SETIAP manusia tentulah sangat menyukai dan merindukan Keindahan. Banyak orang yang menganggap keindahan adalah pangkal dari segala puji dan harga. Tidak usah heran kalau banyak orang memburunya. Ada orang yang berani pergi beratus bahkan beribu kilometer semata-mata untuk mencari suasana pemandangan yang indah. Banyak orang rela membuang waktu untuk berlatih mengolah jasmani setiap saat karena sangat ingin memiliki tubuh yang indah. Tak sedikit juga orang berani membelanjakan uangnya berjuta bahkan bermiliar karena sangat rindu memiliki rumah atau kendaraan mewah. (kok, saya jd sok tahu yah..he he he) beuh, namanya juga intropeksi memperindah hati...saya pribadi juga masih hancur abis² masalah hati :(
Akan tetapi, apa yang terjadi? Tak jarang kita menyaksikan betapa terhadap orang-orang yang memiliki pakaian dan penampilan yang mahal dan indah, yang datang ternyata bukan penghargaan, melainkan justru penghinaan. Ada juga orang yang memiliki rumah megah dan mewah, tetapi bukannya mendapatkan pujian, melainkan malah cibiran dan cacian. Mengapa keindahan yang tadinya disangka akan mengangkat derajat kemuliaan malah sebaliknya, padahal kunci keindahan yang sesungguhnya adalah jika sesorang merawat serta memperhatikan kecantikan dan keindahan hati. Inilah pangkal kemuliaan sebenarnya.
Boleh saja kita memakai segala apa pun yang indah-indah. Namun, kalau tidak memiliki hati yang indah, demi Allah, tidak akan pernah ada keindahan yang sebenarnya. Karenanya jangan terpedaya oleh keindahan dunia. Lihatlah, begitu banyak wanita malang yang tidak mengenal moral dan harga diri. Mereka pun tidak kalah indah dan molek wajah, tubuh, atau pun penampilannya. Kendatipun demikian, mereka tetap diberi oleh Allah dunia yang indah dan melimpah.
Mahasuci Allah dari perbuatan zalim kepada hamba-hamba-Nya. Ia sangat yakin bahwa hujan pasti berhenti. Badai pasti berlalu. Malam pasti berganti menjadi siang. Tidak ada satu pun ujian yang menimpa, kecuali pasti akan ada titik akhirnya. Ia tidak berubah bagai intan yang akan tetap kemilau walaupun dihantam dengan apa pun jua.
Memang luar biasa orang yang memiliki hati yang bersih. Nikmat datang tak pernah membuatnya lalai bersyukur, sementara sekalipun musibah yang menerjang, sama sekali tidak akan pernah mengurangi keyakinan akan curahan kasih sayang-Nya. Semua itu dikarenakan ia bisa menyelami sesuatu secara lebih dalam atas musibah yang menimpa dirinya, sehingga tergapailah sang mutiara hikmah. Subhanallah, sungguh teramat beruntung siapa pun yang senantiasa berikhtiar dengan sekuat-kuatnya untuk memperindah kalbunya. Wallahu a'lam
Tak ada kata "kalah" dalam hidupku
Selengkapnya...
Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk. Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare. ~ Japanese Proverb
Jumat, 16 Juli 2010
●●Terpukau aku menatapnya...●●
<< Sebuah Renungan Jiwa >>
Sobatku....
Pernahkah terpikir bahwa hidup kita tinggal sebulan lagi, seminggu, atau bahkan tinggal hari ini.
Seandainya usia kita tinggal hari ini, apakah yang kan kita lakukan?
Masihkah kita kan membiarkan diri berkubang dalam nestapa, kegundahan, galau dan lara...
Ataukah terbuai dalam dekapan masa lalu yang sebatas kenangan,
atau justru takut akan bayang masa depan yang belum tentu datang...
Sobat...
Jika hidup hanya tersisa hari ini saja,
masih sanggupkah kita membuat luka
masih tegakah berbuat angkara
masih bisakah memupuk malas , bersenda gurau dan membuang waktu percuma...
Sobat...
Jika hidup hanya tersisa hari ini saja,
seberapa khusyu'kah shalat kita
seberapa panjang tilawah-tilawah yang mengalun dari bibir kita
seberapa sering mengingat Dia dalam hati kita...
Sobat...
Jika hidup hanya tersisa hari ini saja,
kita lakukan hal terbaik yang kita bisa...
lepaskan belenggu masa lalu
enyahkan jerat takut masa depan
jadikan setiap detiknya penuh makna dan dalam tiap menitnya tak ada yang sia-sia...
Sobat...
Jika hidup hanya tersisa hari ini saja,
diri kan mengiba memohon maaf pada jiwa-jiwa yang terluka
melebur dengki pada hati- hati yang tlah menyakiti
menebar kasih dalam sukma yang penuh cinta...
Sobat...
Jika hanya hari ini yang tersisa,
kan kita persembahkan yang terindah dan terbaik untuk-NYA
Segenap jiwa raga tunduk dalam penghambaan kepada-NYA
"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku mengikuti kehendak Zat Yang Maha Mengatur Alam Semesta." [Al An'am:162]
(renungan jiwa di bumi cinta) Eny H
Selengkapnya...
Memuji dan Dipuji
Salah satu fenomena kehidupan sehari hari adalah pujian. Pujian bisa diklasifikasikan dalam tiga bentuk. Pujian untuk menjilat, pujian basa basi dan pujian mengekspresikan kekaguman.
Pujian secara sehat dan proporsional, semestinya memotivasi kita untuk meningkatkan diri. Kenyataannya pujian justru membuat kita lupa daratan. Semakin sering pujian, semakin potensi kita menjadi terlena, besar kepala dan hilang kendalidiri. “Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertaqwa. (QS An Najm 32)
Rasulullah Saw memberikan tiga kiat menyikapi pujian secara sehat.
Pertama mawas diri supaya tidak terbuai pujian orang. Rasulullah selalu berdoa atas pujian orang kepadanya. “Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang orang itu.” (HR Bukhari). Pujian berpotensi menjerumuskan. Ibarat mengupas nangka, kita yang kena getahnya.
Kedua, menyadari hakekat pujian sebagai topeng dari sisi gelap yang tak diketahui oleh orang lain. Ketika seseorang memuji, itu karena faktor ketidak tahuannya akan belang serta sisi gelap kita. Rasulullah Saw berdoa, “Dan ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku)” (HR Bukhari)
Ketiga, Kalau sisi baik tentang kita itu benar adanya, Rasulullah saw mengajarkan agar memohon dijadikan lebih baik dari yang tampak dimata orang lain. “dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira.” HR Bukhari.
Bagaimana Rasulullah memuji?
Pertama, Nabi Saw tidak memuji langsung dihadapan orang itu, tetapi didepan orang lain dengan tujuan memotivasi. Suatu hari, seorang Badui yang baru masuk islam bertanya tentang Islam. Nabi saw menjawab bahwa islam adalah shalat lima waktu, puasa, dan zakat. Maka orang Badui itupun berjanji menjalaninya dengan konsisten.
Nabi memujinya setelah badui pergi. “sungguh beruntung kalau ia benar benar melakukan janjinya tadi. Barang siapa yang ingin melihat penghuni surga, maka lihatlah orang Badui tadi.” (HR Bukhari Muslim)
Kedua, Nabi saw lebih sering melontarkan pujian dengan berdoa. Nabi memuji Ibnu Abbas atas minat dan ketekunannya mendalami tafsir Al-Quran. “Ya Allah, jadikanlah dia ahli dalam ilmu agama dan ajarilah dia ilmu tafsir (Al Quran) (HR Al Hakim)
Begitu pula saat Nabi saw melihat ketekunan Abi Hurairah mengumpulkan Hadist dan menghafalkannya. Beliau mendoakan agar ia dikarunia kemampuan tidak lupa atas hafalannya. Allah Swt mengabulkan dan Abu Huraitah menjadi sahabat yang paling banyak meriwayatkan Hadist
Pujian orang kepada kita, bisa merusak kepribadian dan membunuh karakter tanpa disadari. Ketika seorang sahabat memuji sahabat lain secara langsung, Nabi Saw menegurnya, “Kamu telah memenggal leher temanmu.” (HR. Bukhari Muslim).
Untuk itu, sudah benarkan pujian yang kita berikan untuk orang lain?
Selengkapnya...
Senin, 12 Juli 2010
٠•●♥•.Sebuah Renungan Hidup٠•●♥•.
ALLAH yang Mahabaik memberi kita ikan, tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.
Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang...
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai, tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.
Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan, tetapi kehidupan lajang tidak memiliki kesenangan.
Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.
Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.
Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah....hati seorang wanita .
Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain... tapi menyesallah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.
Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan , kegunaannya terletak pada penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal, sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.
Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.
Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.
Kamu tak bisa mengubah masa lalu....
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.
Bila Kamu mengisi hati kamu .....
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.
Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.
Selengkapnya...
~..~ TRAGEDI LERENG MURIA ~..~
Sobatku semua - Ma'af Ini bukan kisah nyata...ini hanya karangan yang terinspirasi
Pada suatu hari Ada seorang Ibu melarikan diri dari Rumahnya setelah bertengkar dengan suaminya.Ia membawa Anak gadisnya. mereka datang meminta bantuan kepada petugas kecamtan atau kamtibmas.tetapi petugas melihat hal aneh pada anak gadis yang dibawanya.Perilakunya tidak menunjukkan anak yang normal. Tubuhnya bunkuk kurus kering,kotor,dan menyedihkan .Ia tidak henti-hentinya meludah . Tidak satu kata pun terlontar dari mulutnya.Petugas mengira gadis gadis ini telah dianiaya Ibunya.Itulah sebabnya , kedua orang gadis itu berhubungan denagn pengadilan.Pada hari sidang Ayah gadis itu bunuh Diri.Ia meninggalkan catatan,
'' DUNIA TIDAK AKAN PERNAH MENGERTI''
Mungkin Ia benar.Dunia tidak akan mengerti bagaimana mungkin seorang Ayah dapat membeci Anaknya begitu sangat. Penyelidikan kemudian dapat mengungkapkan bahwa Aisyah-demikian nama gadis tersebut. melewati masa kecilnya di neraka yang diciptakan Ayahnya sendiri.Sejak kecil ,Ayahnya mengikat Aisyah dalam sebuah tempat duduk yang ketat.malam hari,Ia ditempatkan dalam semacam kurungan dari besi.Sering kali ia kelaparan .Tetapi kalau Aisyah menangis,Ayahnya segera memukulnya.Si Ayah tidak pernah berbicara. Si Ibu terlalu buta untuk mengurusnya.Kakak lelaki Aisyah-lah akhirnya yang berusaha memberi makanan dan minuman.Itu pun sesuai dengan perintah Ayahnya : harus dilakukan diam-diam,tanpa mengeluarkan suara.Aisyah tidak pernah mendengar orang bercakap-cakap ;apalagi bergaul .Kakak dan Ibunya sering mengobrol dengan berbisik karena takut terdengar ayahnya.
Ketika Aisyah masuk rumah sakit tidaklah jelas apakah ia dapat berbicara atau mengerti pembicaraan orang lain.Ia membisu kepandaiannya tidak berbeda dengan anak berusia satu tahun.
Aisyah merupakan contoh langka seorang manusia yang tidak memperoleh kesempatan bergaul,berkomunikasi,serta mengungkapkan pikiran dan perasaannya.
Tentu ,kamu bukan Aisyah .Kamu tidak diperlakukan seperti Aisyah.dan kamu.pasti tak ingin sepeti Aisyah yang malang itu. Buktinya ? Kamu tidak kuper,alias kurang pergaulan.Kamu punya banyak teman dan pandai bergaul!Bahkan teman kamu baik-baik dan Shaleh-shaleh.
Kamu kenal Tarzan ,si tokoh fiktif itu ? Ia masih untung.Mungkin kamu ngajuin pertanyaan,'' lho, gimana si tarzan bisa untung .Ia kan hidup dihutan belantara Sendiri lagi.?
