Cabang olahraga menembak yang dilaksanakan di Lapangan Tonasa II pada selasa (9/11) resmi ditutup, dengan kemenangan untuk Kota Makassar yang berhasil mengantongi 12 emas, 2 perak dan 9 perunggu.
Kemenangan Makassar diperoleh setelah A Nurmin apage menjuarai tembakan kelas putri, disusul dengan Mutmainah dan Ir. Suraidah miru yang juga mendapatkan medali emas untuk kelas arm putri. Selain itu, arm putri junior berhasil membawa satu emas untuk Makassar. Pada keurutan kedua ditempati oleh Maros dengan 5 emas, 5 perak dan 1 perunggu. Kabupaten Maros berhasil unggul dalam kelas tembakan Putra dan tembakan arm tim putra.
Penembak dari kontingen Maros diperkuat oleh Hutri ardiyanto yang juga mendapatkan medali perak dari kelas tembakan arm putra junior dan medali emas dari kelas tim arm putra. Sementara itu, urutan ketiga ditempati oleh Pangkep dengan 2 emas, 1 perak dan 6 perunggu, selanjutnya disusul oleh Wajo yang mendapatkan 1 emas dari kelas tembakan arm putra junior.
Dalam olahraga ini diikuti oleh 14 kabupaten/kota dan memperebutkan 20 emas, 20 perak dan 20 perunggu. Klasemen akhir dalam cabang olahraga ini yakni Kota Makassar, Kab. Maros, Kab. Pangkep, Kab. Wajo, Kab. Gowa, Kota palopo, Kab. Jeneponto, Kab. Takalar, Kab. Bantaeng, Kab. Bone, Kab. Luwu, Kab. Pinrang, kab. Sidrap, dan Kab. Sinjai di urutan terakhir. (JFR)
Selengkapnya...
Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk. Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare. ~ Japanese Proverb
Selasa, 16 November 2010
Maros runner up dalam menembak
Makassar dominasi perolehan medali karate
Karate merupakan seni bela diri yang berasal dari negara Jepang. Latihan dalam cabang olahraga karate biasa disebut kihon, kata dan kumite, kata-kata ini pula yang menjadi nama kelas dalam cabang olahraga ini. Kihon merupakan latihan dalam mempelajari pukulan, tendangan dan bantingan. Sedangkan kata merupakan latihan tentang prinsip bertarung yang benar, dalam pertarungan kata dapat diistilahkan sebagai jurus. Kumite merupakan pertemuan antar tangan atau biasa disebut pertarungan satu lawan satu.
Dalam PORDA XIV, pelaksanaan cabang olahraga karate dilaksanakan di auditorium Tonasa II dan selesai pada selasa (9/11). Cabang olahraga ini diikuti oleh 21 kontingen kabupaten/kota yang memperebutkan 19 emas, 19 perak dan 38 perunggu.
Hasil akhir pertandingan dalam vabang olahraga ini masih didominasi oleh kota makassar yang mendapatkan 5 emas, 4 perak dan 4 perunggu, selisih dari medali yang diperoleh dari masing-masing kontingen tidak jauh beda, seperti kabupaten Barru yang menjadi runner up dalam cabang olahraga ini memperoleh 4 emas, 1 perak dan 3 perunggu, disusul dengan Palopo, Pangkep, Takalar, Enrekang, Gowa, Bone, Maros, Soppeng, Tana Toraja, Luwu Timur, Bantaeng, Pare-pare, Bulukumba, Jeneponto, Luwu, Luwu Utara, Pinrang, Selayar dan Wajo.
Satria, merupakan salah satu kontingen dari kabupaten Takalar dalam cabang olahraga karate yang mempersembahkan 2 emas untuk kabupatennya. Satria memenangkan olahraga ini dalam kelas kumite perorangan 60 Kg Pa yang mengalahkan Iqbal kontingen Gowa, Miftahul Ulum kontingen Pangkep dan Guntur kontingen Bantaeng. Satu lagi emas yang dipersembahkan oleh Satria, dari kelas kumite perorangan bebas Putra. Dengan diperolehnya 2 emas dari satria, maka kabupaten Takalar berada di posisi kelima dalam cabang olehraga karate dengan 2 emas.
Selain satria, Sherlita kontingen dari kota palopo berhasil membawa 2 emas dari 3 emas yang diperoleh Palopo dalam cabang ini, Sherlita berhasil menjuarai kelas kumite perorangan 60 + kg putri dan kelas kumite perorangan bebas putri. Selain itu dari 4 emas yang diperoleh Barru, 2 emas berhasil dipersembehkan oleh Mastura setelah menjuarai kelas kata perorangan putri dan kelas kata beregu putri.
