kepada siapa pun, tentang batas apa yang harus diberikan seseorang yang menginginkan mati di jalan Allah.

Sekitar lima menit sebelum rudal Israel ditembakkan ke arahnya, Syaikh yang duduk di kursi roda itu, seorang anaknya, Abdul Ghani sempat mengingatkannya untuk berhati-hati dengan mengatakan, "Ayah, ada pesawat pembunuh di atas." Apa jawaban Syaikh Ahmad Yasin ketika itu. "Ya, saya di sini sedang menanti pesawat pembunuh itu juga." Benar-benar tak ada keraguan dan ketakutan sedikit pun.

Kita di sini, sedang menanti detik demi detik kematian yang pasti menjemput. Menunggu saat kita menarik nafas terakhir, dan menghembuskannya lagi untuk yang terakhir. Saat udara dingin merayap dari ujung jemari kaki hingga bagian kepala. Saat mata terkatup dan tak bisa terbuka lagi. Ketika badan terbujur dan tak bisa bergerak. Ketika kita masuk dalam keranda, dan diangkat oleh anggota keluarga dan teman-teman kita.

Setelah itu,
Biarlah orang-orang berbicara tentang kita… Selengkapnya...

~..~ MENUNGGU DATANGNYA CINTA ~..~

Ketika cinta tidak lagi mampu mengerti sebuah perbedaan antara yang benar dan yang salah maka tidak ada lagi sebuah penalaran yang tidak lumrah dalam diri kita,selama itu pula pemikiran kita akan selalu mengedepankan sebuah rasa yaitu ''CINTA'' tanpa melihat sebuah kebenaran.


Segala perhatian kadang tidak lagi jadi kebahagiaan saat ke putus asaan menyelimuti segala persoalan dalam hidup.Ibarat roda yang terus berputar bahwa kita kadang berada di atas penuh ke suka citaan tapi ada kalanya kita jauh berada jauh di bawah tertindas begitu menyakitkan.

Hari ini saya merasakan begitu kejenuhan tanpa kepastian. Tanpa adanya sebuah berita entah itu kegembiraan ataukah kedudukan,semakin lama semakin menjenuhkan,kebosanan, kebosanan terus menggelayut dalam hati meski seribu cerita penuh canda tawa tak mampu juga menghapus rasa kesepian.

Kesepian akan sebuah cinta , cinta yang tak pernah menemukan jalan keluarnya karena kita membiarkan cinta itu berada dalam hati kita.
Bersemayam dan bermuara di hati kita sendiri.semakin kita melepaskan,semakin menyakitkan apa yang tengah kita rasakan,bukan menyakitkan karena cinta itu sendiri akan tetapi menyakitkan karena cinta itu tidak pernah menyapa hati kita lagi,seolah-olah pergi menjauh dari diri kita.

Antara penantian yang penuh kejenuhan adakah sepercik asa yang aku dapat mengobati serpihan - serpihan sayatan luka itu ataukah malah semakin menganga luka itu harus aku jalani ?wallahu a'lam bishawwab,

Datang menemui aku di sini jauh dalam lubuk hati yang paling dalam, menyapa kesepian tanpa batas entah sampai kapan aku sanggup menjalaninya,kembali dan kembali lagi wallahu a'lam kunanti hadirnya cinta itu disini . karena aku masih akan tetap selalu di sini menanti dan menanti.... Selengkapnya...

*** Apabila Tak Punya Malu ***

Malu merupakan salah satu sifat terpuji yang bisa mengendalikan orang yang memilikinya dari perbuatan-perbuatan yang tidak sepatutnya dilakukan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْحَيَاءُ لَا يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ

“Rasa malu itu hanya mendatangkan kebaikan.” (HR. Bukhari dan Muslim dari ‘Imron bin Hushain)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ قَالَ أَوْ قَالَ الْحَيَاءُ كُلُّهُ خَيْرٌ

Rasulullah bersabda, “Rasa malu adalah kebaikan seluruhnya atau rasa malu seluruhnya adalah kebaikan.” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Iman itu terdiri dari 70 sekian atau 60 sekian cabang. Cabang iman yang paling utama adalah ucapan la ilaha illalloh. Sedangkan cabang iman yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari tempat berlalu lalang. Rasa malu adalah bagian dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Suatu ketika Nabi menjumpai seorang yang sedang mencela saudaranya karena dia sangat pemalu, Nabi lantas bersabda, “Biarkan dia karena rasa malu itu bagian dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut penuturan Imam Ibnul Qoyyim, alhaya’ (rasa malu) diambil dari kata-kata hayat (kehidupan). Sehingga kekuatan rasa malu itu sebanding lurus dengan sehat atau tidaknya hati seseorang. Berkurangnya rasa malu merupakan pertanda dari matinya hati dan ruh orang tersebut. Semakin sehat suatu hati maka akan makin sempurna rasa malunya.

Hakikat rasa malu adalah suatu akhlak yang mendorong untuk meninggalkan hal-hal yang buruk dan kurang memperhatikan haknya orang yang memiliki hak.

Rasa malu itu ada dua macam. Yang pertama adalah rasa malu kepada Allah. Artinya seorang hamba merasa malu jika Allah melihatnya sedang melakukan kemaksiatan dan menyelisihi perintah-Nya. Yang kedua adalah rasa malu dengan sesama manusia.

Untuk rasa malu dengan kategori pertama, Nabi jelaskan dalam sabdanya, “Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya”. “Kami sudah malu duhai Rasulullah”, jawab para sahabat. Nabi bersabda,

لَيْسَ ذَاكَ وَلَكِنَّ الِاسْتِحْيَاءَ مِنْ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى وَالْبَطْنَ وَمَا حَوَى وَلْتَذْكُرْ الْمَوْتَ وَالْبِلَى وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ اسْتَحْيَا مِنْ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ

“Bukan demikian namun yang dimaksud malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya adalah menjaga kepala dan anggota badan yang terletak di kepala, menjaga perut dan anggota badan yang berhubungan dengan perut, mengingat kematian dan saat badan hancur dalam kubur. Siapa yang menginginkan akhirat harus meninggalkan kesenangan dunia. Siapa yang melakukan hal-hal tersebut maka dia telah merasa malu dengan Allah dengan sebenar-benarnya.” (HR. Tirmidzi dll, dinilai hasan karena adanya riwayat-riwayat lain yang menguatkannya oleh Al Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir no. 935)

Dalam hadits ini, Nabi menjelaskan bahwa tanda memiliki rasa malu kepada Allah adalah menjaga anggota badan agar tidak digunakan untuk bermaksiat kepada Allah, mengingat kematian, tidak panjang angan-angan di dunia ini dan tidak sibuk dengan kesenangan syahwat serta larut dalam gemerlap kehidupan dunia sehingga lalai dari akhirat.

Rasa malu yang kedua adalah malu dengan sesama manusia. Malu inilah yang mengekang seorang hamba untuk melakukan perbuatan yang tidak pantas. Dia merasa risih jika ada orang lain yang mengetahui kekurangan yang dia miliki.

Rasa malu dengan sesama akan mencegah seseorang dari melakukan perbuatan yang buruk dan akhlak yang hina. Sedangkan rasa malu kepada Allah akan mendorong untuk menjauhi semua larangan Allah dalam setiap kondisi dan keadaan, baik ketika bersama banyak orang ataupun saat sendiri tanpa siapa-siapa menyertai.

Rasa malu kepada Allah adalah di antara bentuk penghambaan dan rasa takut kepada Allah. Rasa malu ini merupakan buah dari mengenal betul Allah, keagungan Allah. Serta menyadari bahwa Allah itu dekat dengan hamba-hambaNya, mengawasi perilaku mereka dan sangat paham dengan adanya mata-mata yang khianat serta isi hati nurani.

Rasa malu kepada Allah adalah termasuk tanda iman yang tertinggi bahkan merupakan derajat ihsan yang paling puncak. Nabi bersabda, “Ihsan adalah beribadah kepada Allah seakan-akan memandang Allah. Jika tidak bisa seakan memandang-Nya maka dengan meyakini bahwa Allah melihatnya.” (HR Bukhari).

Orang yang memiliki rasa malu dengan sesama tentu akan menjauhi segala sifat yang tercela dan berbagai tindak tanduk yang buruk. Karenanya orang tersebut tidak akan suka mencela, mengadu domba, menggunjing, berkata-kata jorok dan tidak akan terang-terangan melakukan tindakan maksiat dan keburukan.

Rasa takut kepada Allah mencegah kerusakan sisi batin seseorang. Sedangkan rasa malu dengan sesama berfungsi menjaga sisi lahiriah agar tidak melakukan tindakan buruk dan akhlak yang tercela. Karena itu orang yang tidak punya rasa malu itu seakan tidak memiliki iman. Nabi bersabda, “Di antara perkataan para Nabi terdahulu yang masih diketahui banyak orang pada saat ini adalah jika engkau tidak lagi memiliki rasa malu maka berbuatlah sesuka hatimu.” (HR. Bukhari)

Makna hadits, jika orang itu sudah tidak lagi memiliki rasa malu maka dia akan berbagai perilaku buruk yang dia inginkan. Ini dikarenakan rasa malu yang merupakan faktor penghalang berbagai tindakan buruk tidak lagi terdapat pada diri orang tersebut. Siapa yang sudah tidak lagi memiliki rasa malu akan tenggelam dalam berbagai perbuatan keji dan kemungkaran.