Ya, memang tampaknya Ia hidup sendirian.Tapi Ia juga kan bergaul,menjalin persahabatan dengan seisi hutan.Malah konon,walau hidup dihutan belantara,Ia masih punya sahabat manusia.Hebat juga tuh si tarzan ! ya ?
memang ,suadah pembawaannya ( fitrah ) Manusia itu tak mungkin hidup wajar tanpa bergaul dengan Manusia lainnya. ''Manusia adalah mkhluk sosial,''begitukan kata pak ustadz.Karena itu,sebagai manusia,tentu saja kamu juga mesti membangun pergaulan dengan lingkungan dimana kamu hidup.ya dengan lingkungan keluarga kamu,ya lingkungan belajar kamu,ya lingkungan bermain kamu,dan masyarakat kamu pada umumnya.
Lebih dari itu ,manusia memang membutuhkan bantuan pihak lainnya:bantuan lahir batin,Lho ! Bukan hanya selagi hidup,bahkan setelah mati pun manusia memerlukannya.Mengapa? Perhatikan saja,apa kamu lihat orang mati ngubur dirinya sendiri? Ayo,pernah enggak ? tentu saja,dikuburkan oran hidup buakan?
Singkatnya dalam kamus kemanusiaan,ada satu istilah yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia;yaitu pergaulan.Sebenarnya ada istilah lain yang terkait dengan istilah pergaulan ini.Tentu kamu juga telah mengenalnya. Yaitu,yang disebut '' PERSAHABATAN''PERSAUDARAAN'' dan '' UKHUWAH ''
Meskipun memiliki makna dan pengertian tertentu, Istilah - istilah itu dengan jelas mengisyaratkan adanya kebutuhan kamu akan kehadiran orang lain.Tapi,siapakah orang yang akan membantu kita ? Apa sembarang orang ? Tentu saja yang paling jelas adalah orang-orang yang paling dekat dengan kita. Ya keluargamu ! Tetanggamu ! atau siapa saja yang menaruh simpati kepadamu.Nah , disinilah pentingnya persahabatan.
SEMOGA CERITA INI MENGINSPIRASIKAN ANDA
PENTINGNYA PERSAHABATAN INI
Selengkapnya...
~..~ PULANGLAH DENGAN RINDU ~..~
Sobat...? kita harus meyakini bahwa hidup di Dunia ini hakikatnya adalah merantau. Tidak ada sesuatu yang abadi didalamnya. Karena kita sedang merantau,maka mau tak mau suatu saat kita pasti akan pulang.Tempat yang permanen sudah disiapkan Allah Subhannahu Wa Ta'ala di akhirat sana. Karena pulang adalah suatu kepastian,maka kita harus merindukan pulang dengan panggilan yang indah dari Sang Pencipta.
Allah Subhannahu Wa Ta'ala berfirman:
''Wahai jiwa yang tenang, kembalillah kepada Tuhanmu dengan hati yang Ridho dan di Ridhoinya, maka masuklah kedalam Jamaah Hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam Surga-Ku'' ( QS-AL-FAJR 28-30 )
Dalam ayat di atas Allah Subhannahu Wa Ta'ala - Memanggil dengan panggilan yang sangat indah kepada jiwa yang tenang ( NAFSU MUTMAINNAH )
PULANGLAH ...SEKARANG SAATNYA ENGKAU PULANG DENGAN PENUH KEGEMBIRAAN DAN KERINDHOAN-KU.
Orang yang pulang merasa senang,begitupun Allah Subhannahu Wa Ta'ala merasa senang meneriman-Nya.
Setelah menyambut dengan keridhoan Allah Subhannahu Wa Ta'ala mempersilahkan jiwa yang tenang itu masuk ke dalam golongan hamba-Nya yakni para :
Ambiya,Syuhada dan Sholikhin.Ini suatu kenikmatan yang besar,karena tidak semua orang yang pulang itu di Ridhoi Allah Subhannahu Wa Ta'ala. Sebaliknya ada yang dimurkai-Nya. Mereka itu bukanlah golongan dari Hamba-Ku melainkan golongan para
Musyrikin,Munafiqiin dan kafiran.
Allah Subhannahu Wa Ta'ala ternyata tidak berhenti disini dalam menyambut jiwa yang tenang itu, Allah Subhannahu Wa Ta'ala selanjutnya mempersilahkan masuk kedalam Surga yang Abadi selama-lamanya.
Sungguh beruntunglah orang yang memiliki jiwa yang tenang , Ia akan memperoleh Tiga kenikmatan besar tatkala pulang memenuhi panggilan-Nya,disambut dengan Keridhoan Allah Subhannahu Wa Ta'ala, Dimasukkan kedalam golongan-golongan hebat ( hamba-Ku ) Dan terakhir masuk surga.
Apalagi yang kita impikan dalam hidup kita ini, kalau bukan ketiga ini bukan ??
Semoga kita termasuk jiwa yang dipanggil dengan sebutan jiwa yang tenang.
Jiwa yang dalam hatinya ada Iman,Sabar,Syukur,tidak menyakiti orang lain,tidak berburuk sangka,tidak menggunjing,Menyerahkan urusan kepada Allah Subhannahu Wa Ta'ala semata, dan kebaikan - kebaikan lainnya. Agar kita bisa rindu pulang kepada-Nya....
WAALLAHU A'LAM
SOBAT JIKA MUNGKIN ADA SALAH DAN KEKURANGAN
DALAM PENYAMPAIANKU
KUMOHON MA'AF ITU ATAS KHILAFKU.
SEMOGA CATATAN INI MEMBERIKAN MANFAAT DAN BAROKHAH
ATAS RIDHONYA..AMIN
~..~ JAZAKUMULLAH KHOIRON AHSANAL JAZA ~..~
Selengkapnya...
Kamis, 08 Juli 2010
SURAT BUAT AYAH
Maaf jika aku baru tersadar
Bahwa sudah terlalu banyak keringat yang keluar dari kulitmu
Hingga tak mampu aku seka walau dengan sejuta handuk
Karena sudah membanjiri dan menggenangi setiap lantai yang kupijak
Maaf jika aku kini tercenung
Karena terperangah oleh gundukan kebijakan
Yang telah kau pikirkan, katakan, dan kau lakukan
Hingga rasanya segunung uang yang telah kukumpulkan
Tak mampu untuk membayar semuanya
Maaf jika aku baru melihat
Banyaknya luka di otak dan tubuhmu
Tersayat oleh segala kekurangan dan ketidakberdayaanku
Terhujam dan tertikam oleh tindak tanduk yang tiada berkenan
Maaf jika aku tidak memperhatikan
Berjuta keluh dan lenguh lelah yang kau teriakkan di kesunyian kala sendiri
Sembunyi agar tiada dari anakmu terbangun karenanya di tengah malam
Dan kembali ke dunia mimpi dengan ketidakberdayaan jiwa
Aku tahu engkau telah hidup di dua alam sejak dulu
Siang kau sibuk bagai semut yang tak kenal lelah
Dan malam kau beterbangan bagai kelelawar lapar yang tak kenal bosan mengepak sayap
Aku juga tahu bahwa kau telah tutupi sakit dan perihmu
Karena ketegaran itu harus kau tunjukkan agar kami tiada berteriak lapar dan sedih
Kini usiamu telah lanjut seperti bunga yang kembali merunduk setelah 1 minggu mekar
Gurat gurat lemas di wajahmu mulai berlomba untuk bersolek
Dan ritme nafasmu yang semakin lemah perdengarkan hembusannya
Hai ayah......ini aku tulis sebuah surat janji padamu
Rumah Allah yang ingin kau bangun nanti dalam tiga kali hela nafas akan terbangun
Kebahagiaan masa tuamu dalam satu kedip mata akan bawakan tandu untuk membawamu
Istana dunia yang ingin kau dapatkan.dalam satu sebut kau panggil namaku kau akan berada didalamnya
Ketenangan jiwa yang kau idamkan dalam dua kali teriakmu akan terbirit birit untuk menghadapmu
Senyum senyum puas dalam dua kali kau jejak bumi akan tergantung dengan manis di wajahmu
Segarnya udara pagi tanpa bebani..akan selalu menyapamu tanpa kau mimpikan terlebih dulu
Dan peluk istri tercintamu akan selalu dapat kau rasakan karena tak akan pernah ku biarkan ia mengkhawatirkan kebutuhanku
Surat janjiku ini adalah sumpah atas nyawaku
Surat janji ini adalah harta yang menjadi jaminan atas kebahagiaanku
Jika boleh maka biar kutukarkan semua nafas yang kumiliki dengan terkabulkannya isi suratku
Sebelum aku melihat ayah menangis bahagia dan memelukku atas terciptanya mimpimu
Maka tak akan pernah kubiarkan tubuh ini beristirahat hingga jatuh dan terkulai untuk selamanya
Hidupku untuk kebahagiaanmu wahai orangtuaku percaya dan yakinlah aku mampu esok.
Selengkapnya...
Rabu, 07 Juli 2010
●●Duhai Kekasih Sejatiku●●
Bismillahirrohmanirrohiim..
surat ini ku persembahkan untuk kekasih sejatiku..
kekasihku, ku mohon terimalah surat ini, dengarkanlah suara hatiku terdalam yang ku tuliskan lewat surat ini.
Duhai kekasih sejatiku tercinta,
Wahai kekasih sejatiku terkasih..
Tuhanku semesta alam.. pemilik jiwa ragaku..
yang menggenggam hati ini.. ALLOH SUBHANAHUWATA'ALA..
Ya Alloh.. ku tuliskan surat cinta ini sebagai ungkapan atas apa yang ku rasa padaMU..
Ya Alloh.. sungguh ku bersyukur menjadi hambaMU, menjadi Islam, dan memiliki tauladan seorang kekasihMU yg mulia,,Muhammad SAW..
Sungguh ku bersyukur memiliki Al Quranul kariim, cahayaMU, kalimatMU yang sangat menenangkanku, menghibur di saat gundahku, dan menjadi penuntunku hingga hari tersulitku kelak.. hari dimana catatan hidupku di dunia akan dibuka dan diperhitungkan..
Ya Alloh..Entah apa jadinya diriku ini jika aku bukan Islam dan tidak mengenal Islam..
Ya Alloh,,Entah apa jadinya diriku ini tanpa adanya belas kasih dan maghfirahMU.. sungguh meruginya aku.
Ya Alloh yang Maha Mengerti..
Sungguh ku bersyukur diriku terlahir Islam, dan berkat kasihMU hingga saat ini namaMU pun masih selalu terukir di hatiku.. dan ku harap akan selamanya hingga tak ada nafasku.
tapi ya Alloh,, sungguh akupun sering mempertanyakan diri ini, hati, jiwa, dan raga ini,
"apakah memang dirimu sudah benar2 Islam? apakah benar Alloh selalu di hatimu? Apakah benar Alloh adalah kekasih sejatimu? apakah kau jujur dan tulus mengatakan kau mencintaiNYA?"
kemudian sering terlintas pertanyaan yang sungguh membuat hatiku tersayat sayat..
"apa buktinya bahwa kau sungguh seorang Islam, apa buktinya kau adalah hamba yang sungguh mencintaiNYA, dan apakah Alloh sudah menerima cintaMu dan meridhoimu sebagai kekasihNYA?"
Ya Alloh,,sungguh aku takut, aku malu..
nyatanya diriku memang lebih sering mengkhianatiMU,
diriku terlalu sering lupa akan adanya Engkau di hidupku..
terlalu sering berubah lagi menjadi lalai, setelah bertekad akan bersungguh2 menjadi lebih baik dalam melakukan segala hal yang Engkau cinta dan tidak melakukan yang Kau benci..
Ya Alloh, aku sungguh lalai menjagaMU, mungkin karna kecongkakan dan lemahku.
Ya Alloh, aku sering mengkambing hitamkan syaitan padahal memang semua karna kelemahanku..
Ya Alloh,,sungguh kini aku menyadarinya,
aku mungkin belum pantas mengakui cinta kepadaMU tanpa ada pembuktian yang nyata..