Selengkapnya...
10 medali emas untuk pangkep

Judo merupakan seni bela diri dan olahraga yang berasal dari Jepang. Olahraga ini masuk di Indonesia pada 1970 dan bernaung di bawah PJSI (Persatuan Judo Seluruh Indonesia) dan berpusat pada KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).
Dalam pelaksanaan PORDA XIV ini, Kab. Pangkep memboyong 10 emas. Sehingga membuat kabupaten ini menjadi juara umum untuk cabang olahraga Judo. Selain emas, 6 perak dan 9 perunggu berhasil dibawa pulang. Pada urutan kedua disusul dengan kabupaten Wajo dengan 3 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Sedangkan, kab. Bone diurutan ketiga berhasil membawa 2 emas, 1 perak dan 8 perunggu, disusul dengan makassar, Maros, Luwu utara, Pinrang, Luwu dan Tana Toraja.
Emas pangkep diraih dari Sulaeman dari kelas 60-66 kg Putra, Iklas Zainal dari kelas 73-81 kg putra, tim pangkep B dari kelas beregu putra, Nada gita dari kelas 43 kg putri, Hj. Nur asri dari kelas kelas 43-45 kg putri, Satriyani dari kelas 45-48 kg putri, Isna Anggraeni dari kelas 48-52 kg putri, Putri rezki amalia dari kelas 57-63 kg putri, Nurul fajreni dari kelas 63 plus dan tim regu pangkep B dari kelas beregu putri.
Sedangkan 3 emas wajo diperoleh dari Aditya wahyudi M dan Muh. Agus dari kelas nageno kata, Aditya Wahyudi M dari kelas 55-60 kg putra, dan Asrianto dari kelas 66-73 putra. Selain itu, Yusrin yusuf dari kelas 51-55 kg putra dan Deasy Prisela Christy dari kelas 52-57 kg putri berhasil membawa emas untuk Makassar.
Satu-satunya emas Maros diraih dari kelas juno kata dengan menurunkan Mahira dan Herawati. Untuk itu, dalam cabang olahraga ini 9 kabupaten itu memperebutkan 18 emas, 18 perak dan 35 perunggu. Dalam pelaksanaan cabang olahraga ini, awalnya dijadwalkan di lokasi wisata matampa. Akan tetapi menurut H. Syahban, tempat tersebut kurang presentativ untuk pelaksanaan pertandingan ini. “tempat itu kurang presentatif untuk melaksanakan pertandingan ini, karena kalau hujan kita tidak bisa melanjutkan pertandingannya.” Tutur Syahban. (JFR)
Selengkapnya...
Palopo sabet juara umum dayung
Pelaksanaan cabang olahraga dayung yang dilaksanakan di tanjung bunga kota Makassar berlangsung alot, setiap kabupaten saling menyusul guna memperoleh medali yang diincarnya. Maka tak ayal, perolehan medali dalam cabang olahraga mempunyai perbedaan jarak yang tipis. Cabang olahraga ini usai pada rabu (10/11).
Kabupaten atau kota yang mengikuti cabang olahraga ini sebanyak 9 kabupaten/kota dan memperebutkan 12 emas, 12 perak dan 13 perunggu. Selain itu, kelas yang dipertandingkan dalam cabang olahraga ini yakni C2 500 m; K1.Pi 500 m; 1 x Pa 1000 m; k2 x Pa 500 m; C.1 500 m; 2 x Pi 1000 m; K2.Pi 500 m; 2 x Pa 1000 m; K1.Pa 500 m dan 1 x Pi.
Dengan berhasil mengumpulkan 4 emas dan 3 perunggu, kota Palopo berhasil keluar sebagai juara umum dalam cabang olahraga ini, disusul dengan gowa yang mengumpulkan 3 emas, 5 perak dan 1 perunggu, selanjutnya disusul dengan Makassar, Selayar, Pangkep, Bone, Bulukumba, Sinjai dan Luwu Utara.
Kemenangan kota palopo diraih setelah kota tersebut memenangkan pertandingan dalam kelas K1.Pi 500 m; K2.Pi 500 m; 2 x Pa 1000 m. Sedangkan pangkep sebagai tuan rumah penyelenggaraan PORDA XIV hanya bisa mengumpulkan 1 emas yang diperoleh dari kelas K2 x Pa 500 m. (JFR)
Selengkapnya...
Bulu Tangkis Milik gowa
Pada pelaksanaan pekan olahraga daerah provinsi Sulawesi selatan tahun 2010, cabang olahraga bulu tangkis diikuti oleh 7 kabupaten dan kota, serta memperebutkan 7 medali emas, 7 perak dan 14 perunggu.