Nabi bersabda,

الحياء و الإيمان قرنا جميعا فإذا رفع أحدهما رفع الآخر

“Rasa malu dan iman itu terikat menjadi satu. Jika yang satu hilang maka yang lain juga akan hilang.” (HR. Hakim dari Ibnu Umar dengan penilaian ’shahih menurut kriteria Bukhari dan Muslim. Penilaian beliau ini disetuju oleh Dzahabi. Juga dinilai shahih oleh al Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir, no. 1603)

Salman al Farisi mengatakan,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ عَبْدًا نَزَعَ مِنْهُ الْحَيَاءَ فَإِذَا نَزَعَ مِنْهُ الْحَيَاءَ لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا مَقِيتًا مُمَقَّتًا فَإِذَا لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا مَقِيتًا مُمَقَّتًا نُزِعَتْ مِنْهُ الْأَمَانَةُ فَإِذَا نُزِعَتْ مِنْهُ الْأَمَانَةُ لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا خَائِنًا مُخَوَّنًا فَإِذَا لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا خَائِنًا مُخَوَّنًا نُزِعَتْ مِنْهُ الرَّحْمَةُ فَإِذَا نُزِعَتْ مِنْهُ الرَّحْمَةُ لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا رَجِيمًا مُلَعَّنًا فَإِذَا لَمْ تَلْقَهُ إِلَّا رَجِيمًا مُلَعَّنًا نُزِعَتْ مِنْهُ رِبْقَةُ الْإِسْلَامِ

“Sungguh jika Allah berkehendak untuk membinasakan seseorang maka akan Allah hilangkan rasa malu dari diri orang tersebut. Jika rasa malu sudah tercabut dari dirinya maka tidaklah kau jumpai orang tersebut melainkan orang yang sangat Allah murkai. Setelah itu akan hilang sifat amanah dari diri orang tersebut. Jika dia sudah tidak lagi memiliki amanah maka dia akan menjadi orang yang suka berkhianat dan dikhianati. Setelah itu sifat kasih sayang akan dicabut darinya. Jika rasa kasih sayang telah dicabut maka dia akan menjadi orang yang terkutuk. Sesudah itu, ikatan Islam akan dicabut darinya.”

kata-kata di atas ada yang menganggapnya sebagai sabda Nabi karena jika dinisbatkan kepada Nabi maka berstatus sebagai hadits palsu, diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ibnu Umar. Lihat Silsilah Dhaifah karya al Albani no. 3044.

Ibnu Abbas mengatakan,

الحياء والإيمان في قرن ، فإذا سلب أحدهما اتبعه الآخر

“Rasa malu dan iman itu satu ikatan. Jika dicabut salah satunya maka akan diikuti oleh yang lain.” (Diriwayatkan dalam Mu’jam Ausath secara marfu’ dari Ibnu Abbas no. 8548. Namun riwayat yang marfu’ ini dinilai sebagai hadits palsu oleh al Albani dalam Dhaif Jami’ no 1435)

Hadits dan perkataan dua orang sahabat Nabi di atas menunjukkan bahwa orang yang tidak lagi memiliki rasa malu itu tidak memiliki faktor pencegah untuk melakukan keburukan. Dia tidak akan sungkan-sungkan untuk melakukan yang haram dan sudah tidak takut dengan dosa. Lisannya juga tidak berat untuk mengucapkan kata-kata yang buruk.

Oleh karena itu di zaman ini, suatu zaman yang rasa malu sudah berkurang bahkan hilang bagi sebagian orang, kemungkaran merajalela, hal-hal yang memalukan dilakukan dengan terang-terangan bahkan keburukan dinilai sebagai sebuah kebaikan. Bahkan sebagian orang merasa bangga dengan perbuatan tercela dan hina sebagaimana artis yang suka buka-bukaan atau sexy dancer. Wal’iyadu billah… Selengkapnya...

Jumat, 16 Juli 2010

- Intip Seputar Puasa -

Marhaban yaa Romadhon ...

Sobat RKI,
sebentar lagi akan datang bulan mulia. Bulan Romadhon yang penuh berkah ...
Kita diwajibkan puasa di bulan Suci ini.

Menurut penjelasan dari pakar Dr. L. Kellberg & Reinzentein :
Tubuh manusia memiliki kemampuan hearing bila diberi kesempatan,
sebab mekanisme pada badan untuk menyembuhkan diri sendiri dengan cara rehabilitasi.
Rehabilitasi yang baik untuk tubuh adalah dengan puasa.

1 tahun terjadi ketidakseimbangan, nah ... ini bisa diobati dengan puasa Romadhon.

Solusi Puasa : Menyehatkan lahiriah dan bathiniah
tapi ... syaratnya, lakukan sengan penuh keikhlasan pada Allah lho ! ^_^

Manusia memproduksi +- 2 - 5 kg sampah dalam tubuh selama 1 tahun.

Gelisah yang berlebihan akan mengakibatkan sakit Maag
Marah juga akan meningkatkan adrenalin yang berakibat tidak bagus pada jantung kita.

Manfaat Puasa :
1. Mengurangi berat badan secara alami ( Q.S. Thaha : 81 )
2. Mengglontor racun-racun tubuh 2 - 5 kg racun / tahun
3. Membangkitkan kebijaksanaan dari kekuatan spiritual, serta paham kehidupan lebih jernih sehingga mempunyai batin yang taqwa
4. Peremajaan kembali sel-sel yang rusak ( Q.S. Thaha : 88 )

Semoga bermanfaat untuk kita semua.

)-( Selengkapnya...

●●ANDAI ESOK TAK PERNAH DATANG LAGI●●

Setiap bangun tidur dan membuka mata, yang terucap adalah kalimat syukur bahwa Allah masih mengizinkan diri ini kembali melihat fajar. Merasakan hembusan angin pagi yang menerobos celah jendela, dan menjumpai semua yang semalam terlihat sebelum mata terpejam masih seperti sedia kala, tidak ada yang berubah.

Kemudian melangkahlah dengan iringan doa di gerbang mungil menuju arena perjuangan kehidupan dengan tuntunan-Nya lah diri ini tak melangkah kejalan yang salah, tak menjamah yang bukan hak, tak melihat yang dilarang, tak memamah yang tak halal, tak mendengar yang batil, dan tak banyak melakukan yang sia-sia karena setiap waktu yang terlewati pasti akan ditagih tanggung-jawabnya. Lantaran semua jalan yang dilalui akan dimintai kesaksiannya atas diri ini dan sebab seluruh indera ini akan diminta bicara tentang apa-apa yang pernah terjadi.

Hari ini, masih ada lalai terbuat, masih juga lengah sehingga khilaf tercipta. Meski segunung tausyiah pernah didengar, mulut ini masih terselip berucap dusta, saringan telinga ini tetap tak mampu membendung suara-suara melenakan, dan masih saja ada perbuatan yang salah, walau itu dalam bingkai alpa padahal, di setiap terminal ruhiyah, sedikitnya lima kali sehari lidah
ini berucap, tangan ini tertengadah, dan mata menitikkan butir bening air mata, seraya memohon perlindungan dari Allah dijauhkan dari salah dan dosa.

Tetapi tak jarang masih juga langkah ini menuju arah yang sesat. Setiap hari menangis, setiap hari meminta ampunan, setiap hari berbuat salah. Hari ini mencipta dosa, esok sibuk bersujud, meluluhkan air mata, menyusun kalimat doa, menganyam pinta semoga Allah menghapusnya dalam sekejap. Detik ini berbuat salah, terlalu lama menghapusnya, bahkan kadang lupa. Padahal, bisa saja sedetik kemudian diri ini tak lagi sempat memohon ampunanNYA. Lupakah bahwa waktu sangat cepat berlalu. Lupakah pula bahwa menyesal di akhirat hanyalah kesiaan yang nyata?

Bagaimana jika hari esok tak pernah datang..??? Bagaimana andai esok pagi tak lagi bisa melihat Fajar..??? Padahal baru saja seharian ini berenang di lautan dosa. Padahal belum sempat menghapus noda hari ini, kemarin, sepekan yang lalu, setahun lalu, dan bertahun-tahun yang lalu.

Bagaimana jika Allah tak berkenan membukakan mata kita setelah sepanjang malam terlelap? Bagaimana jika perjumpaan dan canda riang bersama keluarga semalam adalah yang terakhir kalinya. Ketika esok harinya ruh ini melihatseluruh keluarga menangisi jasad diri yang terbujur kaku berkafan putih.

Bagaimana jika matahari esok terbit dari barat, tak seperti biasanya dari timur? Padahal hari ini lupa menyebut nama-Nya. Padahal di hari ini, belum sempat mengunjungi satu persatu keluarga, kerabat, sahabat, tetangga, dan orang-orang yang pernah tersakiti oleh lidah dan tindakan kita. Sudah terlalu lama tak mencium kaki orang tua mencari keridhaannya, walau tak terhitung salah diri. Belum lagi sempat berderma, setelah derma kecil beberapa tahun lalu yang sering kita banggakan.

Dan jika memang esok tak pernah datang lagi. Sungguh celakalah diri ini. Benar-benar celaka, bila belum sempat mencuci dosa sepanjang hidup. Bila belum mendengar ungkapan maaf dari orang-orang yang pernah terzalimi, bila belum menyisihkan harta yang menjadi hak orang lain, bila belum sempat meminta ampun atas segala salah dan khilaf yang tercipta. Selengkapnya...

●●Terpukau aku menatapnya...●●

SETIAP manusia tentulah sangat menyukai dan merindukan Keindahan. Banyak orang yang menganggap keindahan adalah pangkal dari segala puji dan harga. Tidak usah heran kalau banyak orang memburunya. Ada orang yang berani pergi beratus bahkan beribu kilometer semata-mata untuk mencari suasana pemandangan yang indah. Banyak orang rela membuang waktu untuk berlatih mengolah jasmani setiap saat karena sangat ingin memiliki tubuh yang indah. Tak sedikit juga orang berani membelanjakan uangnya berjuta bahkan bermiliar karena sangat rindu memiliki rumah atau kendaraan mewah. (kok, saya jd sok tahu yah..he he he) beuh, namanya juga intropeksi memperindah hati...saya pribadi juga masih hancur abis² masalah hati :(

Akan tetapi, apa yang terjadi? Tak jarang kita menyaksikan betapa terhadap orang-orang yang memiliki pakaian dan penampilan yang mahal dan indah, yang datang ternyata bukan penghargaan, melainkan justru penghinaan. Ada juga orang yang memiliki rumah megah dan mewah, tetapi bukannya mendapatkan pujian, melainkan malah cibiran dan cacian. Mengapa keindahan yang tadinya disangka akan mengangkat derajat kemuliaan malah sebaliknya, padahal kunci keindahan yang sesungguhnya adalah jika sesorang merawat serta memperhatikan kecantikan dan keindahan hati. Inilah pangkal kemuliaan sebenarnya.