Duhai kekasihku,,ku sering teringat dengan firmanMU dalam sebuah hadits,
Rosululloh saw. bersabda, "Alloh berfirman, 'Aku heran denganmu wahai anak Adam, Aku yang telah menciptakanmu tapi engkau menyembah selain Aku. Aku yang memberimu rezeki tapi engkau bersyukur kepada selain Aku. Aku perlihatkan rasa cintaKu kepadamu dengan memberi nikmat---padahal Aku tidak membutuhkanmu---tapi engkau perlihatkan rasa bencimu kepadaKu dengan melakukan maksiat, padahal engkau membutuhkanku. Kebaikanku senantiasa turun kepadamu tapi keburukanmu senantiasa naik kepadaku'"
Ya Alloh.. sungguh sedih hati ini mengetahui curahan hatiMu tersebut..
membuat air mataku mulai menari-nari di pipi..
dan scepat kilat hati pun terasa basah karna isak tangisku.
Ya Alloh aku takut akan pedihnya siksaMU..
Ya Allohu robbi,, Allohu goffar.. ku mohon ampunilah aku..
Wahai cinta sejatiku, kekasih hatiku, harapanku,..
terimalah maaf dariku..Astaghfirullohal'adziim..
Astaghfirullohal'adziim..Astaghfirullohal'adziim..
Banyak pendosa, termasuk diriku..
ketika diingatkan agar berhenti dari maksiatnya,
serta merta menjawab bahwa Alloh SWT itu Maha Pengasih dan Penyayang.
Padahal, selain memiliki sifat tersebut, Engkau juga memiliki sifat Mahakeras azab-Nya..
Ya Alloh sungguh sangat takut diri ini,
saat firmanMu yang tertulis dalam QS. Al Maidah: 98 mengingatkanku..
Ya Alloh ya Rohman,
izinkanlah aku perbaiki semua sebelum waktuku berjumpa denganMU tiba.
Duhai kekasih sejatiku,
Sungguh betapa aku malu atas semua yg Kau beri,
padahal diriku terlalu sering membuatMU kecewa..
Entah mungkin karna ku terlena, sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali agar aku kembali..
ya Alloh betapa tak ada apa2nya aku di hadapanMU..
YA Alloh,, Hanya Engkaulah cinta sejatiku,,takkan ada lagi illah selainMU..
Ya Alloh ya Rohiim..
pemilik cinta dari segala cinta..
Aku sadar kini, mencintai manusia bisa menimbulkan kekecewaan teramat dalam..
mencinta manusia khususnya lawan jenis di luar ikatan suci adalah sebuah kesia-siaan..
Kini, lebih baik mereka membenciku daripada kau membenciku karna hatiku ternodai, dan cinta untukMu secara tak sadar sudah ku khianati...
Kini ku sadar, mencintaiMu memang tidak pernah ada kekecewaan..
karna aku yakin Kau selalu membalas cinta hambaMu..
Ya Alloh,,meski tak pantas,
tapi aku ingin selalu berusaha mencintaiMU setulusnya,
sebenar2 aku cinta,.
Aku ingin mendekatiMU selamanya, sehina apapun diriku.. Ku berharap untuk bertemu denganMU ya Robbi..
Ya Alloh,,meski dosaku terlalu banyak,,
namun aku tak akan lelah memohon ampunanMU, karna Kau selalu memotivasiku dalam firmanMU,
"Wahai anak Adam selama engkau berdosa dan berharap kepadaKu, niscaya Aku ampuni segala dosamu yang telah lalu dan Aku tidak perdulikan lagi. Wahai anak Adam jikalau dosamu membumbung setinggi langit lalu engkau meminta ampunanKU, pasti engkau Ku ampuni. Wahai anak Adam, andai engkau datang kpd-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau bertemuKu dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku sedikitpun, pasti Aku mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula."
Subhanalloh walhamdulillah walaailaahaillalloh wallohuakbar..
sungguh Maha Luasnya ampunanMU itu...
ya Alloh subhanahuwata'ala..
kekasih sejatiku..
dalam sujud panjangku di hening malammu..
Ku memohon ampunanMU, terimalah cintaku ya Tuhanku.. Jangan biarkan ku berpaling lagi dariMu dan janganlah Engkau palingkan wajahMU dariku.
karna tak ada daya dan upayaku tanpa kasih sayangMU di hidupku..
tak ada artinya hidupku jika taubatku tak mendapat ridho dariMU..
DUHAI KEKASIH SEJATIKU..
Selengkapnya...
●●DO’A KU●●
YAA RABB…
Ampuni dosa-dosa yang terkadang aku tidak tahu kalau itu dosa…
Tuntun dan bimbinglah aku ke jalanMU yang lurus ini,
Bimbinglah diri yang lemah ini agar tetap lurus dalam BERGURU
Serta tuntun juga orang-orang yang selalu besertaku dalam membesarkan namaMU
Terima kasih atas semua karunia yang ENGKAU berikan
YA ALLAH…
Jangan ENGKAU berikan kekayaan yang membuat aku sombong
Jangan ENGKAU berikan kemulyaan yang membuat aku lalai
Jangan ENGKAU berikan kekuatan yang membuat aku angkuh
Jangan ENGKAU berikan kesenangan yang membuat aku lupa
Jangan ENGKAU berikan kenikmatan yang membuat aku kufur
Jangan ENGKAU berikan tahta yang membuat aku terpedaya
Jangan ENGKAU berikan pahala yang membuat aku tidak ihklas.
YAA RAHMAN YAA RAHIIM…
Andai ENGKAU berkenan…
Berikan aku semua dengan kasih dan sayang MU
Hingga aku semakin tahu diri dan mensyukuri segala yang ENGKAU berikan…
YAA RABB…
Berikan daku sahabat-sahabat yang selalu setia dalam menggapaiMU
Yang tangguh dan tabah dalam segala kesulitan
Yang tidak menjauh bila diberi kesenangan, tidak mengeluh bila diberi cobaan
Berilah saudara-saudaraku karunia yang membuat mereka selalu bersyukur kepadaMu,
Janganlah kami ENGKAU pecah belah
Janganlah kepada kami ENGKAU titipkan dendam kesumat, iri dengki dan sifat-sifat tercela,
Tapi titipkanlah di hati kami sifat saling menyayangi dan mencintai sesama…
Hari ini dan untuk selamanya
YAA ALLAH…
Perkenankanlah doa hamba ini….
Selengkapnya...
●●Kesendirian yang Bermakna●●
Kesendirian, suatu waktu di mana kita tak bisa menghindarinya. Banyak moment di mana kita harus tinggal seorang diri; saat di kamar mandi; saat di rumah tak ada orang kecuali kita; saat berada di sebuah ruangan warnet. Saat kesendirian itu muncul, saat di mana setan dengan gencarnya menggoda kita. Karena biasanya, kita akan jauh lebih semangat beribadah ketika ada orang di sekitar kita. Apalagi jika orang yang di dekat kita adalah orang yang shalih, yang senantiasa “menularkan” kebaikan pada diri kita. Ketika penghalang itu tak ada, setan pun dengan leluasa menerobos masuk dalam hati dan pikiran kita.
Karena iman yang lemah, kita pun kerap terjebak pada bujuk rayu syaithan. Kita menuruti apa mau syaithan. Tadinya kita rajin shalat, membaca al-Quran, tiba-tiba menjadi makhluk jalang yang bersuka cita pada kemaksiatan. “Ah… tidak ada yang melihat saya melakukannya,” bisiknya dalam hati.
Saat kesendirian itulah keimanan kita sedang diuji, apakah kita benar-benar mencintai Allah dengan setulus hati, apakah kita hanya takut kepada-Nya ataukah ibadah yang kita lakukan selama ini hanya sandiwara dan ingin dipuji oleh orang yang sedang bersama kita?
Saat sendiri, berarti kita hanya berdua-duaan dengan Allah. Alangkah baiknya kita gunakan kesempatan itu untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah. Ketika dalam keramaian kita berdzikir seratus kali. Maka saat sendirian, kita harus lebih dari itu. Uwais al-Qarny Ra. pernah berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang bisa mengenal Tuhannya, sementara dia lebih banyak bersama selain-Nya.”
Suatu ketika, di malam yang dingin dan sunyi, Imam Abu Hanifah bermunajat di sebuah masjid. Di sana beliau menghabiskan waktunya dengan shalat, dzikir, dan berdoa hingga shubuh. Tak disangka, ada orang yang melihat ibadahnya itu. Setelah mengetahui ada yang memperhatikannya, beliau lalu berkata kepada orang tersebut agar merahasiakan perihal apa yang dilihatnya.
Diriwayatkan bahwa Imam Malik tidak terlalu banyak melaksanakan puasa dan shalat sunnah. Akan tetapi, kesendiriannya dipenuh dengan hal-hal yang berguna dan bermakna.
Seorang ulama bernama Umar Tilmisani pernah menceritakan pengalamannya. Di suatu malam, Imam Hasan al-Banna – gurunya – memanggil namanya, “Ya Umar, apakah engkau sudah tidur?” Lantas Umar menjawab, “Belum ya Syaikh…” Kemudian Imam Hasan al-Banna kembali masuk ke kamarnya. Beberapa saat kemudian Imam Hasan al-Banna kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama. Tapi kali ini Umar sengaja tidak menjawabnya, karena pasti nanti akan bertanya lagi hal yang sama. Umar pura-pura tidur.
Setelah tidak ada jawaban dari Umar, Imam al-Banna masuk kembali ke kamarnya. Beberapa saat lamanya pertanyaan yang sama tidak segera muncul, Umar pun melihat apa yang dilakukan gurunya itu di dalam kamarnya. Demi melihatnya, Imam Hasan al-Banna sedang bermunajat dengan tangisan menyayat hati. Akhirnya tahulah Umar, jika gurunya itu menginginkan kesendirian dalam bermunajat kepada-Nya, sehingga amalan hanya semata-mata karena Allah.
Sungguh asyik berdua-duaan bersama Allah sehingga Allah akan menganugerahi cahaya pada wajah kita. Imam Hasan al-Bashri pernah ditanya, “Kenapa orang yang rajin shalat malam wajahnya tampak bercahaya?” Imam Hasan menjawab, “Karena dia berdua-duaan dengan Allah sehingga Allah menghadiahinya sebagian dari cahaya-Nya.”
Seorang yang taat di kala ramai maupun sepi akan mereguk manisnya iman. Dia akan mendapatkan peningkatan kualitas iman dalam dirinya. Sesungguhnya semua ibadah yang kita lakukan untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain. Kita berlaku demikian laksana melemparkan kayu Hindi (bahan minyak wangi) ke tengah bara api, kemudian wanginya tercium oleh manusia, namun mereka tak tahu dari mana sumber wewangian itu.
Ada orang yang jika kita mendekatinya terasa damai. Ketika menatap wajahnya, semakin mendorong kita untuk banyak mengingat Allah. Semakin bergaul akrab dengannya, terasa kebaikan-kebaikannya. Cintanya kepada kita bukan kamuflase sesaat, tetapi merupakan cinta murni yang datang dari-Nya. Terasa di sekeliling kita “harum mewangi” ketika kita bersamanya.
Namun, ada orang yang jika kita semakin dekat dengannya, hati kita semakin hampa, keras membatu, dan kotor oleh maksiat. Mungkin pada mulanya, kita menganggapnya orang baik. Namun lama kelamaan ketahuan belangnya, hatinya lebih busuk dari bangkai dan lebih kejam dari binatang liar. Merekalah orang-orang yang hanya taat di kala ramai, namun berbuat maksiat di saat sendiri.
Barangsiapa yang kesendiriannya baik dan penuh makna, akan menyebarlah aroma keutamaannya dan hati pun akan senantiasa mencium wewangiannya. Jagalah perilaku Anda dalam kesendirian, karena hal itu sangat bermanfaat.
Selengkapnya...