Dari 7 emas yang disediakan dalam porda ini, 5 medali emas berhasil direbut oleh kontingen kabupaten Gowa. Selain emas, kabupaten ini juga berhasil mengumpulkan 4 perak dan 2 perunggu. Urutan kedua pada cabang olahraga ini ditempati Makassar yang hanya mengumpulkan 1 emas, 2 perak dan 7 perunggu, disusul dengan kabupaten pangkep yang hanya memperoleh 1 emas dan 1 perunggu.
Urutan berikutnya ditempati kota palopo, kabupaten barru di urutan kelima, diikuti oleh sidrap dan kota Pare-Pare diurutan terakhir. Kelas yang dipertandingkan dalam cabang olahraga ini yakni tunggal puta, tunggal putri, ganda putra, ganda putra dan ganda campuran. (JFR)
Selengkapnya...
Pare-pare dan Gowa bersaing
Cabang olahraga Balap motor yang diselenggarakan di sirkuit terminal bungoro, pada hari selasa (9/11) telah usai. Cabang olahraga ini diikuti oleh 8 kabupaten dan kota, serta mempertandingkan 6 kelas, yang diantaranya MP 3 perseorangan, MP 4 perseorangan, MP 5 perseorangan, MP 3 beregu, MP 4 beregu dan MP 5 beregu.
Hasil akhir menunjukkan Kota Pare-Pare dan Kabupaten Gowa mempunyai emas yang sama yakni 2 emas. Namun dengan diperolehnya perak oleh Hamka Hamid pada kelas MP 3 perseorangan membuat kabupaten Gowa menjadi juara umum dalam cabang olahraga ini, dan disusul dengan Pare-pare yang mempunyai 2 emas.
Urutan selanjutnya ditempati oleh Pinrang dengan 1 emas dan 3 perak, disusul oleh pangkep, Makassar, Palopo, Jeneponto dan Takalar. Cabang olahraga ini memperebutkan 6 emas, 6 perak dan 6 perunggu.
Dua emas kota pare-pare dipersembahkan oleh Herman Bas yang memenangkan 2 kelas berturut-turut yakni kelas MP 3 Perseorangan dan MP 4 perseorangan. Sedangkan 2 emas Kabupaten gowa diperoleh dari pasangan Hamka Hamid dan Agus Salim yang memenagkan kelas MP 3 beregu dan MP 5 beregu. (JFR)
Selengkapnya...
Tujuh atlet atletik pecahkan rekor
Tujuh atlit atletik yang bertarung pada pekan olahraga daerah Sulawesi selatan ke-14 berhasil memecahkan rekor sebelumnya. Pemecahan rekor tersebut terjadi pada cabang olahraga atletik event lari 1500 meter atas nama Sudirman (kab. Sidrap) yang mengalahkan rekor lari Lahmuddin pada porda 2006 lalu. Selain itu, pelempar cakram dan tolak peluru kab. Tana toraja, Gulham ishaq juga berhasil melampaui rekor pelempar cakram yang ditorehkan Irfan pada porda 2006 dan Parto pada event Tolak peluru.
Selain itu, Viktor Fernando kontingen kab. Bone juga menggantikan rekor Hasbullah pada porda tahun 2002 dari event lompat jangkit. Sedangkan, Hasruni kontingen kab. Barru mengalahkan rekor Rosmiati pada porda 2002 lalu dalam event lari 100 meter putri. Kota Palopo melalui atletnya yang bernama Lismawati juga berhasil menggantikan rekor waktu Sarbina pada porda 2006 dalam event lari 1500 meter putri, pada event tolak peluru putri juga mengalami perubahan rekor, dimana rekor Inggit Pamungkas yang ditorehkan pada porda 2006 dikalahkan oleh atlet tolak peluru dari kab. Pangkep atas nama Sri umi utami.
Kabupaten dan kota yang mengikuti cabang olahraga ini sebanyak 24 kabupaten dan kota dan memperebutkan 32 emas, 32 perak dan 33 perunggu. Sedangkan event yang digelar dalam cabang olahraga ini yakni 51 event olahraga.
Pada cabang olahraga atletik ini yang menjadi juara umum yakni kontingen kab. Sidrap dengan mengumpulkan 7 emas, 2 perak dan 3 perunggu, emas yang diperoleh kab. Sidrap berasal dari event lompat jangkit putri, lari 400 meter putri, lari 1500 meter putra, lari 10 ribu meter putra, lari 5 ribu meter putra, lari 800 meter putra, lari 800 meter putri, 4 x 100 meter estafet dan 4 x 400 meter estafet.