Boleh saja kita memakai segala apa pun yang indah-indah. Namun, kalau tidak memiliki hati yang indah, demi Allah, tidak akan pernah ada keindahan yang sebenarnya. Karenanya jangan terpedaya oleh keindahan dunia. Lihatlah, begitu banyak wanita malang yang tidak mengenal moral dan harga diri. Mereka pun tidak kalah indah dan molek wajah, tubuh, atau pun penampilannya. Kendatipun demikian, mereka tetap diberi oleh Allah dunia yang indah dan melimpah.

Mahasuci Allah dari perbuatan zalim kepada hamba-hamba-Nya. Ia sangat yakin bahwa hujan pasti berhenti. Badai pasti berlalu. Malam pasti berganti menjadi siang. Tidak ada satu pun ujian yang menimpa, kecuali pasti akan ada titik akhirnya. Ia tidak berubah bagai intan yang akan tetap kemilau walaupun dihantam dengan apa pun jua.

Memang luar biasa orang yang memiliki hati yang bersih. Nikmat datang tak pernah membuatnya lalai bersyukur, sementara sekalipun musibah yang menerjang, sama sekali tidak akan pernah mengurangi keyakinan akan curahan kasih sayang-Nya. Semua itu dikarenakan ia bisa menyelami sesuatu secara lebih dalam atas musibah yang menimpa dirinya, sehingga tergapailah sang mutiara hikmah. Subhanallah, sungguh teramat beruntung siapa pun yang senantiasa berikhtiar dengan sekuat-kuatnya untuk memperindah kalbunya. Wallahu a'lam

Tak ada kata "kalah" dalam hidupku Selengkapnya...

<< Sebuah Renungan Jiwa >>

Sobatku....
Pernahkah terpikir bahwa hidup kita tinggal sebulan lagi, seminggu, atau bahkan tinggal hari ini.
Seandainya usia kita tinggal hari ini, apakah yang kan kita lakukan?

Masihkah kita kan membiarkan diri berkubang dalam nestapa, kegundahan, galau dan lara...
Ataukah terbuai dalam dekapan masa lalu yang sebatas kenangan,
atau justru takut akan bayang masa depan yang belum tentu datang...

Sobat...
Jika hidup hanya tersisa hari ini saja,
masih sanggupkah kita membuat luka
masih tegakah berbuat angkara
masih bisakah memupuk malas , bersenda gurau dan membuang waktu percuma...

Sobat...
Jika hidup hanya tersisa hari ini saja,
seberapa khusyu'kah shalat kita
seberapa panjang tilawah-tilawah yang mengalun dari bibir kita
seberapa sering mengingat Dia dalam hati kita...

Sobat...
Jika hidup hanya tersisa hari ini saja,
kita lakukan hal terbaik yang kita bisa...
lepaskan belenggu masa lalu
enyahkan jerat takut masa depan
jadikan setiap detiknya penuh makna dan dalam tiap menitnya tak ada yang sia-sia...

Sobat...
Jika hidup hanya tersisa hari ini saja,
diri kan mengiba memohon maaf pada jiwa-jiwa yang terluka
melebur dengki pada hati- hati yang tlah menyakiti
menebar kasih dalam sukma yang penuh cinta...

Sobat...
Jika hanya hari ini yang tersisa,
kan kita persembahkan yang terindah dan terbaik untuk-NYA
Segenap jiwa raga tunduk dalam penghambaan kepada-NYA

"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku mengikuti kehendak Zat Yang Maha Mengatur Alam Semesta." [Al An'am:162]

(renungan jiwa di bumi cinta) Eny H Selengkapnya...

Memuji dan Dipuji

Salah satu fenomena kehidupan sehari hari adalah pujian. Pujian bisa diklasifikasikan dalam tiga bentuk. Pujian untuk menjilat, pujian basa basi dan pujian mengekspresikan kekaguman.
Pujian secara sehat dan proporsional, semestinya memotivasi kita untuk meningkatkan diri. Kenyataannya pujian justru membuat kita lupa daratan. Semakin sering pujian, semakin potensi kita menjadi terlena, besar kepala dan hilang kendalidiri. “Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertaqwa. (QS An Najm 32)
Rasulullah Saw memberikan tiga kiat menyikapi pujian secara sehat.

Pertama mawas diri supaya tidak terbuai pujian orang. Rasulullah selalu berdoa atas pujian orang kepadanya. “Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang orang itu.” (HR Bukhari). Pujian berpotensi menjerumuskan. Ibarat mengupas nangka, kita yang kena getahnya.
Kedua, menyadari hakekat pujian sebagai topeng dari sisi gelap yang tak diketahui oleh orang lain. Ketika seseorang memuji, itu karena faktor ketidak tahuannya akan belang serta sisi gelap kita. Rasulullah Saw berdoa, “Dan ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku)” (HR Bukhari)
Ketiga, Kalau sisi baik tentang kita itu benar adanya, Rasulullah saw mengajarkan agar memohon dijadikan lebih baik dari yang tampak dimata orang lain. “dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira.” HR Bukhari.

Bagaimana Rasulullah memuji?
Pertama, Nabi Saw tidak memuji langsung dihadapan orang itu, tetapi didepan orang lain dengan tujuan memotivasi. Suatu hari, seorang Badui yang baru masuk islam bertanya tentang Islam. Nabi saw menjawab bahwa islam adalah shalat lima waktu, puasa, dan zakat. Maka orang Badui itupun berjanji menjalaninya dengan konsisten.

Nabi memujinya setelah badui pergi. “sungguh beruntung kalau ia benar benar melakukan janjinya tadi. Barang siapa yang ingin melihat penghuni surga, maka lihatlah orang Badui tadi.” (HR Bukhari Muslim)
Kedua, Nabi saw lebih sering melontarkan pujian dengan berdoa. Nabi memuji Ibnu Abbas atas minat dan ketekunannya mendalami tafsir Al-Quran. “Ya Allah, jadikanlah dia ahli dalam ilmu agama dan ajarilah dia ilmu tafsir (Al Quran) (HR Al Hakim)

Begitu pula saat Nabi saw melihat ketekunan Abi Hurairah mengumpulkan Hadist dan menghafalkannya. Beliau mendoakan agar ia dikarunia kemampuan tidak lupa atas hafalannya. Allah Swt mengabulkan dan Abu Huraitah menjadi sahabat yang paling banyak meriwayatkan Hadist
Pujian orang kepada kita, bisa merusak kepribadian dan membunuh karakter tanpa disadari. Ketika seorang sahabat memuji sahabat lain secara langsung, Nabi Saw menegurnya, “Kamu telah memenggal leher temanmu.” (HR. Bukhari Muslim).
Untuk itu, sudah benarkan pujian yang kita berikan untuk orang lain? Selengkapnya...

Senin, 12 Juli 2010

٠•●♥•.Sebuah Renungan Hidup٠•●♥•.

ALLAH yang Mahabaik memberi kita ikan, tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.

Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai.

Mulailah sekarang...
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.

Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai, tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.

Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan, tetapi kehidupan lajang tidak memiliki kesenangan.

Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.

Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.

Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah....hati seorang wanita .

Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga

Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.

Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain... tapi menyesallah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.

Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.

Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan , kegunaannya terletak pada penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal, sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.

Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.

Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.

Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.

Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.

Kamu tak bisa mengubah masa lalu....
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.

Bila Kamu mengisi hati kamu .....
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.

Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses. Selengkapnya...

~..~ TRAGEDI LERENG MURIA ~..~

Sobatku semua - Ma'af Ini bukan kisah nyata...ini hanya karangan yang terinspirasi
Pada suatu hari Ada seorang Ibu melarikan diri dari Rumahnya setelah bertengkar dengan suaminya.Ia membawa Anak gadisnya. mereka datang meminta bantuan kepada petugas kecamtan atau kamtibmas.tetapi petugas melihat hal aneh pada anak gadis yang dibawanya.Perilakunya tidak menunjukkan anak yang normal. Tubuhnya bunkuk kurus kering,kotor,dan menyedihkan .Ia tidak henti-hentinya meludah . Tidak satu kata pun terlontar dari mulutnya.Petugas mengira gadis gadis ini telah dianiaya Ibunya.Itulah sebabnya , kedua orang gadis itu berhubungan denagn pengadilan.Pada hari sidang Ayah gadis itu bunuh Diri.Ia meninggalkan catatan,
'' DUNIA TIDAK AKAN PERNAH MENGERTI''
Mungkin Ia benar.Dunia tidak akan mengerti bagaimana mungkin seorang Ayah dapat membeci Anaknya begitu sangat. Penyelidikan kemudian dapat mengungkapkan bahwa Aisyah-demikian nama gadis tersebut. melewati masa kecilnya di neraka yang diciptakan Ayahnya sendiri.Sejak kecil ,Ayahnya mengikat Aisyah dalam sebuah tempat duduk yang ketat.malam hari,Ia ditempatkan dalam semacam kurungan dari besi.Sering kali ia kelaparan .Tetapi kalau Aisyah menangis,Ayahnya segera memukulnya.Si Ayah tidak pernah berbicara. Si Ibu terlalu buta untuk mengurusnya.Kakak lelaki Aisyah-lah akhirnya yang berusaha memberi makanan dan minuman.Itu pun sesuai dengan perintah Ayahnya : harus dilakukan diam-diam,tanpa mengeluarkan suara.Aisyah tidak pernah mendengar orang bercakap-cakap ;apalagi bergaul .Kakak dan Ibunya sering mengobrol dengan berbisik karena takut terdengar ayahnya.

Ketika Aisyah masuk rumah sakit tidaklah jelas apakah ia dapat berbicara atau mengerti pembicaraan orang lain.Ia membisu kepandaiannya tidak berbeda dengan anak berusia satu tahun.