Selasa, 06 Juli 2010
●●SURAT BUAT IBUNDA●●
kadang hari jadi demikian melelahkan, ibunda, ruang menujumu tiba-tiba saja terasa luas dan jauh
ingin nanda ceritakan tentang sayap-sayap yang tak henti belajar terbang
mencari setiap celah untuk memperpendek jarak mempersempit ruang
ingin nanda ceritakan tentang wangi kelopak sepanjang jalan, biru langit, hembus angin dan warna pucuk-pucuk hijau
mengumpulkan keindahan dalam telapak untuk dibawa pulang ke pangkuan
berharap bisa menghapus letih kening dan sudut mata bunda
sesungguhnya tak jarang langkah nanda tersandung batu terhalang badai
tapi bekal yang bunda sampirkan sejak dulu selalu bisa menghantar nanda ke seberang
kadang kabut sama sekali nyaris tak tertembus, ibunda, perjuangan melewatinya tiba-tiba saja kehilangan tenaga
ingin nanda ceritakan tentang ketakutan-ketakutan dan mimpi buruk menjelang tengah malam
tentang kegamangan dan keraguan setiap kali jembatan dan pintu menghadang di depan mata
tapi percayalah bekal yang bunda titipkan di bahu selalu bisa mengisi kekosongan, menguatkan dan menegakkan kembali wajah nanda
seperti pesan bunda,
nanda belajar dari rumput yang tegar untuk selalu tumbuh
nanda belajar dari tetes hujan di atas batu yang tawakal berikhtiar
tak pernah mudah, ibunda, tak pernah
jika sesekali nanda berhenti
nanda ingin bunda tahu bukan tuk menyerah
tapi menerjemah hikmah dan menelaah diri sebelum berjalan lagi
tak pernah mudah, ibunda, memang tak pernah
tapi nanda tak gentar
sebab cinta dan doa bunda terbukti jadi energi tak berbatas yang tak pernah kehabisan cahaya dalam setiap langkah nanda
Selengkapnya...
MALAS BELAJAR = MENUMPUK DERITA" oleh : Ryi 81
MALAS BELAJAR = MENUMPUK DERITA oleh : Ry 81
MALAS BELAJAR = MENUMPUK DERITA “Untuk Sukses Kita Tidak Perlu Menjadi Orang Pintar Melainkan Kita Cukup Menjadi Orang Yang Mau Terus Belajar” Keinginan belajar yang kuat mampu mengantarkan manusia menjadi kaya baik harta maupun jiwa. Ada seorang anak hidup dikeluarg...a yang sangat kaya. Ia juga anak tunggal yang selalu dimanja oleh kedua orangtuanya sehingga semua kemauannya selalu dituruti. Dengan segala fasilitas yang ada membuatnya tidak pernah mau berusaha sendiri dalam hal sekecil apapun. Ia tdak mau belajar untuk mandiri dan selalu beranggapan bahwa segala sesuatu dapat diperoleh dengan harta yang dimiliki keluarganya. Keadaan tersebut terus berlangsung sehingga ia dewasa. Semasa sekolah, dirinya tidak pernah belajar dengan serius dan selalu menggampangkan semua masalah yang ada. Orang tuanya sering menasehati agar diwaktu muda jangan mensia-siakan kesempatan yang ada untuk belajar apapun. ”Nak, belajarnya dengan sungguh-sungguh, karena ilmu dapat dijadikan bekal dihari tua” Ucap ayahnya ketika ia masih sekolah. ”Hidup yang penting kaya. Dengan uang semua masalah akan beres” Bantah si anak tidak mau mendengarkan. Dirinya lebih suka melewatkan waktu yang ada dengan main dan main. ”Belajarlah nak, sekecil apapun pasti berguna buat kamu” Nasehat ayahnya dilain waktu disaat si anak sudah mulai dewasa. ”Saya kan sudah tidak sekolah lagi buat apa belajar” Jawab si anak sambil tertawa yang menganggap bahwa belajar hanya dilakukan oleh anak-anak sekolah. ”Belajar itu tidak hanya disekolah, belajar itu bisa dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja” Lagi-lagi ayahnya masih terus berusaha untuk menyadarkan anaknya. ”Alah... santai saja, hidup yang penting ada uang maka segalanya akan beres” si anak tetap bersikukuh tidak mau mendengarkan nasehat ayahnya. Waktu terus berjalan dan si anak pun sudah berkeluarga namun kelakuannya masih tetap sama sampai ketika ayahnya meninggal dunia. Dirinyapun diwariskan banyak sekali kekayaan. Awalnya dirinya masih tidak mengubah gaya hidupnya, tapi lama-lama dirinya sadar juga bahwa harta kekayaan yang diwariskan kepadanya kalau tidak dikelola dengan baik maka lama-lama akan habis. Maka dirinyapun bertekad untuk mempertahankan semua yang diwariskan kepadanya. Ia pun mengelola usaha-usaha yang ditinggalkan ayahnya. Ditangannya usaha yang dirintis orang tuanya bukannya semakin maju melainkan semakin hari semakin mundur dan harta kekayaannya pun ikut menipis. Apapun usaha yang dilakukan tidak dapat mempertahankan semua yang ada bahkan tidak jarang dirinya tidak tahu harus mengambil tindakan apa. Maka dalam waktu yang tidak terlalu lama semua usahanyapun bangkrut dan ia pun jatuh miskin. Dirinya sangat menyesal bahwa selama hidupnya ia tidak pernah mau belajar dan tersadar pula bahwa anggapannya bahwa semua hal didunia ini bisa dibeli dengan uang tidaklah benar. Ia meratapi nasibnya sekarang yang telah menjelma menjadi orang miskin dan merasa bersalah karena tidak mendengar nasehat ayahnya. Beruntung dirinya tidak larut dalam kesedihan dan keterpurukannya, dan dirinya pun sudah paham bahwa harta tanpa ilmu maka tidak ada gunanya. Mulai saat itu, ia pun memutuskan diri untuk belajar dan mendadak nasehat ayahnya ketika masih hidup pun terngiang ditelinganya bahwa ”Belajar bisa dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja” Dirinya pun sudah paham akan nasehat orang tuannya bahwa belajar tidak hanya disekolah tetapi arena pembelajaran yang sesungguhnya adalah kehidupan termasuk belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat. Ia tidak ingin terjebak untuk kedua kalinya dengan kata terlambat. Baginya yang sudah membuang separuh umur hidupnya untuk belajar pun belum terlambat untuk belajar. Karena ketekunannya untuk mempelajari sesuatu, ia pun merasakan banyak manfaatnya. Semakin banyak belajar semakin membuatnya sadar bahwa dalam hidup ini memang harus terus belajar dan dengan mengerti banyak hal ia baru merasakan dirinya memiliki arti dan bisa menentukan tujuan hidupnya. Dan ia pun membenarkan pesan ayahnya sewaktu hidup bahwa manusia memang bisa belajar dari siapa pun tidak terkecuali orang dibawah kita dan ilmu pun tidak mengenal ruang dan waktu. Ia terus menapaki kehidupannya dengan segudang rencana masa depan tanpa mau dibayangi oleh masa lalunya yang kelam, pelan-pelan ia pun membangun kembali apa yang pernah menjadi kekayaan keluarganya. Tidak lama kemudian dia berhasil membangun kembali apa yang pernah dirinya hancurkan. Tak terasa usianya pun sudah mulai senja, ia juga sudah dianugerahi anak dan cucu. Tapi dia masih tetap belajar dalam hal apapun sembari selalu mengingatkan kepada penerusnya untuk tidak meniru separuh hidupnya yang tidak mau belajar dan berhura-hura. Akhirnya, dirinya pun patut berbangga, ia mampu membangun kembali usaha orang tuanya yang telah dihancurkan bahkan sekarang berkali-kali lipat keberhasilannya dari sebelumnya. SATU PELAJARAN YANG PALING PENTING BAGINYA ADALAH BELAJAR DARI KETIDAKMAUANNYA UNTUK BELAJAR. ”SEMAKIN BANYAK KITA BELAJAR MEMBUAT KITA SEMAKIN TIDAK TAHU YANG TERUS MENDORONG DIRI KITA MENGGALI APA SAJA UNTUK MEMENUHI KETIDAKTAHUAN KITA YANG TANPA SADAR JUSTRU MEMBUAT HATI KITA MENJADI TAHU BANYAK HAL” Sahabat, Manusia hidup memang tidak pernah terlepas dari proses belajar dan belajar pun tidak berarti hanya melalui pendidikan formal seperti disekolah namun belajar harus diartikan dalam lingkup yang seluas-luasnya. Apa yang diceritakan oleh kisah diatas memang benar adanya bahwa belajar bisa dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli dalam keadaan apapun kita tetap bisa mendapatkan satu ilmu jika kita mau berusaha, ilmu bisa didapat dengan cara membaca, melihat ataupun mendengar. Ilmu pun tidak terbatas. Dan semua ilmu itu penting bahkan yang sangat penting adalah ilmu yang kita petik dari kehidupan baik dari kehidupan kehidupan sendiri maupun orang lain, seperti kita bisa belajar dari kesalahan sendiri yang kelak kita tidak akan mengulanginya, kita juga dapat belajar dari kesalahan orang lain agar tidak mengalami celaka yang sama. Orang yang maju adalah orang yang tidak pernah lelah untuk belajar, ia tidak akan membiarkan waktunya berlalu tanpa mendapatkan satu pelajaran yang berarti. Ilmu pengetahuan dan ilmu kehidupan memang merupakan barang langka bagi mereka yang tidak pernah mencarinya. Akan tetapi bagi orang yang tahu pentingnya ilmu dan mau mencari tentu tidak susah mendapatkannya. Karena memang ilmu itu ada disekitar kita. Bila ada yang tidak mengerti kita bisa bertanya dan dengan bertanya kita akan mendapat jawabannya. Selain itu, proses belajar juga merupakan satu cara untuk pendewasaan diri, dengan banyak belajar maka logika kita bisa bekerja lebih baik dan pikirian pun jadi lebih berbobot dengan pertimbangan-pertimbangan yang lebih matang sehingga akan menghasilkan tindakan yang lebih masuk akal. Orang bijak menyatakan bahwa ”ORANG YANG TIDAK MAU BELAJAR DEKAT DENGAN KEBODOHAN DAN KEBODOHAN DEKAT DENGAN KEMISKINAN” Orang yang bodoh adalah orang yang tidak banyak tahu dan tidak banyak tahu karena tidak pernah belajar, tidak belajar juga menyebabkan pemikiran tidak berkembang, sehingga yang dikuasai hanya itu-itu saja yang otomatis tidak dapat berbuat banyak. Jika tidak dapat berbuat banyak tentu tidak dapat menghasilkan banyak pula, dengan demikian omongan yang bijak itu sangat benar dan beralasan. Orang yang mau belajar tidak pernah rugi dalam hidupnya, sampai kemanapun dan dimanapun, apa yang didapatkan dari pembelajarannya pasti berguna dan apa yang telah didapatkan selama kita belajar selalu akan melekat dalam diri kita. Ia merupakan kekayaan yang tidak terlihat dan tidak akan habis terpakai karena kekayaan ilmu adalah kekayaan intelektual yang sekaligus kekayaan jiwa yang tidak dapat dirampas, dan kekayaan semacam ini semakin banyak kita memberi ke orang lain akan semakin bertambah. Sahabat, sekejap saja kita membiarkan waktu berlalu tanpa mencari tahu apa yang terjadi pada waktu itu kita akan ketinggalan. Zaman selalu berubah yang tentu juga membawa perubahan bagi kehidupan itu sendiri, perbaharui isi otak dengan segala informasi terbaru dan bila membutuhkan kita harus merubah cara pandang, kita juga jangan segan-segan untuk melakukannya. Paradigma belajar itu membosankan dan sudah harus disingkirkan, karena yang dimaksud belajar disini bukan lazim belajar anak sekolah yang menghafal buku-buku pelajarannya. Sekali lagi belajar yang dimaksudkan disini adalah belajar pada semua sektor kehidupan meskipun kita tidak mungkin habis untuk menguasai semuanya, karena memang itu tidak mungkin bisa dilakukan. Akhir kata semakin banyak kita belajar maka semakin banyak pula yang kita dapatkan. Untuk hidup bahagia Kita hanya perlu melihat dengan seksama disekitar kita. Renungkan dengan pikiran jernih terhadap apa yang telah kita lihat, Lalu rasakan dengan nurani atas perenungan itu Setelah itu buka kedua tangan kita untuk merubah yang belum baik Menjadi baik, yang tidak baik menjadi baik dan yang sudah baik menjadi Lebih baik lagi.