Urutan runner up ditempati oleh kota Makassar dengan 4 emas, 2 perak dan 3 perunggu, sedangkan kab. Tana toraja di urutan ketiga dengan 4 emas, 2 perak dan 1 perunggu, disusul dengan kab. Bone, kab. Sinjai, kota Palopo, kab. Luwu, kab. Barru, kab. Pangkep, kab. Jeneponto, kab. Gowa, kab. Toraja utara, kab. Bantaeng, kab. Maros, kab. Pinrang, kab. Wajo, kab. Luwu utara, kab. Bulukumba, kab. Kepulauan selayar, kab. Soppeng, kab. Takalar, kab. Enrekang, kab. Luwu timur dan kota Pare-Pare. (JFR)
Selengkapnya...
Sinjai dominasi panjat tebing
Kab. Sinjai menorehkan sejarah baru bagi kontingennya, pasalnya dalam cabang olahraga panjat tebing yang digelar di sekitar stadiun andi mappe pada pelaksanaan pekan olahraga daerah ke-14 (PORDA XIV) sulawesi selatan, kabupaten ini memperoleh 13 emas dari 15 emas yang disediakan dan 2 emas lainnya direbut oleh kab. Luwu timur.
Kontingen kab. Sinjai tidak member jalur kepada kontingen lain untuk mendapatkan emas, kecuali saat dalam perlombaan dengan kategori leed ganda campuran, dimana Fifid dan Irvandi berhasil diungguli oleh kontingen dari luwu timur. Dengan diraihnya medali emas sebanyak itu, maka kab. Sinjai menjadi juara umum dalam cabang olahraga panjat tebing ini.
satu atlet panjat tebing kab. Sinjai rata-rata mengantongi 3 medali emas sekaligus. Seperti halnya, Hajar yang mendapatkan 4 emas dari kategori Kecepatan perorangan putri, kecepatan ganda campuran, kecepatan beregu putrid dan jalur pendek beregu putri.
Untuk cabang olahraga panjat tebing ini diikuti oleh 9 kabupaten dan kota, yang diantaranya kab. Sinjai, kab. Luwu timur, kota Palopo, kab. Maros, kab. Luwu, kab. Pangkep, kota Makassar, kab. Bone dan kab. Pinrang. (JFR)
Selengkapnya...
Satu emas untuk Barru
Kempo merupakan nama generik untuk beberapa aliran seni bela diri yang berasal dari jepang dan banyak menggunakan permainan tangan. Adapun aliran kempo yang terkenal di jepang dan beberapa negara lainnya yakni tenshin koryu kempo, nihon kempo, kosho-ryu kempo dan shorinji kempo.
Dalam Pekan Olahraga daerah (PORDA) Sulawesi selatan, cabang olahraga ini juga dipertandingkan dan mengambil tempat di auditorium tonasa 2. Daerah yang ikut serta dalam cabang olahraga kempo ada 12 kabupaten dan kota serta memperebutkan 17 emas, 17 perak dan 30 perunggu.
Kab. Barru dalam cabang olahraga ini menduduki posisi delapan besar. Pasalnya atlet kempo kab. Barru, Muchlis berhasil menyumbangkan emas dari kelas 65 kg randori putra. Untuk juara umum di cabang olahraga ini masih didominasi oleh kota Makassar dengan 4 emas, 4 perak dan 3 perunggu, diurutan kedua ditempati oleh tuan rumah, yakni kab. Pangkep dengan 3 emas, 4 perak dan 3 perunggu, disusul dengan kota Pare-pare, kab. Maros, Kota Palopo, kab. Sidrap, kab. Luwu, kab. Barru, kab. Bone, kab. Luwu timur, kab. Gowa dan kab. Pinrang.
Peraih medali emas untuk kota Pare-Pare sehingga berhasil menduduki 3 besar dalam cabang olahraga kempo ini berkat usaha keras dari Tandri Nurul yang memenangkan pertandingan kempo dari kelas 42 kg randori putri dan M. Nur dari kelas 45 kg randori putra. Sedangkan, 2 medali emas kab. Maros yang mengantarkannya ke posisi 4 dipersembahkan oleh atlet Mustajab dan Ahmad dari kategori embu berpasangan kyu II serta Ade ashari muluk dari kelas + 65 kg randori putra.