Aisyah merupakan contoh langka seorang manusia yang tidak memperoleh kesempatan bergaul,berkomunikasi,serta mengungkapkan pikiran dan perasaannya.

Tentu ,kamu bukan Aisyah .Kamu tidak diperlakukan seperti Aisyah.dan kamu.pasti tak ingin sepeti Aisyah yang malang itu. Buktinya ? Kamu tidak kuper,alias kurang pergaulan.Kamu punya banyak teman dan pandai bergaul!Bahkan teman kamu baik-baik dan Shaleh-shaleh.

Kamu kenal Tarzan ,si tokoh fiktif itu ? Ia masih untung.Mungkin kamu ngajuin pertanyaan,'' lho, gimana si tarzan bisa untung .Ia kan hidup dihutan belantara Sendiri lagi.?

Ya, memang tampaknya Ia hidup sendirian.Tapi Ia juga kan bergaul,menjalin persahabatan dengan seisi hutan.Malah konon,walau hidup dihutan belantara,Ia masih punya sahabat manusia.Hebat juga tuh si tarzan ! ya ?

memang ,suadah pembawaannya ( fitrah ) Manusia itu tak mungkin hidup wajar tanpa bergaul dengan Manusia lainnya. ''Manusia adalah mkhluk sosial,''begitukan kata pak ustadz.Karena itu,sebagai manusia,tentu saja kamu juga mesti membangun pergaulan dengan lingkungan dimana kamu hidup.ya dengan lingkungan keluarga kamu,ya lingkungan belajar kamu,ya lingkungan bermain kamu,dan masyarakat kamu pada umumnya.

Lebih dari itu ,manusia memang membutuhkan bantuan pihak lainnya:bantuan lahir batin,Lho ! Bukan hanya selagi hidup,bahkan setelah mati pun manusia memerlukannya.Mengapa? Perhatikan saja,apa kamu lihat orang mati ngubur dirinya sendiri? Ayo,pernah enggak ? tentu saja,dikuburkan oran hidup buakan?

Singkatnya dalam kamus kemanusiaan,ada satu istilah yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia;yaitu pergaulan.Sebenarnya ada istilah lain yang terkait dengan istilah pergaulan ini.Tentu kamu juga telah mengenalnya. Yaitu,yang disebut '' PERSAHABATAN''PERSAUDARAAN'' dan '' UKHUWAH ''

Meskipun memiliki makna dan pengertian tertentu, Istilah - istilah itu dengan jelas mengisyaratkan adanya kebutuhan kamu akan kehadiran orang lain.Tapi,siapakah orang yang akan membantu kita ? Apa sembarang orang ? Tentu saja yang paling jelas adalah orang-orang yang paling dekat dengan kita. Ya keluargamu ! Tetanggamu ! atau siapa saja yang menaruh simpati kepadamu.Nah , disinilah pentingnya persahabatan.

SEMOGA CERITA INI MENGINSPIRASIKAN ANDA
PENTINGNYA PERSAHABATAN INI Selengkapnya...

~..~ PULANGLAH DENGAN RINDU ~..~

Sobat...? kita harus meyakini bahwa hidup di Dunia ini hakikatnya adalah merantau. Tidak ada sesuatu yang abadi didalamnya. Karena kita sedang merantau,maka mau tak mau suatu saat kita pasti akan pulang.Tempat yang permanen sudah disiapkan Allah Subhannahu Wa Ta'ala di akhirat sana. Karena pulang adalah suatu kepastian,maka kita harus merindukan pulang dengan panggilan yang indah dari Sang Pencipta.

Allah Subhannahu Wa Ta'ala berfirman:
''Wahai jiwa yang tenang, kembalillah kepada Tuhanmu dengan hati yang Ridho dan di Ridhoinya, maka masuklah kedalam Jamaah Hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam Surga-Ku'' ( QS-AL-FAJR 28-30 )

Dalam ayat di atas Allah Subhannahu Wa Ta'ala - Memanggil dengan panggilan yang sangat indah kepada jiwa yang tenang ( NAFSU MUTMAINNAH )

PULANGLAH ...SEKARANG SAATNYA ENGKAU PULANG DENGAN PENUH KEGEMBIRAAN DAN KERINDHOAN-KU.
Orang yang pulang merasa senang,begitupun Allah Subhannahu Wa Ta'ala merasa senang meneriman-Nya.
Setelah menyambut dengan keridhoan Allah Subhannahu Wa Ta'ala mempersilahkan jiwa yang tenang itu masuk ke dalam golongan hamba-Nya yakni para :
Ambiya,Syuhada dan Sholikhin.Ini suatu kenikmatan yang besar,karena tidak semua orang yang pulang itu di Ridhoi Allah Subhannahu Wa Ta'ala. Sebaliknya ada yang dimurkai-Nya. Mereka itu bukanlah golongan dari Hamba-Ku melainkan golongan para
Musyrikin,Munafiqiin dan kafiran.

Allah Subhannahu Wa Ta'ala ternyata tidak berhenti disini dalam menyambut jiwa yang tenang itu, Allah Subhannahu Wa Ta'ala selanjutnya mempersilahkan masuk kedalam Surga yang Abadi selama-lamanya.

Sungguh beruntunglah orang yang memiliki jiwa yang tenang , Ia akan memperoleh Tiga kenikmatan besar tatkala pulang memenuhi panggilan-Nya,disambut dengan Keridhoan Allah Subhannahu Wa Ta'ala, Dimasukkan kedalam golongan-golongan hebat ( hamba-Ku ) Dan terakhir masuk surga.

Apalagi yang kita impikan dalam hidup kita ini, kalau bukan ketiga ini bukan ??
Semoga kita termasuk jiwa yang dipanggil dengan sebutan jiwa yang tenang.
Jiwa yang dalam hatinya ada Iman,Sabar,Syukur,tidak menyakiti orang lain,tidak berburuk sangka,tidak menggunjing,Menyerahkan urusan kepada Allah Subhannahu Wa Ta'ala semata, dan kebaikan - kebaikan lainnya. Agar kita bisa rindu pulang kepada-Nya....

WAALLAHU A'LAM
SOBAT JIKA MUNGKIN ADA SALAH DAN KEKURANGAN
DALAM PENYAMPAIANKU
KUMOHON MA'AF ITU ATAS KHILAFKU.

SEMOGA CATATAN INI MEMBERIKAN MANFAAT DAN BAROKHAH
ATAS RIDHONYA..AMIN

~..~ JAZAKUMULLAH KHOIRON AHSANAL JAZA ~..~ Selengkapnya...

Kamis, 08 Juli 2010

SURAT BUAT AYAH

Maaf jika aku baru tersadar
Bahwa sudah terlalu banyak keringat yang keluar dari kulitmu
Hingga tak mampu aku seka walau dengan sejuta handuk
Karena sudah membanjiri dan menggenangi setiap lantai yang kupijak
Maaf jika aku kini tercenung
Karena terperangah oleh gundukan kebijakan
Yang telah kau pikirkan, katakan, dan kau lakukan
Hingga rasanya segunung uang yang telah kukumpulkan
Tak mampu untuk membayar semuanya

Maaf jika aku baru melihat
Banyaknya luka di otak dan tubuhmu
Tersayat oleh segala kekurangan dan ketidakberdayaanku
Terhujam dan tertikam oleh tindak tanduk yang tiada berkenan
Maaf jika aku tidak memperhatikan
Berjuta keluh dan lenguh lelah yang kau teriakkan di kesunyian kala sendiri
Sembunyi agar tiada dari anakmu terbangun karenanya di tengah malam
Dan kembali ke dunia mimpi dengan ketidakberdayaan jiwa

Aku tahu engkau telah hidup di dua alam sejak dulu
Siang kau sibuk bagai semut yang tak kenal lelah
Dan malam kau beterbangan bagai kelelawar lapar yang tak kenal bosan mengepak sayap
Aku juga tahu bahwa kau telah tutupi sakit dan perihmu
Karena ketegaran itu harus kau tunjukkan agar kami tiada berteriak lapar dan sedih
Kini usiamu telah lanjut seperti bunga yang kembali merunduk setelah 1 minggu mekar
Gurat gurat lemas di wajahmu mulai berlomba untuk bersolek
Dan ritme nafasmu yang semakin lemah perdengarkan hembusannya

Hai ayah......ini aku tulis sebuah surat janji padamu
Rumah Allah yang ingin kau bangun nanti dalam tiga kali hela nafas akan terbangun
Kebahagiaan masa tuamu dalam satu kedip mata akan bawakan tandu untuk membawamu
Istana dunia yang ingin kau dapatkan.dalam satu sebut kau panggil namaku kau akan berada didalamnya
Ketenangan jiwa yang kau idamkan dalam dua kali teriakmu akan terbirit birit untuk menghadapmu
Senyum senyum puas dalam dua kali kau jejak bumi akan tergantung dengan manis di wajahmu
Segarnya udara pagi tanpa bebani..akan selalu menyapamu tanpa kau mimpikan terlebih dulu
Dan peluk istri tercintamu akan selalu dapat kau rasakan karena tak akan pernah ku biarkan ia mengkhawatirkan kebutuhanku

Surat janjiku ini adalah sumpah atas nyawaku
Surat janji ini adalah harta yang menjadi jaminan atas kebahagiaanku
Jika boleh maka biar kutukarkan semua nafas yang kumiliki dengan terkabulkannya isi suratku
Sebelum aku melihat ayah menangis bahagia dan memelukku atas terciptanya mimpimu
Maka tak akan pernah kubiarkan tubuh ini beristirahat hingga jatuh dan terkulai untuk selamanya
Hidupku untuk kebahagiaanmu wahai orangtuaku percaya dan yakinlah aku mampu esok. Selengkapnya...

Rabu, 07 Juli 2010

●●Duhai Kekasih Sejatiku●●

Bismillahirrohmanirrohiim..
surat ini ku persembahkan untuk kekasih sejatiku..
kekasihku, ku mohon terimalah surat ini, dengarkanlah suara hatiku terdalam yang ku tuliskan lewat surat ini.