Selengkapnya...
Senin, 05 Juli 2010
●●Teruntuk kalian Sahabatku●●
Sahabatku,
Ku berikan namamu "Teman Sejati"..
"Selama ini kumencari-cari teman yang sejati buat menemani perjuangan ini".
Oh, siapa sangka hadirmu membawa diri ini mengenali apa itu sebenarnya ukhuwah.Kita berjauhan, namun Allah dekatkan hati kita. Cerita mu adalah ceritaku dan begitu juga sebaliknya. Tatkala diriku bersedih, kau datang memberi semangat buatku. Nasihatmu selalu menemaniku. Ya, karena itu kau umpama cermin bagiku.. Sering kau katakan bahwa diriku lebih baik darimu.. namun, hakikatnya diriku banyak kekurangan malah sedikit kelebihannya wahai sahabat. Tapi, dalam kelebihan dan kekurangan itu kita tetap bersama karena bukankah persahabatan ini untuk saling melengkapkan?
Sahabatku,
Ku tahu hatimu resah, tatkala dirimu meminta nasihat dariku. Dalam hidup ini, akan hadir saat2 dimana kita perlu membuat pilihan. Namun kita sering khawatir, adakah pilihan itu yang terbaik buat diri kita. Sukarnya membuat sesuatu keputusan, terutamanya yang bakal menentu perjalanan kehidupan kita. FirmanNya yang bermaksud:
"..Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi kamu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah:ayat 216)
Ya, "Wallahu yaklam, wa antum taklam." Jadi kepada siapa lagi harus kita sandarkan, melainkan pada Dia yang menciptakan kita! Dia jua yang telah menetapkan takdir buat kita di Lauh Mahfuznya dan takdir Allah itu begitu sempurna buat hambaNya.
"Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang di janjikan kepadamu." (Adz-Dzariyat:ayat 22)
Malah Allah telah menetapkan beberapa panduan untuk kita pilih.
"Dinikahi seseorang itu karena empat perkara, harta, kecantikan, keturunan dan agama. Maka pilihlah yang beragama, niscaya beruntung diri."
"Pesan Abu Hurairah r.a. kepada puterinya: Pilihlah bakal suamimu orang yang bertaqwa karena jika dia suka kepadamu, dia mendoakan kebaikan untukmu. Jika dia tidak menyenangimu, dia tidak akan berlaku zalim terhadapmu.
Teruskan doamu sahabat, memohon belas kasihan dariNya agar ditunjukkan jalan yang benar. Sahabatmu ini hanya boleh memberi nasihat sekadar mampu karena segalanya adalah terletak padamu.. hasil dari petunjuk Allah buatmu. Adakah yang hadir itu benar, adakah masa yang tiba itu sesuai, adakah diri bersedia memikul sebuah tanggungjawab ataupun semua ini sekadar ujian dariNya buat diri? Pasrahkan hatimu memohon padaNya kerana mereka yang berdoa dengan ikhlas akan dimakbulkan doanya. InsyaAllah. FirmanNya yang bermaksud:
"Dan Tuhanku berfirman, "Berdoalah kepadaku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.." (Al-Mukmin:ayat 60)
Sahabatku,
Saat ini, mari kita sama2 terus berusaha.. berusaha berdoa dan memperbaiki diri. Melengkapkan diri dengan ILMU, untuk menjadi amal kelak. Bukankah kita yakin pada janjiNya sebagaimana dalam firmanNya yang bermaksud:
"Perempuan-perempuan jahat untuk laki-laki jahat,laki-laki Jahat untuk perempuan-perempuan jahat pula,perempuan-perempuan baik untuk laki-laki baik,laki-laki baik untuk perempuan-perempuan baik pula. (An-Nur:ayat 26)
Sekiranya kita melakukan sesuatu karena Allah, pasti akan ada jalanNya. Jadi sandarkanlah jua urusan ini karena Allah pasti hatimu akan lebih tenang. Bukankah kita ingin menyahut tuntutan ini karena ALLAH dan RASULNYA? Ya, itu matlamat utama kita. Menyambung sebuah kesinambungan dakwah agar generasi kita menjadi rantai2 perjuangan. Menjadi sayap kiri perjuangan, dan menjadi ummi buat bakal rijaluddin. Maka, mari kita pelihara diri sebaik2nya dan kembali kepada syariat Islam. Usah terpedaya dengan hiasan2 dan bunga-bunga dari syaitan yang selalu berusaha menjatuhkan sebuah iman dalam hati.
"Perempuan tidak perlu mendekati lelaki untuk mengetahui siapakah yang Allah takdirkan untuk dia. Yang Allah takdirkan untuk kita akan tetap datang walaupun kita mengelaknya. Peliharalah maruah agar dengannya kita boleh menuntut janji bahawa lelaki yang baik adalah untuk perempuan yang baik. Begitu juga sebaliknya."
Sebuah doa, sebuah pengharapan.. diberikan HANYA padaNya.. Moga dirimu bertemu kebaikan.. InsyaAllah..
"Ya Allah, aku memohon akan Engkau memilihkan mana yang baik menurut Engkau Ya Allah. Aku memohon memberikan kepastian dengan ketentuanMu dan aku memohon dengan kemurahan Engkau yang Maha Agung, kerana sesungguhnya Engkau Tuhan yang Maha Berkuasa, sedang aku tidak tahu, dan Engkaulah Tuhan yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui perkara ini baik bagiku, bagi agamaku, bagi penghidupanku, dan baik pula akibatnya bagiku, mudahkanlah ia bagiku dan berikanlah keberkatan bagiku di dalamnya.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahawa perkara ini tidak baik bagiku, bagi agamaku dan penghidupanku, dan tidak baik akibatnya bagiku maka jauhkanlah hal ini daripadaku dan jauhkanlah aku daripadanya.
Berilah kebaikan di mana saja aku berada dan jadikanlah aku orang yang ridho atas anugerahMu. Amiin."
~Mengejar sebuah impian untuk mendapat Cinta dan RidhoNya dalam setiap urusan. Membina harapan untuk menjadi seorang mujahidah..
"Ya Allah, peliharalah kami sebagaimana Engkau memelihara wanita-wanita solehah. Amiin.. Allahumma amiin.."~
Selengkapnya...
●●KETIKA MENCINTAI TIDAK BISA MENIKAHI..●●
Saudaraku..
Ketika kita sudah menyempurnakan Ikhtiar..
Dengan Niat menjaga kesucian diri dari dosa
Menjaga kesucian pandangan..
Bahkan sampai dengan proses Ta’aruf yang Terjaga..
Ketika kita juga sudah berdoa setiap hari..
Sholat Istikharah sampai meneteskan airmata bercucuran..
Dan sepertinya Dialah yang terbaik buat kita..
Dialah yang akan menjadi pendamping hidup kita..
Namun..
Ternyata dirinya tidak bersedia menerima kita..
Ternyata dirinya menolak cinta kita..
Oh My God.:(
Dunia sepertinya mau Kiamat..
Hati teriris-iris..diri jadi melankolis..^^
Saudaraku..
Memang Alangkah bahagianya jika cinta yang hendak kita bingkai
dalam nuansa indah PERNIKAHAN, mendapatkan Sapaan lembut..
Sambutan hangat serta Sunggingan senyum dari dia yg kita dambakan.
Namun betapa nestapanya ketika CINTA TULUS yang kita ungkapkan..
ternyata harus BERTEPUK SEBELAH TANGAN..
Cinta Memang Tak Harus Memiliki..
Mungkin kita sering mendengar ungkapan itu..
Mudah diucapkan..
Tapi kenyataannya..
Sulit dilaksanakan..
Saudaraku..
Janganlah bersedih
Yakinilah bahwasanya kegagalan cinta yang kita alami.
Tertolaknya cinta yang kita ajukan..
Sudah dirancang,dan ditulis sedemikian rupa oleh Allah..
Semuanya ada hikmahnya saudaraku..
Saudaraku..
Yakinlah bahwa Allah pasti akan memilihkan yang terbaik buat kita.
Jika kita ditolak saat ini..
Berarti Allah sudah menyiapkan buat kita yang lebih baik..
Dari yang Sekarang Menolak kita..
Saudaraku..
Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah..
Allah ingin menguji kita ,seberapa besar kita terhadap komitmen pernikahan..
Allah ingin lebih mendewasakan kita dan memantapkan kepribadian kita dalam menghadapi kegagalan..
Saudaraku..
Kita mungkin kecewa,frustasi,trauma,sedih serta kehilangan semangat..
Tapi jangan sampai Rasa SEDIHMU itu..memakan hari-harimu..
Ketika engkau terlalu larut dalam kesedihan.
Maka dirimu akan menjadi lemah..
Ya..lemah dalam beribadah..malas dalam bekerja..
Menggiringmu untuk berburuk sangka terhadap Allah..
Dan Syetan akan menggunakan perangkapnya untuk menipumu..
Sehingga gaya hidup kamu bisa menjadi bebas..tak ada aturan
Saudaraku..
Dijamin hari-harimu TIDAK AKAN BAHAGIA..selama engkau LARUT DALAM KESEDIHAN..
Dunia tak selebar daun kelor..(kata orang dulu^^)
Apa kamu tak tahu bahwa dunia ini begitu luas..
Bertebaranlah dibumi Allah yang Luas..
Jodohmu bisa saja ada diseberang Pulau..
Dilain Kota..dilain Provinsi..
tapi bisa juga dekat Rumahmu..
Carilah dengan Jalan yang diridhoi oleh-Nya
Seperti kata Imam Hasan Al Banna
“Mimpimu hari ini adalah kenyataan esok hari,Kenyataan hari ini adalah mimpimu hari kemarin”
Raihlah mimpimu ..Yakinlah Saudaraku Harapan itu Masih Ada
Carilah Gantinya dengan menjaga Niat Saudaraku..
Carilah seseorang yang bisa melabuhkan cintanya kepada Allah
Agar bertambah kekuatan cintamu kepada Allah..
Agar bertambah imanmu ,ketika engkau bersamanya..
Bukan hanya sekedar Melampiaskan Kekecewaan atau Nafsu belaka..
Karena dengan Niat yang Lurus mencari Ridho Allah.
insya Allah akan membawa keberkahan..
Saudaraku..
Sambil kita mencari..
Jangan lupa memperbaiki diri..
Perbaiki kekurangan kita dalam segala hal..
Siapkan dari sisi ruhiyah kita,sisi ekonomi kita,kematangan kita,keilmuan kita
Kalau kita ingin mendapat pasangan yang berkualitas bagus..
Tentunya kita harus berkualitas bagus juga.
“Wanita yang baik-baik..untuk Lelaki yang baik-baik..”
begitulah Allah berfirman dalam Surat An-Nuur:26
Saudaraku..
Cobalah hadapi dengan tersenyum..^^
Ya..Karena senyuman menghilangkan tegangnya pikiran..
Senyuman itu menggerakkan 17 otot wajah..
Sementara cemberut atau marah membutuhkan tarikan 32 otot wajah(kata seorang dokter)
Tersenyumlah Saudaraku..
Karena senyuman membuat peredaran darah menjadi lebih baik
Karena senyuman membuat hati menjadi lebih ceria..
Karena senyuman warisan Rasulullah.
Karena senyuman adalah sedekah..
Saudaraku..
Jika kita sudah menyikapi kegagalan dengan bijaksana.