Sedangkan, peraih medali emas untuk kota Makassar yang juga menempatkan dirinya sebagai juara umum yakni persembahan dari Hery dan Husnah kategori embu berpasangan kyu I yang mengalahkan kontingen dari kab. Pangkep dan kota Palopo, medali emas kedua diraih oleh Ade irma dari kelas 48 kg randori putri yang mengalahkan kontingen dari kab. Sidrap di final. Medali emas ketiga diraih oleh Isman dari kelas 40 kg randori putra yang di finalnya bertemu dengan kontingen dari kab. Sidenreng rappang. Medali emas terakhir dipersembahkan oleh Dermawan yang menjuarai kelas 55 kg randori putra. (JFR)
Selengkapnya...
Tim bridge Makassar Berjaya di PORDA
Tak selamanya olahraga harus mengandalkan otot dan tenaga besar. Kejelian berpikir dan strategi jitu memang diperlukan di sebuah olahraga. Salah satu olahraga yang mengandalkan kemampuan berpikir adalah bridge. Cabang olahraga ini memang tak setenar bulu tangkis atau sepakbola di tanah air.
Bridge adalah olahraga yang menggunakan kartu remi dan mengandalkan kemampuan otak untuk berpikir maupun keuntungan. Olahraga ini juga dikenal dengan nama Contract Bridge. Banyak anggapan bahwa bridge adalah sebuah olahraga sekaligus permainan. Anggapan itu tidak salah. Sama halnya dengan catur yang dianggap sebagai permainan ketimbang olahraga.
Pelaksanaan cabang olahraga bridge yang berlangsung di gedung darma wanita pada 10 november telah usai. Cabang olahraga ini diikuti oleh 4 kabupaten dan kota. Adapun nama kabupaten dan kota yang mengikuti cabang olahraga ini yakni kota Makassar, kota Palopo, kab. Bone dan kab. Gowa.
Pada akhir pertandingan, kota Makassar memperoleh 1 emas dan 1 perak, sedangkan di posisi ke dua diraih oleh kota Palopo dengan 1 emas dan 1 perunggu. Sedangkan, kab. Bone diurutan ketiga hanya memperoleh 1 perak. Selain itu, 1 perunggu untuk kab. Gowa menjadikan kabupaten ini menempati urutan keempat.
Emas kota Makassar diraih pada kategori beregu putri. Sedangkan emas kota Palopo diraih oleh pasangan Franky wala dan Imran pada kategori pasangan. Cabang olahraga ini memperebutkan 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu. (JFR)
Selengkapnya...
Sabtu, 13 November 2010
Sejak berusia 7 tahun
Kecintaannya terhadap olahraga senam telah digelutinya semenjak ia berusia 7 tahun. Bakat yang terpendam dalam dirinya merupakan warisan dari ayahandanya. “Pelatih utama saya adalah Bapak saya sendiri, karena Bapak merupakan atlit nasional dalam cabang olahraga senam,” tutur atlit kelahiran Makassar ini.
Yudi itulah nama akrab dari seorang atlit yang bernama lengkap Audi Ashari arif. Ia merupakan salah satu kontingen atlit yang memperkuat Kabupaten Bone dalam olahraga senam. Penampilannya dalam pelaksanaan Pekan olahraga daerah yang ke-XIV di kabupaten pangkep membuahkan hasil yang optimal. Penampilannya dalam kelas all round dan artistik putra membawa 2 emas untuk kab. Bone.
“Sekali maju nomor satu, sekali melangkah pantang menyerah,” merupakan motto dari pria kelahiran 11 Mei 91 ini. Prestasinya dalam olahraga senam sudah tidak dapat diragukan lagi. Pasalnya pria berusia 19 tahun ini telah tercatat sebagai atlit nasional yang juga kebanggaan Sulawesi selatan. Dalam pelaksanaan pekan olahraga nasional (PON) 2008 yang dilaksanakan di Kalimantan timur, yudi berhasil mempersembahkan 1 perunggu untuk kontingen Sulawesi selatan.
Bukan hanya itu, dalam kejuaraan nasional junior, yudi juga membawa nama Sulawesi selatan dan berhasil membawa pulang 1 emas dan 1 perunggu. Suka duka yang dialami yudi telah menjadi bumbu dalam kehidupannya. “Sukanya kalau ada gerakan baru dari pelatih, penginnya selalu mencoba. Tetapi dukanya, kalau sedang malasnya datang selalu kena omelan dari pelatih,” akunya.
Dalam olahraga ini, yudi mengaku tidak pernah cedera parah. “Hanya cedera ringan yang pernah saya derita, seperti tangan atau kaki yang tergelincir,” akunya. Harapan dari seorang atlit yang termotivasi supaya olahraga senam di Sulawesi selatan berkembang yakni bisa masuk dalam jajaran atlit sea games mendatang. (JFR)
Selengkapnya...