Duhai kekasih sejatiku tercinta,
Wahai kekasih sejatiku terkasih..
Tuhanku semesta alam.. pemilik jiwa ragaku..
yang menggenggam hati ini.. ALLOH SUBHANAHUWATA'ALA..

Ya Alloh.. ku tuliskan surat cinta ini sebagai ungkapan atas apa yang ku rasa padaMU..
Ya Alloh.. sungguh ku bersyukur menjadi hambaMU, menjadi Islam, dan memiliki tauladan seorang kekasihMU yg mulia,,Muhammad SAW..
Sungguh ku bersyukur memiliki Al Quranul kariim, cahayaMU, kalimatMU yang sangat menenangkanku, menghibur di saat gundahku, dan menjadi penuntunku hingga hari tersulitku kelak.. hari dimana catatan hidupku di dunia akan dibuka dan diperhitungkan..
Ya Alloh..Entah apa jadinya diriku ini jika aku bukan Islam dan tidak mengenal Islam..
Ya Alloh,,Entah apa jadinya diriku ini tanpa adanya belas kasih dan maghfirahMU.. sungguh meruginya aku.

Ya Alloh yang Maha Mengerti..
Sungguh ku bersyukur diriku terlahir Islam, dan berkat kasihMU hingga saat ini namaMU pun masih selalu terukir di hatiku.. dan ku harap akan selamanya hingga tak ada nafasku.

tapi ya Alloh,, sungguh akupun sering mempertanyakan diri ini, hati, jiwa, dan raga ini,
"apakah memang dirimu sudah benar2 Islam? apakah benar Alloh selalu di hatimu? Apakah benar Alloh adalah kekasih sejatimu? apakah kau jujur dan tulus mengatakan kau mencintaiNYA?"

kemudian sering terlintas pertanyaan yang sungguh membuat hatiku tersayat sayat..
"apa buktinya bahwa kau sungguh seorang Islam, apa buktinya kau adalah hamba yang sungguh mencintaiNYA, dan apakah Alloh sudah menerima cintaMu dan meridhoimu sebagai kekasihNYA?"

Ya Alloh,,sungguh aku takut, aku malu..
nyatanya diriku memang lebih sering mengkhianatiMU,
diriku terlalu sering lupa akan adanya Engkau di hidupku..
terlalu sering berubah lagi menjadi lalai, setelah bertekad akan bersungguh2 menjadi lebih baik dalam melakukan segala hal yang Engkau cinta dan tidak melakukan yang Kau benci..

Ya Alloh, aku sungguh lalai menjagaMU, mungkin karna kecongkakan dan lemahku.
Ya Alloh, aku sering mengkambing hitamkan syaitan padahal memang semua karna kelemahanku..
Ya Alloh,,sungguh kini aku menyadarinya,
aku mungkin belum pantas mengakui cinta kepadaMU tanpa ada pembuktian yang nyata..

Duhai kekasihku,,ku sering teringat dengan firmanMU dalam sebuah hadits,
Rosululloh saw. bersabda, "Alloh berfirman, 'Aku heran denganmu wahai anak Adam, Aku yang telah menciptakanmu tapi engkau menyembah selain Aku. Aku yang memberimu rezeki tapi engkau bersyukur kepada selain Aku. Aku perlihatkan rasa cintaKu kepadamu dengan memberi nikmat---padahal Aku tidak membutuhkanmu---tapi engkau perlihatkan rasa bencimu kepadaKu dengan melakukan maksiat, padahal engkau membutuhkanku. Kebaikanku senantiasa turun kepadamu tapi keburukanmu senantiasa naik kepadaku'"

Ya Alloh.. sungguh sedih hati ini mengetahui curahan hatiMu tersebut..
membuat air mataku mulai menari-nari di pipi..
dan scepat kilat hati pun terasa basah karna isak tangisku.
Ya Alloh aku takut akan pedihnya siksaMU..
Ya Allohu robbi,, Allohu goffar.. ku mohon ampunilah aku..
Wahai cinta sejatiku, kekasih hatiku, harapanku,..
terimalah maaf dariku..Astaghfirullohal'adziim..
Astaghfirullohal'adziim..Astaghfirullohal'adziim..

Banyak pendosa, termasuk diriku..
ketika diingatkan agar berhenti dari maksiatnya,
serta merta menjawab bahwa Alloh SWT itu Maha Pengasih dan Penyayang.
Padahal, selain memiliki sifat tersebut, Engkau juga memiliki sifat Mahakeras azab-Nya..
Ya Alloh sungguh sangat takut diri ini,
saat firmanMu yang tertulis dalam QS. Al Maidah: 98 mengingatkanku..

Ya Alloh ya Rohman,
izinkanlah aku perbaiki semua sebelum waktuku berjumpa denganMU tiba.

Duhai kekasih sejatiku,
Sungguh betapa aku malu atas semua yg Kau beri,
padahal diriku terlalu sering membuatMU kecewa..
Entah mungkin karna ku terlena, sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali agar aku kembali..
ya Alloh betapa tak ada apa2nya aku di hadapanMU..
YA Alloh,, Hanya Engkaulah cinta sejatiku,,takkan ada lagi illah selainMU..

Ya Alloh ya Rohiim..
pemilik cinta dari segala cinta..
Aku sadar kini, mencintai manusia bisa menimbulkan kekecewaan teramat dalam..
mencinta manusia khususnya lawan jenis di luar ikatan suci adalah sebuah kesia-siaan..
Kini, lebih baik mereka membenciku daripada kau membenciku karna hatiku ternodai, dan cinta untukMu secara tak sadar sudah ku khianati...
Kini ku sadar, mencintaiMu memang tidak pernah ada kekecewaan..
karna aku yakin Kau selalu membalas cinta hambaMu..

Ya Alloh,,meski tak pantas,
tapi aku ingin selalu berusaha mencintaiMU setulusnya,
sebenar2 aku cinta,.
Aku ingin mendekatiMU selamanya, sehina apapun diriku.. Ku berharap untuk bertemu denganMU ya Robbi..

Ya Alloh,,meski dosaku terlalu banyak,,
namun aku tak akan lelah memohon ampunanMU, karna Kau selalu memotivasiku dalam firmanMU,
"Wahai anak Adam selama engkau berdosa dan berharap kepadaKu, niscaya Aku ampuni segala dosamu yang telah lalu dan Aku tidak perdulikan lagi. Wahai anak Adam jikalau dosamu membumbung setinggi langit lalu engkau meminta ampunanKU, pasti engkau Ku ampuni. Wahai anak Adam, andai engkau datang kpd-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau bertemuKu dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku sedikitpun, pasti Aku mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula."

Subhanalloh walhamdulillah walaailaahaillalloh wallohuakbar..
sungguh Maha Luasnya ampunanMU itu...

ya Alloh subhanahuwata'ala..
kekasih sejatiku..
dalam sujud panjangku di hening malammu..
Ku memohon ampunanMU, terimalah cintaku ya Tuhanku.. Jangan biarkan ku berpaling lagi dariMu dan janganlah Engkau palingkan wajahMU dariku.
karna tak ada daya dan upayaku tanpa kasih sayangMU di hidupku..
tak ada artinya hidupku jika taubatku tak mendapat ridho dariMU..
DUHAI KEKASIH SEJATIKU.. Selengkapnya...

●●DO’A KU●●

YAA RABB…

Ampuni dosa-dosa yang terkadang aku tidak tahu kalau itu dosa…
Tuntun dan bimbinglah aku ke jalanMU yang lurus ini,
Bimbinglah diri yang lemah ini agar tetap lurus dalam BERGURU
Serta tuntun juga orang-orang yang selalu besertaku dalam membesarkan namaMU
Terima kasih atas semua karunia yang ENGKAU berikan

YA ALLAH…

Jangan ENGKAU berikan kekayaan yang membuat aku sombong
Jangan ENGKAU berikan kemulyaan yang membuat aku lalai
Jangan ENGKAU berikan kekuatan yang membuat aku angkuh
Jangan ENGKAU berikan kesenangan yang membuat aku lupa
Jangan ENGKAU berikan kenikmatan yang membuat aku kufur
Jangan ENGKAU berikan tahta yang membuat aku terpedaya
Jangan ENGKAU berikan pahala yang membuat aku tidak ihklas.

YAA RAHMAN YAA RAHIIM…

Andai ENGKAU berkenan…
Berikan aku semua dengan kasih dan sayang MU
Hingga aku semakin tahu diri dan mensyukuri segala yang ENGKAU berikan…

YAA RABB…
Berikan daku sahabat-sahabat yang selalu setia dalam menggapaiMU
Yang tangguh dan tabah dalam segala kesulitan
Yang tidak menjauh bila diberi kesenangan, tidak mengeluh bila diberi cobaan
Berilah saudara-saudaraku karunia yang membuat mereka selalu bersyukur kepadaMu,
Janganlah kami ENGKAU pecah belah
Janganlah kepada kami ENGKAU titipkan dendam kesumat, iri dengki dan sifat-sifat tercela,
Tapi titipkanlah di hati kami sifat saling menyayangi dan mencintai sesama…
Hari ini dan untuk selamanya
YAA ALLAH…

Perkenankanlah doa hamba ini…. Selengkapnya...

●●Kesendirian yang Bermakna●●

Kesendirian, suatu waktu di mana kita tak bisa menghindarinya. Banyak moment di mana kita harus tinggal seorang diri; saat di kamar mandi; saat di rumah tak ada orang kecuali kita; saat berada di sebuah ruangan warnet. Saat kesendirian itu muncul, saat di mana setan dengan gencarnya menggoda kita. Karena biasanya, kita akan jauh lebih semangat beribadah ketika ada orang di sekitar kita. Apalagi jika orang yang di dekat kita adalah orang yang shalih, yang senantiasa “menularkan” kebaikan pada diri kita. Ketika penghalang itu tak ada, setan pun dengan leluasa menerobos masuk dalam hati dan pikiran kita.