Buatlah suatu prestasi indah yang dikenang sejarah
Buatlah dirimu bermanfaat juga buat orang lain..
Buktikanlah..
Bahwa kegagalanmu..malah membuatmu menjadi cambuk..
Cambuk yang akan melejitkan potensi dalam diri..
Membangunkan kita dari tidur lelap.
Membukakan mata hati kita..
Agar lebih arif dan bijak memandang kehidupan.
TETAPLAH SEMANGAT..YAKINLAH SAUDARAKU..HARAPAN ITU MASIH ADA^^ )I(
Ibnu AlJauzy:”Jika anda tidak mampu menangkap hikmah,bukan karena hikmah itu tidak ada,namun semua itu diakibatkan kelemahan daya ingat anda sendiri,Anda kemudian harus tahu bahwa para Rajapun memiliki rahasia yang tidak diketahui setiap orang,Bagaimana mungkin anda dengan segala kelemahan ada akan mengungkap seluruh hikmahnya?”
“Ya Allah,Berilah kami kekuatan dalam menjalani lika-liku kehidupan ini.Limpahkan belas kasih sayang-Mu kepada kami,sehingga kami bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian yang selalu membawa kebaikan buat kami..”Amiinnn..
Smoga kita bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian.
Mohon maaf bila ada kata tak berkenan..
Selengkapnya...
Jumat, 02 Juli 2010
●●SURAT DARI IKHWAN .....●●
Ukhti…
Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya di gunakan sebagai fashion atau gaya jaman sekarang ? Atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan, bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan.
Ukhti…
Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri antum sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi?? Bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu..
Ukhti…
Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu??
Ukhti…
Lembutnya parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak Palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir.. Akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.
Ukhti…
Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan dininabobokkan dengan mimpi-mimpi jorokmu bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.
Ukhti…
Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang antum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiat
Ukhti…
Cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yang antum punya hanya titipan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan antum masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya di jadikan perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman busukmu..
Ukhti…
Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu..
Ukhti…
Tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamumu yang tertindas di palestina, pernahkah antum menangis ketika mujahid-mujahidah kecil tertembak mati, atau dengan cuek bebek membiarkan begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimana rasanya berjihad yang dilakukan oleh para mujahidah-mujahidah teladan..
Ukhti…
Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat. Coba antum perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa jadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan berprilaku binatang yang tak karuan. Sanggupkah antum menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemuliaan Islam??
Ukhti…
Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang Khaliqm.. Antum adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul dijaga olehmu, banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….
Ukhti…
Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah diraih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas diatas rata-rata akhwat yang lain, sesombong itukah hatimu, lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu
Ukhti…
Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infaqmu ke mesjid atau mushola.. Sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosong dan mengkhawatirka. Tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan, maukah antum di beri rizki sepelit itu.
Ukhti…
Rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunnah senin kamis yang antum laksanakan, kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semangat ruhani tanpa di sadari turun drastis, puasa yaumul bidh pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang dirasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yang antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.
Ukhti…
Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum lewati, sikap ramahmu pada orang yang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataannya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi… antumlah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah
Ukhti…
Rajinnya shalat malammu (tidak menjamin) keistiqomahan seperti Rosulullah sebagai panutanmu..
Ukhti…
Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang Kholiqmu,
Masihkah antum senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalat malammu??
Ukhti…
Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi.
Akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahid akan segara menghampirimu
Ukhti…
Masih ingatkah antum terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik.
Jadi siap-siaplah sang syuhada akan menjemputmu di pelaminan hijaumu..
Ukhti…
Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga Rabbmu.
Maka tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu
Ukhti…
Muhasabah yang antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang dilakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu.
Sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, antum tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai kapan akhlaq busukmu di lupakan, kenapa muhasabah tidak dijadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik
Ukhti…
Pernahkah antum bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan past.
Bukankah apa yang antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang solehah dan seorang mujahidah??
Kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkan diri menjadi seorangan mujahidah yang solehah??
Ukhti…
Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri antum, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton TV yang tidak karuan dan hanya kan mengeraskan hati Sampai lupa waktu, lupa bantu orang tua, kapan akan menjadi anak yang birrul walidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan,
Mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah??
Ukhti…
Apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandangannmu hanya menjadi alasan belaka karena merasa berkerudung besar??
Ukhti…
Hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi disamaratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan akhlaq maka akan merusak citra akhwat yang lain
Ukhti…
Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah,
Siapkah antum sekarang menjadi istri solehah yang selalu didamba-dambakan oleh semua orang..
Selengkapnya...
●●SURAT DARI AKHWAT .....●●
Wahai ikhwan……
Dengarkanlah pula sejenak pesan kami barisan akhwat
untuk kalian..
Wahai ikhwan…………
Sungguh kami itu senang jika diperhatikan,
apalagi jika kalian adalah ikhwan yang dewasa,
atau ikhwan yang alim, atau ikhwan yang cool, atau ikhwan yang cerdas
padahal kami belum mampu berhijab secara baik,
karena itu tundukkanlah pandangan kalian dengan makna yang sebenarnya,
dan janganlah kalian ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya.
Jangan pernah kautatap kami penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihat kami.
Bukan, bukan karena kami terlalu indah,
tapi karena kami seorang yang masih kotor.
kami biasa memakai topeng keindahan pada wajah buruk kami,
mengenakan pakaian sutra emas yang akan bisa memalingkan diri kalian.
Wahai Akhi,
berhati-hatilah ketika kalian menyapa kami dengan chating didunia maya,
diskusi dengan hal-hal yang tidak perlu,
katanya dakwah di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai esensi dakwah
Duhai Akhi……
Kami juga inginnya terus dekat dengan kalian para ikhwan,
tapi maaf…bukan karena apa-apa tapi lebih karena perhatian yang kalian berikan kepada kami,
meskipun sesungguhnya kami sangat malu akan hal ini,
terkadang kami pun terlepas kata dan tingkah laku,
yang malah menjadikan kami dan kalian semakin tak mengenal batas,
karena itu pertama nasihatilah kami akan azab Allah dan setelahnya jangan pernah memberi dan membalas bentuk perhatian kami
Akhi....
Wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi.
Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, tapi itu fakta.
Sangat mudah membuat wanita bermimpi.
Akhi,
Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami.
Mungkin kami akan melengos kalau disapa.
Atau membuang muka kalau dipuji.
Tetapi, jujur saja, ada perasaan bangga.
Bukan kami suka pada antum (mungkin)..
Tapi suka karena diperhatikan “lebih”.
Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri.
Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci.
Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta’aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya.
Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan
tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan.
Duhai akhi,
Tolong, kami hanya ingin menjaga diri.
Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti.
Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.
Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu,
jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu,
jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu
jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu,
jangan ajak hati kami berzina dengan berkhalwat denganmu
Wahai akhi,
kalian Sebagai saudara kami,
tolong, jaga kami.
Karena kami akan kuat menolak rayuan preman,
Tapi bisa jadi kami lemah dengan surat cinta kalian.
Bukankah akan lebih indah bila kita bertemu dengan jalan yang diberkahiNYA?
Bukankah lebih membahagiakan bila kita dipertemukan dalam kondisi diridhoiNYA?
Karenanya saudaraku…
Janganlah kita berbuka sebelum waktunya
Memanen sebelum masanya
Bersabarlah, tunggulah hingga saatnya tiba
Allahu a’lam bish shawwab…
~Peringatan buat sahabat2 dan jua pada diri ini yg sentiasa khilaf padaNya,
Akhir kata aku memohon Ampun kepada Allah..
Robb yang Maha Penyayang dan Maha Pemberi Petunjuk~
Selengkapnya...
Kamis, 01 Juli 2010
*** Nabi Isa A.S Diangkat Ke langit Dan Tidak Mati Di Salib ***
Menurut agama Kristian, Jesus ataupun Nabi Isa a.s telah mati disalib oleh orang-orang yahudi. Dan ini lah yang diimani oleh mereka dari dulu dan menganggap itu adalah penebusan dosa terhadap dosa Nabi Adam a.s. Tetapi pada hakikatnya Nabi Isa a.s tidak mati malah baginda diangkat ke langit ke sisi Allah dan dia termasuk di dalam orang-orang yang ditangguh kematiannya (minal mundzharin).
Ada pendapat bahawa manusia yang digantikan sebagai jesus pada masa itu ialah Judas Iscariot , di mana Judas adalah salah seorang dari sahabat Nabi Isa a.s dan merangkap anak muridnya tetapi cuba berpaling tadah dan dialah yang memberitahu tempat persembunyian Nabi isa a.s kepada pemerintah Rome pada waktu itu. Tetapi Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang terhadap nabiNya, Judas telah ditukar kan rupanya sebaik sahaja beliau keluar dari tempat persembunyian Nabi Isa a.s untuk memberitahu kepada askar-askar agar menangkap Nabi Isa. Para askar terus menangkap Judas Iscariot yang waktu itu berwajah Nabi Isa dan terus dibawa ke pengadilan. Dan Nabi isa a.s dengan rahmat Allah telah diangkat ke langit tanpa diketahui oleh pemerintah Rome.
Dan ada juga pendapat mengatakan Judas Escariot itu bukannya pengkhianat, dan pendapat ini lebih kuat. Tetapi dia telah dengan sukarela mengganti tempat Yesus dan sanggup ditukar rupanya menjadi seperti Yesus. Di dalam AlQuran pun tiada menerangkan tentang adanya anak murid Yesus yang membuat khianat. Dijelaskan bahawa para pengikut Nabi Isa a.s yang setia iaitu yang digelar Hawariyyun adalah mereka yang setia kepada nabi Isa a.s.
“Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut ‘Isa yang setia : “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab:”Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”.“ Surah Al Maa’idah : 111
Kesetiaan mereka pun telah teruji, ketika nabi Isa mulai mencium keingkaran dan niat orang-orang Yahudi untuk membunuhnya, maka beliau menawarkan kepada ke-12 muridnya
“siapakah di antara kalian yang bersedia diserupakan dengan aku, lalu dibunuh untuk menggantikan aku, maka ia akan menjadi temanku di syurga”
Maka tampillah salah seorang hawariyyun yang paling muda umurnya di antara mereka sebagai tanda kesediaannya, namun nabi Isa berkata :
“Duduklah”
Kemudian nabi Isa as mengulang lagi pertanyaan serupa, namun pemuda tersebut kembali berdiri sebagai tanda kesediaannya, nabi Isa as pun menolaknya untuk kedua kalinya :
“Duduklah”
Kemudian nabi Isa as mengulang lagi pertanyaannya yang ketiga kalinya, dan pemuda itu pun kembali berdiri menyatakan kesediaannya, barulah nabi Isa as menerima dengan rasa haru atas keteguhan iman pemuda tersebut :
“Engkaulah orang itu”
Beberapa hari berikutnya, ketika orang-orang Yahudi telah berhasil mengepung nabi Isa as, maka pemuda tersebut berubah menyerupai nabi Isa, akhirnya ia ditangkap oleh orang-orang Yahudi dan nabi Isa as selamat yang akhirnya terangkat ke langit –Diriwayatkan oleh Abi Hatim dari Ibnu Abbas, tafsir Ibnu Katsir QS. 5:157- dan akan turun kelak menjelang hari kiamat untuk menghakimi orang-orang Yahudi/Israel.
Dan ada orang-orang yang menuduh ada percanggahan dalam ayat AlQuran tentang keberangkatan Nabi Isa a.s ke langit. Tetapi sebenarnya itu bukan percanggahan tetapi salah faham mereka yang tidak memahami Bahasa Arab dengan baik. Yang menjadi salah faham itu adalah apabila ayat Al Quran tentang Nabi Isa itu diterjemahkan ke dalam bahasa lain seperti Bahasa Malaysia, Indonesia , Inggeris dan sebagainya.
Ayat-ayat tersebut seperti ,
“(Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu (mutawaffiika) dan mengangkat kamu kepada-Ku…”
(Surah Ali Imran: 55).