Bulu Tangkis Milik gowa

Pada pelaksanaan pekan olahraga daerah provinsi Sulawesi selatan tahun 2010, cabang olahraga bulu tangkis diikuti oleh 7 kabupaten dan kota, serta memperebutkan 7 medali emas, 7 perak dan 14 perunggu.
Dari 7 emas yang disediakan dalam porda ini, 5 medali emas berhasil direbut oleh kontingen kabupaten Gowa. Selain emas, kabupaten ini juga berhasil mengumpulkan 4 perak dan 2 perunggu. Urutan kedua pada cabang olahraga ini ditempati Makassar yang hanya mengumpulkan 1 emas, 2 perak dan 7 perunggu, disusul dengan kabupaten pangkep yang hanya memperoleh 1 emas dan 1 perunggu.
Urutan berikutnya ditempati kota palopo, kabupaten barru di urutan kelima, diikuti oleh sidrap dan kota Pare-Pare diurutan terakhir. Kelas yang dipertandingkan dalam cabang olahraga ini yakni tunggal puta, tunggal putri, ganda putra, ganda putra dan ganda campuran. (JFR)
Selengkapnya...
Rabu, 10 November 2010
Pengkaderan Pertama Mahasiswa Baru Teknik Kimia
Reaksi merupakan pengkaderan pertama yang ada di jurusan Teknik kimia Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Tujuan diadakannya pengkaderan ini yakni memperkenalkan lingkungan internal dan eksternal kampus yang menunjang kegiatan perkuliahan, melakukan upaya dekontruksi konsep pemikiran mahasiswa baru, melakukan identifikasi potensi kader dan menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 23-24 Oktober dan bertempat di Laboratorium Pilot Plant Jurusan teknik kimia PNUP. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa baru yang mendaftar di jurusan teknik kimia. Menurut Rafsanjani, ketua umum Keluarga Mahasiswa Teknik Kimia (KMTK) kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepekaan terhadap kondisi yang terjadi di sekitar lingkungannya dan teridentifikasinya potensi-potensi kader mendatang serta menumbuhkan semanngat berorganisasi.
Dalam pembukaan kegiatan ini, turut hadir juga Vilia D. Paramita S.TP, M.Food,Sc, Pembina kemahasiswaan KMTK; Ir. Swastanti Brotowati M.Si, ketua jurusan teknik kimia dan Ir. Arsyad Habe MT, pembantu Direktuk III PNUP. (JFR)
Selengkapnya...
Mengakrabkan Diri
Menurut Rezki, olah raga basket merupakan olah raga yang membutuhkan stamina yang kuat dan kerja sama yang tinggi. Maka dari itu, untuk menjaga kerja sama dengan timnya, Rezki mengaku selalu mengakrabkan dirinya dengan teman satu tim guna menjalin kerja sama yang baik.
“Dengan akrab sesama tim, kita bisa menjalin kerja sama yang baik. Karena sudah tidak ada lagi rasa canggung terhadap rekan tim,” akunya.
“Saya harap bisa menang dalam pertandingan dan bisa bermain ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” harap Rezki. Bisa menang dan mengharumkan nama Pangkep merupakan motivasi yang dibawa saat bertanding di lapangan kelak.
Dalam hal belajar, remaja yang duduk di bangku XI IPA 2 ini mengaku tidak kesulitan. “Dengan membaca 1 jam di waktu malam, saya rasa sudah cukup,” aku Rezki. (JFR)
Selengkapnya...
Harumkan Nama Pangkep
Basket merupakan olah raga yang membutuhkan kerja sama yang tinggi. Pasalnya, pada olah raga ini kekompakan sangat diperlukan untuk menjadi yang lebih unggul. Selain Putra, olah raga ini juga banyak diminati oleh putrid, seperti Nurul Aprilyani.
Menurutnya, basket merupakan olah raga yang banyak fungsinya. Selain menambah pengalaman, basket juga bisa menyehatkan. Menurut remaja dari pasangan Nahdar dan Nur Aminah ini, awalnya hanya coba-coba bermain basket.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, ia jadi gemar bermain basket. “Orang tua sangat mendukung akan olah raga yang saya geluti kini,” ungkapnya.
“Sukanya menjadi atlet basket, yakni bisa menambah pengalaman dan bisa ke luar daerah kalau ada pertandingan. Selain itu, latihan yang keras menjadi duka dalam menjalani dunia olah raga ini. Namun saya sadar, dengan latihan yang keras itu, saya bisa melatih mental saya supaya tangguh di lapangan,” lanjut Nurul.