Karena iman yang lemah, kita pun kerap terjebak pada bujuk rayu syaithan. Kita menuruti apa mau syaithan. Tadinya kita rajin shalat, membaca al-Quran, tiba-tiba menjadi makhluk jalang yang bersuka cita pada kemaksiatan. “Ah… tidak ada yang melihat saya melakukannya,” bisiknya dalam hati.

Saat kesendirian itulah keimanan kita sedang diuji, apakah kita benar-benar mencintai Allah dengan setulus hati, apakah kita hanya takut kepada-Nya ataukah ibadah yang kita lakukan selama ini hanya sandiwara dan ingin dipuji oleh orang yang sedang bersama kita?

Saat sendiri, berarti kita hanya berdua-duaan dengan Allah. Alangkah baiknya kita gunakan kesempatan itu untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah. Ketika dalam keramaian kita berdzikir seratus kali. Maka saat sendirian, kita harus lebih dari itu. Uwais al-Qarny Ra. pernah berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang bisa mengenal Tuhannya, sementara dia lebih banyak bersama selain-Nya.”

Suatu ketika, di malam yang dingin dan sunyi, Imam Abu Hanifah bermunajat di sebuah masjid. Di sana beliau menghabiskan waktunya dengan shalat, dzikir, dan berdoa hingga shubuh. Tak disangka, ada orang yang melihat ibadahnya itu. Setelah mengetahui ada yang memperhatikannya, beliau lalu berkata kepada orang tersebut agar merahasiakan perihal apa yang dilihatnya.

Diriwayatkan bahwa Imam Malik tidak terlalu banyak melaksanakan puasa dan shalat sunnah. Akan tetapi, kesendiriannya dipenuh dengan hal-hal yang berguna dan bermakna.

Seorang ulama bernama Umar Tilmisani pernah menceritakan pengalamannya. Di suatu malam, Imam Hasan al-Banna – gurunya – memanggil namanya, “Ya Umar, apakah engkau sudah tidur?” Lantas Umar menjawab, “Belum ya Syaikh…” Kemudian Imam Hasan al-Banna kembali masuk ke kamarnya. Beberapa saat kemudian Imam Hasan al-Banna kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama. Tapi kali ini Umar sengaja tidak menjawabnya, karena pasti nanti akan bertanya lagi hal yang sama. Umar pura-pura tidur.

Setelah tidak ada jawaban dari Umar, Imam al-Banna masuk kembali ke kamarnya. Beberapa saat lamanya pertanyaan yang sama tidak segera muncul, Umar pun melihat apa yang dilakukan gurunya itu di dalam kamarnya. Demi melihatnya, Imam Hasan al-Banna sedang bermunajat dengan tangisan menyayat hati. Akhirnya tahulah Umar, jika gurunya itu menginginkan kesendirian dalam bermunajat kepada-Nya, sehingga amalan hanya semata-mata karena Allah.

Sungguh asyik berdua-duaan bersama Allah sehingga Allah akan menganugerahi cahaya pada wajah kita. Imam Hasan al-Bashri pernah ditanya, “Kenapa orang yang rajin shalat malam wajahnya tampak bercahaya?” Imam Hasan menjawab, “Karena dia berdua-duaan dengan Allah sehingga Allah menghadiahinya sebagian dari cahaya-Nya.”

Seorang yang taat di kala ramai maupun sepi akan mereguk manisnya iman. Dia akan mendapatkan peningkatan kualitas iman dalam dirinya. Sesungguhnya semua ibadah yang kita lakukan untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain. Kita berlaku demikian laksana melemparkan kayu Hindi (bahan minyak wangi) ke tengah bara api, kemudian wanginya tercium oleh manusia, namun mereka tak tahu dari mana sumber wewangian itu.

Ada orang yang jika kita mendekatinya terasa damai. Ketika menatap wajahnya, semakin mendorong kita untuk banyak mengingat Allah. Semakin bergaul akrab dengannya, terasa kebaikan-kebaikannya. Cintanya kepada kita bukan kamuflase sesaat, tetapi merupakan cinta murni yang datang dari-Nya. Terasa di sekeliling kita “harum mewangi” ketika kita bersamanya.

Namun, ada orang yang jika kita semakin dekat dengannya, hati kita semakin hampa, keras membatu, dan kotor oleh maksiat. Mungkin pada mulanya, kita menganggapnya orang baik. Namun lama kelamaan ketahuan belangnya, hatinya lebih busuk dari bangkai dan lebih kejam dari binatang liar. Merekalah orang-orang yang hanya taat di kala ramai, namun berbuat maksiat di saat sendiri.

Barangsiapa yang kesendiriannya baik dan penuh makna, akan menyebarlah aroma keutamaannya dan hati pun akan senantiasa mencium wewangiannya. Jagalah perilaku Anda dalam kesendirian, karena hal itu sangat bermanfaat. Selengkapnya...

Selasa, 06 Juli 2010

●●SURAT BUAT IBUNDA●●

kadang hari jadi demikian melelahkan, ibunda, ruang menujumu tiba-tiba saja terasa luas dan jauh
ingin nanda ceritakan tentang sayap-sayap yang tak henti belajar terbang
mencari setiap celah untuk memperpendek jarak mempersempit ruang
ingin nanda ceritakan tentang wangi kelopak sepanjang jalan, biru langit, hembus angin dan warna pucuk-pucuk hijau
mengumpulkan keindahan dalam telapak untuk dibawa pulang ke pangkuan
berharap bisa menghapus letih kening dan sudut mata bunda

sesungguhnya tak jarang langkah nanda tersandung batu terhalang badai
tapi bekal yang bunda sampirkan sejak dulu selalu bisa menghantar nanda ke seberang

kadang kabut sama sekali nyaris tak tertembus, ibunda, perjuangan melewatinya tiba-tiba saja kehilangan tenaga
ingin nanda ceritakan tentang ketakutan-ketakutan dan mimpi buruk menjelang tengah malam
tentang kegamangan dan keraguan setiap kali jembatan dan pintu menghadang di depan mata
tapi percayalah bekal yang bunda titipkan di bahu selalu bisa mengisi kekosongan, menguatkan dan menegakkan kembali wajah nanda

seperti pesan bunda,
nanda belajar dari rumput yang tegar untuk selalu tumbuh
nanda belajar dari tetes hujan di atas batu yang tawakal berikhtiar

tak pernah mudah, ibunda, tak pernah
jika sesekali nanda berhenti
nanda ingin bunda tahu bukan tuk menyerah
tapi menerjemah hikmah dan menelaah diri sebelum berjalan lagi

tak pernah mudah, ibunda, memang tak pernah
tapi nanda tak gentar
sebab cinta dan doa bunda terbukti jadi energi tak berbatas yang tak pernah kehabisan cahaya dalam setiap langkah nanda Selengkapnya...