Dan juga pada ayat;
“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya iaitu, ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (Surat al-Maa’idah: 117)
Maka ia seolah-olah menceritakan bahawa Nabi Isa a.s telah wafat. Tetapi sebenarnya maksud dalam Bahasa Arab sebenarnya bukanlah meninggal dunia sebagaimana yang kita fahami. Dalam bahasa Arab, kata yang diterjemahkan dalam ayat-ayat tersebut menjadi “meninggal” (to die) adalah kata “tawaffa” dan berasal dari kata “wafa – memenuhi/mengabulkan”. Tawaffa tidak bererti “kematian” tetapi merupakan aksi “penarikan jiwa kembali”, baik dalam keadaan tidur mahupun meninggal. Juga dari Al-Qur’an, kita memahami bahawa “penarikan jiwa kembali” tidak serta merta bermakna kematian.
Misalnya, dalam satu ayat di mana kata “tawaffa” digunakan, makna yang dimaksudkan bukanlah kematian seorang manusia, tetapi ‘penarikan jiwa dari tidurnya’.
“Dan Dialah yang menidurkan kamu (yatawaffakum) di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.” (Surat al-An’aam: 60)
Sedangkan ayat tersebut menggunakan perkataan ‘yatawaffa’ yang juga bermaksud wafat atau mati. Tetapi dalam ayat di atas ini bukan Allah hendak beritahu tentang kematian, tetapi manusia ditidurkan atau dengan kata lain ‘penarikan jiwa dari tidurnya’. Dan kata-kata yang digunakan itu adalah sama dengan yang disebut dalam Surah Ali Imran ayat 55 tadi.
Maka ianya juga sama dengan keadaan dalam ayat di bawah ini;
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (Surat az-Zumar: 42)
Sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas, Allah menarik jiwa orang yang sedang tidur, namun Dia mengirim kembali jiwa-jiwa tersebut kepada mereka yang waktu kematiannya belum ditentukan. Dalam konteks ini, dalam tidurnya, seseorang tidaklah wafat dalam erti kematian. Tetapi ia hanyalah peninggalan sementara jiwa dari tubuh dan pendapat ulamak mengatakan roh ketika tidur akan terbang ke langit dan ke beberapa tempat lain dan mungkin juga akan melihat ke Luh Mahfiz dengan izin Allah.
Imam al-Qurtubi menjelaskan bahawa ada tiga makna dalam istilah ‘wafat’: wafat kematian, wafat tidur, dan terakhir sekali wafat diangkat kepada Allah, sebagaimana yang terjadi pada Nabi Isa (as). Kesimpulannya, kita dapat mengatakan bahawa Jesus (as) kemungkinan berada pada suatu tempat yang khusus, diangkat ke sisi Allah. Apa yang sebenarnya dia alami bukanlah kematian dalam erti yang biasa kita fahami, melainkan benar-benar merupakan suatu keberangkatan dari dimensi ini ke dimensi yang lain.
“Dan kerana ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahawa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Surat an-Nisaa’: 157-158 )
Semoga kita semua menjauhi pendapat yang mengatakan Jesus a.s mati disalib yang pada ketika itu ada beberapa orang penjenayah lain yang disalib bersama-samanya. Darjat para nabi adalah tinggi dan kita tidak boleh merendah-rendahkan darjat mereka sebegitu rupa. Jika mereka mengatakan bahawa Jesus a.s mati disalib, maka sama lah seperti mereka merendah-rendahkan darjat seorang nabi, na’uzubillahi min zaalik.
Walau bagaimana pun perselisihan pendapat sudah semestinya ada terutamanya apabila merungkaikan persoalan sejarah. Manusia mempunyai banyak ideologi, corak pemikiran dan boleh menyebabkan bermacam salah faham. Yang penting, keimanan kita mesti tetap utuh terhadap ALLAH S.a.w walaupun digoyah oleh musuh-musuh Islam yang cuba memporak-perandakan umat ini.
Wallahu a’lam
Selengkapnya...
●●PERTAUTAN DUA HATI●●
Kalbu berseru menjemput harapan
Manakah yang lebih indah dari pertautan dua hati
sedang fitrah dari Allah untuk sekalian insan
tak lain keniscayaan untuk merasa cenderung satu sama lain
Jika belum cukup kebendaan untuk kami
Allah janjikan kecukupan dari arah yang tak disangka
Jikalau belum cukup kematangan pada diri kami
Allah kan didik kami dengan keluasan ilmu-Nya
Jika tekad belum cukup membaja
Allah telah kuatkan dengan niat mulia
Agar Rasulullah bangga dengan bilangan umatnya
Jikalau iman belum cukup terjaga
Allah sempurnakan separuh agama
Adakah yang lebih indah dari ungkapan syukur
atas nikmat ilahiyah?
Telah Allah pertautkan Adam dan Hawa
Telah Allah anugerahkan Yusuf bagi Zulaekha
Telah Allah bahagiakan Muhammad bersama Khadijah
Telah Allah satukan Ali dengan Fatimatuzzahrah
Duhai raga, bersujudlah atas karunia kasih Allah
Duhai jiwa, tentramlah dalam kehangatan yang diridhai Rabbmu
Setelah bergegas penuhi sunnah Rasul
Setalah bersegera tunaikan separuh agama
Sebab Allah pertautkan dua kebaikan untuk hamba yang patuh:
Pria shalih bagi wanita shalihah, wanita shalihah bagi pria shalih
Subhanallah...Alhamdulillah
Adakah yang lebih indah dari pertautan ini
Sedang Allah, Rasul, dan malaikat berkenan mempersaksikan
Manakah yang lebih membahagiakan
Selain cinta dalam naungan Allah?
Selain kasih sayang dalam shaf Rasulullah?
Selengkapnya...
Kegagalan Ibu Kesuksesan
Dalam mengembangkan usaha bisnis ataupun dalam perjuangan mencapai puncak karier, adalah hal yang wajar jika kita berharap semua bisa berjalan lancar tanpa hambatan dan kesulitan yang berarti.
Namun, kenyataan tak selalu sama dengan apa yang di harapkan. Karena itu dalam proses perjuangan tersebut, tidak jarang kita di hadapkan pada kondisi sulit yang tak muncul hanya sekali.Bahkan,kadang kadang kita merasa halangan dan tantangan datang silih berganti.
Pada saat kondisi sulit menghadang,perlu kita tanamkan sebuah keyakinan, yakni bahwa: "Saat sebuah Kesulitan mampu kita atasi, bersamaan itu pula akan muncul kesempatan baru yang memungkinkan kita melanjutkan Perjuangan mencapai Kesuksesan"
Perlu kita perkuat keyakinan dalam diri bahwa setiap momen negatif yang muncul pasti diiringi dengan masa pembelajaran yang positif untuk mengantarkan kita mencapai sukses dan kebahagiaan yang sebenarnya.
Tetapi, dalam kenyataan yang sering terjadi,saat kita di hadapkan pada kesulitan, rintangan, kesalahan, dan problematika yang bermunculan, fighting spirit atau daya juang kita justru menjadi turun, rapuh, dan mudah runtuh.
Semuanya menjadi terasa sangat berat sehingga membebani mental dan pikiran kita. Bahkan tidak jarang jika itu yang kita alami akan membuat diri merasa gagal, frustasi, depresi, putus asa, hingga menganggap ini semua merupakan suratan nasib yang memang harus di alami, ujung-ujungnya kita akan hanya jadi pribadi yang mudah menyerah.
Mengapa kita cepat merasa gagal? Mengapa kita mudah menyerah? Apa yang sebenarnya, membuat diri kita rapuh dan lemah semangat?
Perasaan tersebut sebenarnya, adalah akibat dari hasil pikiran atau kesadaran tentang proses perjuangan hidup yang belum matang, Kita belum mampu memahami dan menggali arti di balik ujian dan cobaan yang menghadang.
Padahal, jangankan cuma kesulitan yang menghadang,tantangan paling berat sekalipun sebenarnya justru akan mengantarkan kita pada kesuksesan. Ini sejalan dengan pepatah yang di jadikan Judul, "Kegagalan adalah Ibu kandung Kesuksesan".
Berkaca dari kalimat bijak tersebut kita perlu menyadari,bahwa Kesulitan, Kegagalan memang telah jadi bagian dinamika kehidupan.
Setiap Kegagalan pasti akan membawa Hikmah yang sepadan. Bahkan sebenarnya, Kesuksesan sejati adalah kristalisasi dari berbagai macam Kesulitan dan Kegagalan yang mampu kita atasi.
"Kesuksesan Sejati Adalah Kristalisasi dari Berbagai macam Kesulitan dan Kegagalan yang mampu kita Atasi"
Untuk itulah dalam kehidupan ini, kita di tuntut memiliki, "Keuletan Ekstra" Keuletan disini berarti tidak sekedar sabar, bertahan, apatis, pasif ataupun pasrah.
Tetapi "Keuletan Ekstra"adalah bentuk keuletan yang di dalamnya terkandung sikap, antusias, proaktif, gigih, tegar, dan berani untuk beraksi dan berjuang terus menerus tanpa henti demi mencapai cita-cita diri.
Kekayaan mental harus terus dipupuk dan sikap pantang menyerah dikembangkan sebagai bentuk kekuatan untuk menggapai Kesuksesan.
Sikap mental, "Keuletan Ekstra" di atas perlu kita praktekkan dalam setiap tantangan yang muncul,dan jika kemudian hal tersebut mampu menjadi kebiasaan di kehidupan kita, maka kita akan sadar bahwa hanya melalui kelemahan, kesulitan, kesalahan, dan juga kegagalan, barulah kita mempunyai kesempatan untuk mematangkan mental dan menjadi dewasa dalam kehidupan, Itulah yang kita sebut sebagai proses,"belajar Dalam Arti Yang Sebenarnya"
Pembaca Yang Luar Biasa,
Dalam Perjalanan panjang hidup ini,saya sendiri telah kenyang mengunyah kesulitan dan kegagalan. Dari proses itu,saya telah menganggap semua itu sebagai Vitamin Kesuksesan. Tiap orang yang sukses tidak mungkin terbebas dari kegagalan,tidak ada kesuksesan sejati yang bisa berdiri tegak tanpa kemampuan mengatasi semua halangan dan rintangan.
Mari Resapi makna Kegagalan sebagai ibu kandung kesuksesan.Kita pahami maksudnya dan praktekkan dalam kehidupan untuk mencapai sukses yang Luar Biasa!!!
By Andrie Wongso,Sang Pembelajar
Selengkapnya...