Mulai kelas 1 SMA, remaja kelahiran Pangkep ini mulai menekuni olah raga basket. “Mudah-mudahan dengan basket, saya bisa mengharumkan nama Pangkajene dan kepulauan,” harap Nurul.
Meskipun latihan terus menerus, namun ia tak meninggalkan pelajaran di sekolahnya. “Bila saya tidak masuk, saya selalu menanyakan ada tugas atau tidak ke teman, sehingga selama ini tidak ada mata pelajaran yang tertinggal,” akunya. (JFR)
Selengkapnya...
Latihan Secara Intensif
Lagi-lagi SMAN 1 Pangkajene menelurkan satu siswinya dalam cabang olah raga lempar cakram dan tolak peluru untuk dikirim pada Porda mendatang. Siswi yang dimaksud, yakni Ulfa Mayasari. Dia mengatakan, olah raga ini mulai ditekuni sejak kelas 6 SD.
Ulfa menjelaskan, persiapannya dalam menghadapi Porda nanti, yakni dengan latihan secara intensif dari bulan Maret. Selain itu, target yang ingin dia kejar yakni juara pertama. Menurutnya, dengan latihan intensif tidak ada yang mengganggu mata pelajarannya.
Remaja yang lahir di Pangkajene ini bercita-cita menjadi Polwan. Ulfa mengaku suka dengan olah raga ini karena masih kurang peminatnya. “Jadi peluang untuk menang bisa besar,” ungkapnya. Capailah prestasi setinggi mungkin merupakan motto dari siswi yang ingin masuk ke UNM dengan jalur PPLM ini.
Ternyata selain olah raga lempar cakram dan tolak peluru, Ulafa juga menggemari atletik dan juga karate. Bahkan, ia pernah mendapat juara dalam pertandingan karate tingkat kabapaten. “Baru satu minggu bergabung, sudah juara tiga tingkat kabupaten,” tutur Ulfa. (JFR)
Selengkapnya...
Turunan Dari Ayah
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Perumpaan ini merupakan gambaran dari Fayzal Amri R, atlit menembak dalam pekan olah raga daerah yang akan dilaksanakan di kabupaten Pangkep. Remaja yang masih berusia 16 tahun ini mengaku, bakat menembak yang dimilikinya merupakan turunan dari orang tuanya.
Menurut remaja yang akrab disapa Fayzal ini, ketertarikan dalam dunia menembak didapatkan dari ayahnya yang juga atlit nasional dan pernah membawa nama Sulawesi Selatan dalam olah raga menembak.
“Awalnya waktu sekolah dasar pernah ikut ayah berburu burung di sawah atau di hutan. Awalnya tidak menarik. Akan tetapi, gara-gara prestasi yang didapatkan oleh Ayah dalam bidang menembak, maka saya menjadi tertarik juga,” akunya.
“Enaknya dalam dunia menembak, yakni kita bisa belajar bagaimana cara menyatukan pikiran dan hati, sehingga dapat berjalan dengan lancar. Akan tetapi, susahnya dalam persiapan Porda ini, yakni tempat untuk berlatih. Karena tidak ada tempat indoor untuk latihan, sehingga kalau hujan turun, kita tidak jadi latihan,” ungkap Fayzal.
Peran terbesar dalam mengambangkan bakat yang dimilikinya adalah dari kedua orang tuanya. ”Karena orang tua saya tidak pernah memaksa untuk suka akan suatu hal. Malahan, bapak pernah bilang kalau saya harus tempuh jalan saya sendiri, yang tanpa paksaan. Selain itu juga, orang tua merupakan motivasi dan pelatih dalam hidup saya,” tuturnya.
Ingin mengharumkan nama Pangkep di Porda merupakan harapan terbesarnya. Meskipun sibuk latihan, akan tetapi ia tidak lupa akan kewajibannya untuk belajar. Seusai latihan dan istirahat sejenak, remaja ini langsung ke kamarnya untuk belajar dan mempersiapkan bahan pelajaran untuk esoknya. (JFR)
Selengkapnya...
Mengasyikkan dan Menyehatkan
Selain Rezkiyana Zainuddin dan Nurul Aprilyani, SMAN 1 Pangkajene masih mempunyai atlit basket yang berbakat, yakni Fadillah Fajriani. Remaja yang lahir di Pangkajene ini mengaku sejak kelas 5 SD sudah bergabung dengan klub basket. “Saya suka dengan olah raga ini karena mengasyikkan dan menyehatkan,” akunya.