MALAS BELAJAR = MENUMPUK DERITA" oleh : Ryi 81

MALAS BELAJAR = MENUMPUK DERITA oleh : Ry 81
MALAS BELAJAR = MENUMPUK DERITA “Untuk Sukses Kita Tidak Perlu Menjadi Orang Pintar Melainkan Kita Cukup Menjadi Orang Yang Mau Terus Belajar” Keinginan belajar yang kuat mampu mengantarkan manusia menjadi kaya baik harta maupun jiwa. Ada seorang anak hidup dikeluarg...a yang sangat kaya. Ia juga anak tunggal yang selalu dimanja oleh kedua orangtuanya sehingga semua kemauannya selalu dituruti. Dengan segala fasilitas yang ada membuatnya tidak pernah mau berusaha sendiri dalam hal sekecil apapun. Ia tdak mau belajar untuk mandiri dan selalu beranggapan bahwa segala sesuatu dapat diperoleh dengan harta yang dimiliki keluarganya. Keadaan tersebut terus berlangsung sehingga ia dewasa. Semasa sekolah, dirinya tidak pernah belajar dengan serius dan selalu menggampangkan semua masalah yang ada. Orang tuanya sering menasehati agar diwaktu muda jangan mensia-siakan kesempatan yang ada untuk belajar apapun. ”Nak, belajarnya dengan sungguh-sungguh, karena ilmu dapat dijadikan bekal dihari tua” Ucap ayahnya ketika ia masih sekolah. ”Hidup yang penting kaya. Dengan uang semua masalah akan beres” Bantah si anak tidak mau mendengarkan. Dirinya lebih suka melewatkan waktu yang ada dengan main dan main. ”Belajarlah nak, sekecil apapun pasti berguna buat kamu” Nasehat ayahnya dilain waktu disaat si anak sudah mulai dewasa. ”Saya kan sudah tidak sekolah lagi buat apa belajar” Jawab si anak sambil tertawa yang menganggap bahwa belajar hanya dilakukan oleh anak-anak sekolah. ”Belajar itu tidak hanya disekolah, belajar itu bisa dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja” Lagi-lagi ayahnya masih terus berusaha untuk menyadarkan anaknya. ”Alah... santai saja, hidup yang penting ada uang maka segalanya akan beres” si anak tetap bersikukuh tidak mau mendengarkan nasehat ayahnya. Waktu terus berjalan dan si anak pun sudah berkeluarga namun kelakuannya masih tetap sama sampai ketika ayahnya meninggal dunia. Dirinyapun diwariskan banyak sekali kekayaan. Awalnya dirinya masih tidak mengubah gaya hidupnya, tapi lama-lama dirinya sadar juga bahwa harta kekayaan yang diwariskan kepadanya kalau tidak dikelola dengan baik maka lama-lama akan habis. Maka dirinyapun bertekad untuk mempertahankan semua yang diwariskan kepadanya. Ia pun mengelola usaha-usaha yang ditinggalkan ayahnya. Ditangannya usaha yang dirintis orang tuanya bukannya semakin maju melainkan semakin hari semakin mundur dan harta kekayaannya pun ikut menipis. Apapun usaha yang dilakukan tidak dapat mempertahankan semua yang ada bahkan tidak jarang dirinya tidak tahu harus mengambil tindakan apa. Maka dalam waktu yang tidak terlalu lama semua usahanyapun bangkrut dan ia pun jatuh miskin. Dirinya sangat menyesal bahwa selama hidupnya ia tidak pernah mau belajar dan tersadar pula bahwa anggapannya bahwa semua hal didunia ini bisa dibeli dengan uang tidaklah benar. Ia meratapi nasibnya sekarang yang telah menjelma menjadi orang miskin dan merasa bersalah karena tidak mendengar nasehat ayahnya. Beruntung dirinya tidak larut dalam kesedihan dan keterpurukannya, dan dirinya pun sudah paham bahwa harta tanpa ilmu maka tidak ada gunanya. Mulai saat itu, ia pun memutuskan diri untuk belajar dan mendadak nasehat ayahnya ketika masih hidup pun terngiang ditelinganya bahwa ”Belajar bisa dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja” Dirinya pun sudah paham akan nasehat orang tuannya bahwa belajar tidak hanya disekolah tetapi arena pembelajaran yang sesungguhnya adalah kehidupan termasuk belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat. Ia tidak ingin terjebak untuk kedua kalinya dengan kata terlambat. Baginya yang sudah membuang separuh umur hidupnya untuk belajar pun belum terlambat untuk belajar. Karena ketekunannya untuk mempelajari sesuatu, ia pun merasakan banyak manfaatnya. Semakin banyak belajar semakin membuatnya sadar bahwa dalam hidup ini memang harus terus belajar dan dengan mengerti banyak hal ia baru merasakan dirinya memiliki arti dan bisa menentukan tujuan hidupnya. Dan ia pun membenarkan pesan ayahnya sewaktu hidup bahwa manusia memang bisa belajar dari siapa pun tidak terkecuali orang dibawah kita dan ilmu pun tidak mengenal ruang dan waktu. Ia terus menapaki kehidupannya dengan segudang rencana masa depan tanpa mau dibayangi oleh masa lalunya yang kelam, pelan-pelan ia pun membangun kembali apa yang pernah menjadi kekayaan keluarganya. Tidak lama kemudian dia berhasil membangun kembali apa yang pernah dirinya hancurkan. Tak terasa usianya pun sudah mulai senja, ia juga sudah dianugerahi anak dan cucu. Tapi dia masih tetap belajar dalam hal apapun sembari selalu mengingatkan kepada penerusnya untuk tidak meniru separuh hidupnya yang tidak mau belajar dan berhura-hura. Akhirnya, dirinya pun patut berbangga, ia mampu membangun kembali usaha orang tuanya yang telah dihancurkan bahkan sekarang berkali-kali lipat keberhasilannya dari sebelumnya. SATU PELAJARAN YANG PALING PENTING BAGINYA ADALAH BELAJAR DARI KETIDAKMAUANNYA UNTUK BELAJAR. ”SEMAKIN BANYAK KITA BELAJAR MEMBUAT KITA SEMAKIN TIDAK TAHU YANG TERUS MENDORONG DIRI KITA MENGGALI APA SAJA UNTUK MEMENUHI KETIDAKTAHUAN KITA YANG TANPA SADAR JUSTRU MEMBUAT HATI KITA MENJADI TAHU BANYAK HAL” Sahabat, Manusia hidup memang tidak pernah terlepas dari proses belajar dan belajar pun tidak berarti hanya melalui pendidikan formal seperti disekolah namun belajar harus diartikan dalam lingkup yang seluas-luasnya. Apa yang diceritakan oleh kisah diatas memang benar adanya bahwa belajar bisa dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli dalam keadaan apapun kita tetap bisa mendapatkan satu ilmu jika kita mau berusaha, ilmu bisa didapat dengan cara membaca, melihat ataupun mendengar. Ilmu pun tidak terbatas. Dan semua ilmu itu penting bahkan yang sangat penting adalah ilmu yang kita petik dari kehidupan baik dari kehidupan kehidupan sendiri maupun orang lain, seperti kita bisa belajar dari kesalahan sendiri yang kelak kita tidak akan mengulanginya, kita juga dapat belajar dari kesalahan orang lain agar tidak mengalami celaka yang sama. Orang yang maju adalah orang yang tidak pernah lelah untuk belajar, ia tidak akan membiarkan waktunya berlalu tanpa mendapatkan satu pelajaran yang berarti. Ilmu pengetahuan dan ilmu kehidupan memang merupakan barang langka bagi mereka yang tidak pernah mencarinya. Akan tetapi bagi orang yang tahu pentingnya ilmu dan mau mencari tentu tidak susah mendapatkannya. Karena memang ilmu itu ada disekitar kita. Bila ada yang tidak mengerti kita bisa bertanya dan dengan bertanya kita akan mendapat jawabannya. Selain itu, proses belajar juga merupakan satu cara untuk pendewasaan diri, dengan banyak belajar maka logika kita bisa bekerja lebih baik dan pikirian pun jadi lebih berbobot dengan pertimbangan-pertimbangan yang lebih matang sehingga akan menghasilkan tindakan yang lebih masuk akal. Orang bijak menyatakan bahwa ”ORANG YANG TIDAK MAU BELAJAR DEKAT DENGAN KEBODOHAN DAN KEBODOHAN DEKAT DENGAN KEMISKINAN” Orang yang bodoh adalah orang yang tidak banyak tahu dan tidak banyak tahu karena tidak pernah belajar, tidak belajar juga menyebabkan pemikiran tidak berkembang, sehingga yang dikuasai hanya itu-itu saja yang otomatis tidak dapat berbuat banyak. Jika tidak dapat berbuat banyak tentu tidak dapat menghasilkan banyak pula, dengan demikian omongan yang bijak itu sangat benar dan beralasan. Orang yang mau belajar tidak pernah rugi dalam hidupnya, sampai kemanapun dan dimanapun, apa yang didapatkan dari pembelajarannya pasti berguna dan apa yang telah didapatkan selama kita belajar selalu akan melekat dalam diri kita. Ia merupakan kekayaan yang tidak terlihat dan tidak akan habis terpakai karena kekayaan ilmu adalah kekayaan intelektual yang sekaligus kekayaan jiwa yang tidak dapat dirampas, dan kekayaan semacam ini semakin banyak kita memberi ke orang lain akan semakin bertambah. Sahabat, sekejap saja kita membiarkan waktu berlalu tanpa mencari tahu apa yang terjadi pada waktu itu kita akan ketinggalan. Zaman selalu berubah yang tentu juga membawa perubahan bagi kehidupan itu sendiri, perbaharui isi otak dengan segala informasi terbaru dan bila membutuhkan kita harus merubah cara pandang, kita juga jangan segan-segan untuk melakukannya. Paradigma belajar itu membosankan dan sudah harus disingkirkan, karena yang dimaksud belajar disini bukan lazim belajar anak sekolah yang menghafal buku-buku pelajarannya. Sekali lagi belajar yang dimaksudkan disini adalah belajar pada semua sektor kehidupan meskipun kita tidak mungkin habis untuk menguasai semuanya, karena memang itu tidak mungkin bisa dilakukan. Akhir kata semakin banyak kita belajar maka semakin banyak pula yang kita dapatkan. Untuk hidup bahagia Kita hanya perlu melihat dengan seksama disekitar kita. Renungkan dengan pikiran jernih terhadap apa yang telah kita lihat, Lalu rasakan dengan nurani atas perenungan itu Setelah itu buka kedua tangan kita untuk merubah yang belum baik Menjadi baik, yang tidak baik menjadi baik dan yang sudah baik menjadi Lebih baik lagi. Selengkapnya...

Senin, 05 Juli 2010

●●Teruntuk kalian Sahabatku●●

Sahabatku,

Ku berikan namamu "Teman Sejati"..
"Selama ini kumencari-cari teman yang sejati buat menemani perjuangan ini".
Oh, siapa sangka hadirmu membawa diri ini mengenali apa itu sebenarnya ukhuwah.Kita berjauhan, namun Allah dekatkan hati kita. Cerita mu adalah ceritaku dan begitu juga sebaliknya. Tatkala diriku bersedih, kau datang memberi semangat buatku. Nasihatmu selalu menemaniku. Ya, karena itu kau umpama cermin bagiku.. Sering kau katakan bahwa diriku lebih baik darimu.. namun, hakikatnya diriku banyak kekurangan malah sedikit kelebihannya wahai sahabat. Tapi, dalam kelebihan dan kekurangan itu kita tetap bersama karena bukankah persahabatan ini untuk saling melengkapkan?

Sahabatku,

Ku tahu hatimu resah, tatkala dirimu meminta nasihat dariku. Dalam hidup ini, akan hadir saat2 dimana kita perlu membuat pilihan. Namun kita sering khawatir, adakah pilihan itu yang terbaik buat diri kita. Sukarnya membuat sesuatu keputusan, terutamanya yang bakal menentu perjalanan kehidupan kita. FirmanNya yang bermaksud:

"..Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi kamu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah:ayat 216)

Ya, "Wallahu yaklam, wa antum taklam." Jadi kepada siapa lagi harus kita sandarkan, melainkan pada Dia yang menciptakan kita! Dia jua yang telah menetapkan takdir buat kita di Lauh Mahfuznya dan takdir Allah itu begitu sempurna buat hambaNya.
"Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang di janjikan kepadamu." (Adz-Dzariyat:ayat 22)


Malah Allah telah menetapkan beberapa panduan untuk kita pilih.

"Dinikahi seseorang itu karena empat perkara, harta, kecantikan, keturunan dan agama. Maka pilihlah yang beragama, niscaya beruntung diri."

"Pesan Abu Hurairah r.a. kepada puterinya: Pilihlah bakal suamimu orang yang bertaqwa karena jika dia suka kepadamu, dia mendoakan kebaikan untukmu. Jika dia tidak menyenangimu, dia tidak akan berlaku zalim terhadapmu.

Teruskan doamu sahabat, memohon belas kasihan dariNya agar ditunjukkan jalan yang benar. Sahabatmu ini hanya boleh memberi nasihat sekadar mampu karena segalanya adalah terletak padamu.. hasil dari petunjuk Allah buatmu. Adakah yang hadir itu benar, adakah masa yang tiba itu sesuai, adakah diri bersedia memikul sebuah tanggungjawab ataupun semua ini sekadar ujian dariNya buat diri? Pasrahkan hatimu memohon padaNya kerana mereka yang berdoa dengan ikhlas akan dimakbulkan doanya. InsyaAllah. FirmanNya yang bermaksud:

"Dan Tuhanku berfirman, "Berdoalah kepadaku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.." (Al-Mukmin:ayat 60)

Sahabatku,

Saat ini, mari kita sama2 terus berusaha.. berusaha berdoa dan memperbaiki diri. Melengkapkan diri dengan ILMU, untuk menjadi amal kelak. Bukankah kita yakin pada janjiNya sebagaimana dalam firmanNya yang bermaksud:

"Perempuan-perempuan jahat untuk laki-laki jahat,laki-laki Jahat untuk perempuan-perempuan jahat pula,perempuan-perempuan baik untuk laki-laki baik,laki-laki baik untuk perempuan-perempuan baik pula. (An-Nur:ayat 26)


Sekiranya kita melakukan sesuatu karena Allah, pasti akan ada jalanNya. Jadi sandarkanlah jua urusan ini karena Allah pasti hatimu akan lebih tenang. Bukankah kita ingin menyahut tuntutan ini karena ALLAH dan RASULNYA? Ya, itu matlamat utama kita. Menyambung sebuah kesinambungan dakwah agar generasi kita menjadi rantai2 perjuangan. Menjadi sayap kiri perjuangan, dan menjadi ummi buat bakal rijaluddin. Maka, mari kita pelihara diri sebaik2nya dan kembali kepada syariat Islam. Usah terpedaya dengan hiasan2 dan bunga-bunga dari syaitan yang selalu berusaha menjatuhkan sebuah iman dalam hati.

"Perempuan tidak perlu mendekati lelaki untuk mengetahui siapakah yang Allah takdirkan untuk dia. Yang Allah takdirkan untuk kita akan tetap datang walaupun kita mengelaknya. Peliharalah maruah agar dengannya kita boleh menuntut janji bahawa lelaki yang baik adalah untuk perempuan yang baik. Begitu juga sebaliknya."

Sebuah doa, sebuah pengharapan.. diberikan HANYA padaNya.. Moga dirimu bertemu kebaikan.. InsyaAllah..

"Ya Allah, aku memohon akan Engkau memilihkan mana yang baik menurut Engkau Ya Allah. Aku memohon memberikan kepastian dengan ketentuanMu dan aku memohon dengan kemurahan Engkau yang Maha Agung, kerana sesungguhnya Engkau Tuhan yang Maha Berkuasa, sedang aku tidak tahu, dan Engkaulah Tuhan yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui perkara ini baik bagiku, bagi agamaku, bagi penghidupanku, dan baik pula akibatnya bagiku, mudahkanlah ia bagiku dan berikanlah keberkatan bagiku di dalamnya.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahawa perkara ini tidak baik bagiku, bagi agamaku dan penghidupanku, dan tidak baik akibatnya bagiku maka jauhkanlah hal ini daripadaku dan jauhkanlah aku daripadanya.

Berilah kebaikan di mana saja aku berada dan jadikanlah aku orang yang ridho atas anugerahMu. Amiin."



~Mengejar sebuah impian untuk mendapat Cinta dan RidhoNya dalam setiap urusan. Membina harapan untuk menjadi seorang mujahidah..
"Ya Allah, peliharalah kami sebagaimana Engkau memelihara wanita-wanita solehah. Amiin.. Allahumma amiin.."~ Selengkapnya...

●●KETIKA MENCINTAI TIDAK BISA MENIKAHI..●●

Saudaraku..
Ketika kita sudah menyempurnakan Ikhtiar..
Dengan Niat menjaga kesucian diri dari dosa
Menjaga kesucian pandangan..
Bahkan sampai dengan proses Ta’aruf yang Terjaga..

Ketika kita juga sudah berdoa setiap hari..
Sholat Istikharah sampai meneteskan airmata bercucuran..
Dan sepertinya Dialah yang terbaik buat kita..
Dialah yang akan menjadi pendamping hidup kita..

Namun..
Ternyata dirinya tidak bersedia menerima kita..
Ternyata dirinya menolak cinta kita..
Oh My God.:(
Dunia sepertinya mau Kiamat..
Hati teriris-iris..diri jadi melankolis..^^

Saudaraku..
Memang Alangkah bahagianya jika cinta yang hendak kita bingkai
dalam nuansa indah PERNIKAHAN, mendapatkan Sapaan lembut..
Sambutan hangat serta Sunggingan senyum dari dia yg kita dambakan.
Namun betapa nestapanya ketika CINTA TULUS yang kita ungkapkan..
ternyata harus BERTEPUK SEBELAH TANGAN..
Cinta Memang Tak Harus Memiliki..
Mungkin kita sering mendengar ungkapan itu..
Mudah diucapkan..
Tapi kenyataannya..
Sulit dilaksanakan..

Saudaraku..
Janganlah bersedih
Yakinilah bahwasanya kegagalan cinta yang kita alami.
Tertolaknya cinta yang kita ajukan..
Sudah dirancang,dan ditulis sedemikian rupa oleh Allah..
Semuanya ada hikmahnya saudaraku..

Saudaraku..
Yakinlah bahwa Allah pasti akan memilihkan yang terbaik buat kita.
Jika kita ditolak saat ini..
Berarti Allah sudah menyiapkan buat kita yang lebih baik..
Dari yang Sekarang Menolak kita..

Saudaraku..
Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah..
Allah ingin menguji kita ,seberapa besar kita terhadap komitmen pernikahan..
Allah ingin lebih mendewasakan kita dan memantapkan kepribadian kita dalam menghadapi kegagalan..

Saudaraku..
Kita mungkin kecewa,frustasi,trauma,sedih serta kehilangan semangat..
Tapi jangan sampai Rasa SEDIHMU itu..memakan hari-harimu..
Ketika engkau terlalu larut dalam kesedihan.
Maka dirimu akan menjadi lemah..
Ya..lemah dalam beribadah..malas dalam bekerja..
Menggiringmu untuk berburuk sangka terhadap Allah..
Dan Syetan akan menggunakan perangkapnya untuk menipumu..
Sehingga gaya hidup kamu bisa menjadi bebas..tak ada aturan


Saudaraku..
Dijamin hari-harimu TIDAK AKAN BAHAGIA..selama engkau LARUT DALAM KESEDIHAN..
Dunia tak selebar daun kelor..(kata orang dulu^^)
Apa kamu tak tahu bahwa dunia ini begitu luas..
Bertebaranlah dibumi Allah yang Luas..
Jodohmu bisa saja ada diseberang Pulau..
Dilain Kota..dilain Provinsi..
tapi bisa juga dekat Rumahmu..
Carilah dengan Jalan yang diridhoi oleh-Nya

Seperti kata Imam Hasan Al Banna
“Mimpimu hari ini adalah kenyataan esok hari,Kenyataan hari ini adalah mimpimu hari kemarin”
Raihlah mimpimu ..Yakinlah Saudaraku Harapan itu Masih Ada
Carilah Gantinya dengan menjaga Niat Saudaraku..
Carilah seseorang yang bisa melabuhkan cintanya kepada Allah
Agar bertambah kekuatan cintamu kepada Allah..
Agar bertambah imanmu ,ketika engkau bersamanya..
Bukan hanya sekedar Melampiaskan Kekecewaan atau Nafsu belaka..
Karena dengan Niat yang Lurus mencari Ridho Allah.
insya Allah akan membawa keberkahan..

Saudaraku..
Sambil kita mencari..
Jangan lupa memperbaiki diri..
Perbaiki kekurangan kita dalam segala hal..
Siapkan dari sisi ruhiyah kita,sisi ekonomi kita,kematangan kita,keilmuan kita
Kalau kita ingin mendapat pasangan yang berkualitas bagus..
Tentunya kita harus berkualitas bagus juga.
“Wanita yang baik-baik..untuk Lelaki yang baik-baik..”
begitulah Allah berfirman dalam Surat An-Nuur:26

Saudaraku..
Cobalah hadapi dengan tersenyum..^^
Ya..Karena senyuman menghilangkan tegangnya pikiran..
Senyuman itu menggerakkan 17 otot wajah..
Sementara cemberut atau marah membutuhkan tarikan 32 otot wajah(kata seorang dokter)
Tersenyumlah Saudaraku..
Karena senyuman membuat peredaran darah menjadi lebih baik
Karena senyuman membuat hati menjadi lebih ceria..
Karena senyuman warisan Rasulullah.
Karena senyuman adalah sedekah..

Saudaraku..
Jika kita sudah menyikapi kegagalan dengan bijaksana.
Buatlah suatu prestasi indah yang dikenang sejarah
Buatlah dirimu bermanfaat juga buat orang lain..
Buktikanlah..
Bahwa kegagalanmu..malah membuatmu menjadi cambuk..
Cambuk yang akan melejitkan potensi dalam diri..
Membangunkan kita dari tidur lelap.
Membukakan mata hati kita..
Agar lebih arif dan bijak memandang kehidupan.


TETAPLAH SEMANGAT..YAKINLAH SAUDARAKU..HARAPAN ITU MASIH ADA^^ )I(

Ibnu AlJauzy:”Jika anda tidak mampu menangkap hikmah,bukan karena hikmah itu tidak ada,namun semua itu diakibatkan kelemahan daya ingat anda sendiri,Anda kemudian harus tahu bahwa para Rajapun memiliki rahasia yang tidak diketahui setiap orang,Bagaimana mungkin anda dengan segala kelemahan ada akan mengungkap seluruh hikmahnya?”

“Ya Allah,Berilah kami kekuatan dalam menjalani lika-liku kehidupan ini.Limpahkan belas kasih sayang-Mu kepada kami,sehingga kami bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian yang selalu membawa kebaikan buat kami..”Amiinnn..

Smoga kita bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian.
Mohon maaf bila ada kata tak berkenan.. Selengkapnya...