“Sekolah saya sangat mendukung bakat setiap siswanya. Bahkan, membuat klub basket untuk siswa yang hobi dengan olah raga ini,” tutur Fadillah. Menurutnya, ia jarang sakit karena sering berlatih basket.
Dalam mempersiapkan saat pertandingan Porda nanti, remaja yang duduk di kelas XI IPA 4 ini mengaku hanya dengan menjaga stamina ditambah dengan latihan yang keras dan serius.
Selain itu, Fadillah berharap supaya pemerintah Pangkajene dan kepulauan bisa bekerja sama dengan sekolahnya. Agar bibit atlit yang ada di SMAN 1 Pangkajene bisa tersalurkan sesuai dengan bidangnya.
Meskipun berlatih dengan keras dan serius, namun tanggung jawabnya dalam menuntut ilmu tidak dilupakannya. “Jadwal belajar saya tetap sama dengan jadwal belajar yang dulu dan tidak terbebani dengan jadwal latihan basket,” tuturnya. (JFR)
Selengkapnya...
Dapat Beasiswa Dari Pemerintah
Olah raga bridge merupakan olah raga yang mengolah keseimbangan antara IQ dan EQ. Selain itu, olah raga ini juga mengedepankan semangat, kejujuran dan disiplin. Kebanyakan kaum putra yang mendominan dalam permainan ini. Akan tetapi, Nurul Iqra membuktikan bahwa permainan ini bukan hanya untuk putra.
Remaja kelahiran Pangkejene pada 28 Februari ini mengaku, permainan bridge sangat mengasikkan bagi dirinya. Dengan bridge juga, ia bisa mengikuti kegiatan hingga tingkat nasional. Bukan hanya itu, dari kemahirannya bermain bridge, ia pun mendapatkan beasiswa dari pemerintah.
“Saya bisa membuktikan bahwa saya bisa bermain bridge, karena menurut orang permainan ini sangat sulit,” tuturnya.
Sejak tahun 2003, dirinya sudah terdaftar dalam klub bridge. Maka tak ayal, prestasi-prestasi dari tingkat kabupaten hingga nasional mulai dikantonginya satu per satu. Persiapan untuk ke jenjang Porda, yakni dengan latihan dan kerja keras.
“Saya harap bisa bermain hingga tingkat internasional dan membawa nama Pangkajene dan kepulauan serta Indonesia,” harap Nurul. Maka dari itu, dengan motivasi bisa bertanding ke kanca internasional, dia bertekad harus menang dan menjadi juara dalam Porda nanti. Dia memastikan, latihan bridge tidak mengganggu dengan aktifitas belajar yang dilakoninya. (JEF)
Selengkapnya...
Orang Tua Pelatih Utama
Jarang sekali orang yang masih berstatus siswa berminat untuk belajar tenis lapangan. Beda halnya dengan Muflih Wahid Hamid. Salah satu perwakilan Pangkep dalam Porda mendatang.
Menurutnya, olah raga ini merupakan ajang untuk gaul dan mempunyai peluang ke depannya. “Olahraga ini mempunyai pergaulan yang bagus, karena dalam olah raga ini banyak diminati oleh kaum pejabat,” tutur Muflih.
Sejak kelas 3 SD, remaja yang duduk di bangku XII IPA 3 ini menggelutinya. Maka tak ayal, prestasinya kini telah memanjang dalam sejarah hidupnya. Untuk itu, kemampuan dalam bermain tenis juga tidak diragukan lagi.
Peran terbesar dalam hidupnya hingga bisa berprestasi, menurut remaja yang mempunyai cita-cita seorang polisi ini, yakni orang tuanya. “Karena orang tualah saya bisa berprestasi. Pertama kali saya kenal dengan tenis lapangan dari orang tua juga. Beliau yang mengajarkan dan melatih saya sejak kelas 3 SD,” ungkap pria yang ingin belajar di Akpol ini.
Suka duka juga menjadi pengalaman yang tidak terlupakan dalam dirinya. “Susahnya perlengkapan dan peralatan untuk bermain sangat mahal. Karena raket untuk bertanding berbeda harganya, jauh lebih mahal,” ungkap pria kelahiran 14 November ini.
Dengan motivasi semangat hingga akhir, ia berharap bisa membawa nama Pangkep ke kanca nasional. Meskipun sibuk dengan latihan persiapan Porda, namun ia mengaku tidak sulit untuk memadukannya dengan dunia sekolah. “Harus bisa memanajemen waktu, karena itu konsekuensi bagi atlit yang masih belajar,” tutur pria yang lahir di Pangkajene ini. (JFR)
Selengkapnya...