Kamis, 17 Juni 2010
sejuta makna kasih bunda
Tok… tok… tok… bunyi pintu di ketuk. “Masih jam 7”, kataku dalam hati. selimutku kuangkat kembali menyelimuti seluruh tubuh. Kicauan burung bernyanyi riang menyambut pagi. Mataku masih sembab di sekelilingnya. Hatiku belum siap menerima kepergian bunda tercinta menghadap Ilahi. Tetesan air mata mengalir mengenang kenangan bersamanya. Aku masih ingat, saat Bunda mengajariku naik sepeda. Wajah ikhlas terpancar menemani diriku di saat aku terjatuh.“Sayang, bangun!. Kamu harus sekolah. Ayah tidak ingin kamu menangis terus”, kata Ayahku membujuk.Derai air mataku semakin menjadi-jadi. Bunda yang kucintai telah meninggalkanku untuk selamanya. Tidak ada lagi yang menemaniku tidur. Tidak ada lagi yang memarahiku di saat aku salah. Semua telah menjadi kenangan di dalam hati.“Tania, Bunda selalu ada di sini bersama kita. Dia tidak ingin melihat anaknya menangisi kepergiannya. Dia ingin kamu bisa bahagia”, kata Ayah mengetuk pintu.“Yah, Tania belum mau sekolah. Biarkan Tania sendiri”.“Tapi sayang, kamu sudah lima hari tidak sekolah. Kamu akan ketinggalan pelajaran dan prestasi kamu akan menurun sayang. Bunda kamu pasti tidak mau melihat kamu begitu”.Angin pagi bertiup menusuk bulu tanganku. Rasa kehilangan belum sirna di hati. Dengan wajah sayu, aku menuju ke kamar mandi. Kubasahi tubuhku dengan air agar rasa kesedihan hilang. “Maaf Yah atas kelakuan Tania”, kataku sembari duduk di Meja makan.“Kamu sudah baikan sayang”.“Belum Yah”.“Ayah tahu perasaan kamu. Ayah juga merasa kehilangan atas kepergian Bunda kamu. Tapi ketahuilah anakku, Bunda akan selalu berada di sekeliling kita”, katanya memelukku.Cuma ayah yang kumiliki sekarang. Dia yang selalu menemaniku di saat kesepian melanda. “Tuhan, aku mohon jangan ambil orang yang aku sayangi lagi”, kataku dalam hati.***“Yah, Tania pergi ke sekolah dulu ya”, kataku sembari memasukkan sepotong roti ke dalam mulut.“Hati-hati sayang!”. Lima bulan sudah Bunda tersayangku pergi. Aku sudah bisa menerima segala yang terjadi pada Bundaku. Bunda pasti akan selalu menjaga diriku karena aku menyadari kehadiran di setiap kesepian. Ayah juga selalu di sisi menemaniku. Dia sebisa mungkin menemaniku walaupun terlihat sangat capek.“Tan, nanti kita ke makam Bunda ya”, ajak ayahku“Ya Yah. Tania sudah kangen dengan Bunda”.“Ayah juga”.Tanah kuburan sudah mulai mengering. Tiupan angin memainkan anginnya di sela doa-doaku. Ayat-ayat surat Yasin yang kubacakan seakan mengerti kesedian yang selalu kualami setiap mengunjungungi. Butiran air mata jatuh membasahi setiap tulisan ayat-ayat surat yasin. Kehadiran Bunda terasa di dalam hatiku. “Tania, ayo kita pulang. Awan sudah mendung dan sebentar lagi akan turun hujan”, katanya mengajakAku hapus air mata yang masih mengalir. Kerinduan yang mendalam sedikit menghilang. Langkah kakiku melebar bagaikan selebar hatiku melepaskan kepergiannya. “Sayang, malam nanti kamu ada acara. Ayah mau menemukan kamu dengan seseorang”.“Ehm,,, seperti tidak ada Yah”, jawabku sembari membuka pintu mobil.“Tania, kamu harus siap-siap sebelum jam 8 malam ya”, ujar ayahku lagi.Aku mengangguk kecil tanda setuju. Tidak terasa hujan turun membasahi mobil. Bulu kuduk berdiri menusuk sore itu. Pakaian tebal tidak bisa menutupi rasa dingin yang melanda tubuhku. ***Suara azhan Isya berdendang menyambut senja mentari. Di segala sujudku, aku memohon ampunan. Sejuta harapan bertabur di celah-celah hati yang sedih.Aku sudah bersiap-siap menantikan kedatangan tamu yang istimewa bagi ayahku. Baju lengan panjang berwarna hijua dan celana jeans telah aku kenakan sejak selesai sholat Isya tadi. “Ayah, siapa yang mau datang ke rumah kita?”, tanyaku.“Maafkan Ayah Tania”, jawabnya.“Maaf karena apa Yah?”Ayah tidak menjawab perkataanku. Dia duduk di ruang tamu sembari memandang pintu. Aku duduk di samping tanpa berbicara sepatah katapun. Tok…tok…tok… bunyi pintu di ketuk. Ayah membuka pintu dengan tergesa-gesa. Seorang perempuan berumur sebaya dengan ayahku berdiri di depan pintu. Mereka terlihat sangat akrab. Aku sedikit risih melihat keakraban mereka. Wajahnya masih terlihat muda dan belum nampak kerutan.“Hai, Tania”, sapanya.“Ehm… hai juga”, kataku gelagapan.“Sayang, kamu pasti lupa dengan tante Linda. Dia adik mama kamu”, kata ayah memperkenalkan.Keningku berkerut mengingat kenangan masa kecil. Ingatanku mulai mengenali wajah yang tidak asing bagiku lagi. Sesosok wanita yang ramah dengan senyum menawannya menemaniku bermain. Dia terlihat ceria bersamaku meskipun aku membuatnya jengkel.“Oh… Tania ingat Yah. Tante selalu berkunjung ke rumah kita setiap bulan Ramdhan datang”.“Ya, kamu benar Tania.“Silahkan masuk tante”, ajakku.Di gandengnya tanganku menuju meja makan yang telah di siapkan Bi Minah. Hidangan malam ini sungguh enak dan lezat tidak seperti hari biasanya. Air liurku seperti turun meminta sesuatu masuk ke dalam mulut. Malam itu, kami makan bertiga layaknya sebuah keluarga yang utuh.Perut rasanya kenyang menyesakkan lambungku. Belum ada suara yang terdengar semenjak makan malam tadi. Mereka seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Namun aku tidak mau tahu, karena aku belum mau berurusan dengan urusan orang dewasa.Malam semakin larut menyambut suara jangkrik menyanyikan lagunya. Di samping terbaring tante Linda yang tertidur nyenyak tapi terlihat ada beban yang di tanggungnya. Wajahnya mirip dengan Bunda yang sudah hidup kekal abadi di dunia yang tidak aku ketahui. Aku kembali mengingat masa-masa indah bersama Bunda dan Ayah yang selalu memanjaku. Tanpa terasa, aku tertidur sembari memimpikan semua kenangan yang aku miliki. ***Sudah satu bulan tante Linda berada di rumahku. Aku mulai terbiasa dengannya yang kuanggap seperti kakakku sendiri. Dia bisa mengerti aku yang selalu ada masalah kehidupan di masa remajaku ini. Dia mampu memberikan nasihat yang membuat aku termotivasi.“Pagi tante”, ujarku.“Pagi juga Tania. Kamu mau roti bakar”, katanya sembari menawari roti yang baru selesai di bakar.“Ehm… bolehlah Tante”.“Selamat pagi semuanya”, kata Ayahku mengucapkan selamat pagi.“Mas mau roti bakar”, kata tante Linda menawari.“Boleh”.Setiap hari selalu ada keceriaan yang datang di rumah sepi sejak kepergian Bunda. Namun aku mulai menyadari sedikit adanya perubahan di antara Ayah dan tante Linda. Mereka sering terlihat berbicara sesuatu di kala aku tidak bersama mereka. Wajah tante seperti menolak sesuatu di setiap pembicaraannya bersama Ayah. Aku tidak berani bertanya tentang apa yang di bicarakan mereka.Tiit…tiit… klason mobil berbunyi dari arah mobil yang begitu aku kenal. Ayah melambaikan tangannya kepadaku. Berlari-lari kecil, aku menuju ke tempatnya.“Ada pa Yah?”, tanyaku“Ayah hanya mau jemput kamu kok, emang tidak boleh ya jemput putri Ayah yang cantik ini”, godanya.Aku tersenyum dengan perkataanya. Sudah lama ayah tidak menjemputku ke sekolah karena biasa Pak Marwan yang selalu menjemputku. Arah mobilnya tidak menuju ke rumahku tapi ke sebuah rumah besar yang tidak aku kenal.Tante Linda sudah menunggu kedatangan kami. Dia memakai pakaian yang sangat indah dan menawan. Aku terpana akan kecantikan tante Linda yang mempesona.“Ayo Tania, masuk ke rumah”, ajaknya.Tanpa berkata apa-apa, aku mengikuti tante Linda dari belakang. Di setiap dinding, banyak fotoku sejak kecil terpasang. Ayah dengan tidak segan-segan duduk di sofa ruang keluarga. Wajahnya terlihat serius terpancar dari mata kecoklatannya.“Tania, ada yang mau Ayah dan tante Linda katakan”, kata Ayahku membuka pembicaraan.“Apa itu Yah”.“Sebenarnya Ayah dan tante Linda akan…”, katanya terputus.“Akan apa Yah”, tanyaku.“Tania, tante mohon kamu jangan marah ya”.“Sebenarnya Ayah dan tante Linda akan menikah”, kata Ayah mengagetkanku. Aku terkejut. Wajahku merah padam menahan nafas yang terhenti mendengar kata-kata itu yang keluar dari mulut Ayahku.“Apa? Ayah jahat. Sebegitu cepatkah Ayah melupakan Bunda”, kataku sembari berlari keluar rumah. Pikiranku kacau balau bagai di terpa badai. Air mataku mengalir tiada hentinya. Aku tidak tahu mengapa Ayah terlalu cepat melupakan Bunda dan mengantikan posisinya. Aku tidak bisa berpikir jernih. Malam itu, hari yang paling sedih yang pernah aku alami. Dua hari telah berlalu semenjak kejadian malam itu. Aku tidak pernah berbicara dengan Ayah maupun dengan tante Linda. Aku menganggap mereka itu tidak pernah ada di kehidupanku. Bi Minahlah yang selalu menemaniku dan menjadi tempat aku menangis. ***Deras air hujan membangunkan tidurku yang lelap. “Masih jam 10”, kataku dalam hati. kerongkonganku terasa haus. Aku beranjak dari tempat tidur menuju dapur. Di pojok ruang tamu, kulihat meja kerja Ayahku kosong. Ayah tidak di sana yang biasanya selalu berkerja larut malam. Aku duduki tempat yang selalu Ayah duduk di saat ia mengerjakan tugasnya. Kertas-kertas yang tidak aku mengerti berserakan memenuhi seisi meja. Mataku berhenti ke secarik surat berwarna biru. Tidak ada nama pengirim yang tertera di sana hanya ada namaku yang di tujukan. Perlahan-lahan, aku mulai membuka secarik surat itu.Untuk Anakku tersayang, TaniaSayang, saat kamu menerima surat ini mungkin Bunda sudah pergi jauh ke tempat yang mempertemukan kita di keabadian nanti. Banyak kesalahan yang sudah Bunda perbuat kepada Ayah kamu dan tante Linda. Ini bukan salah mereka, tapi semua ini karena keegoisan Bunda.Tania, Bunda bukan ibu kandungmu. Bunda yang memaksa Ayahmu untuk menikah dengan tante Linda agar kami mempunyai keturunan dengan syarat, anak dari pernikahan tersebut harus menjadi anak angkat kami tanpa di ketahui orang lain. Setelah kamu lahir, Ayahmu menceraikan tante Linda karena Ayah tidak ingin membuat Bunda sakit hati. Tania, tante Linda tidak salah apa-apa. Bundalah yang salah yang menginginkan sesuatu yang tidak bisa Bunda capai. Namun ketahuilah Tania, Bunda tidak pernah menyesal melakukan ini karena Bunda sayang kamu, Ayah kamu, dan tante Linda. Sebelum Bunda meninggalkan kalian, Bunda bertemu dengan tante Linda. Bunda meminta tante Linda untuk menikah lagi dengan Ayah kamu sebagai penembus dosa Bunda. Bunda ingin Tania, Ayah, dan tante Linda bisa selalu bersama karena itulah yang terbaik. Yang tersayang, Bunda Air mataku menetes mengalir di pipiku. Ayah dan tante Linda berdiri di depan pintu sembari memandangku. Isakanku semakin kuat, menahan kesedihan, keharuan, dan kebahagian yang menjadi satu. Aku berlari di dekat mereka dan memeluk erat. Kehangatan yang kurasakan di sekujur tubuhku. Aku yakin, inilah yang Bunda mau karena aku merasakan keberadaanya. Tiupan angin malam itu, menenang hatiku yang galau, memudarkan segala kesalahpahaman yang terjadi. Terima kasih, Bunda. Aku selalu mencintaimu. Selengkapnya...
Selasa, 15 Juni 2010
5 Prinsip Mengikis Kenegatifan
Kikis sebelum membesar, Cegah sebelum datang
Sulit, tapi harus dilakukan. Kenapa? Karena bila tidak, kesulitannya akan makin besar. Dan itu jelas membuat kita makin kecil saja di hadapan kenegatifan itu. Maka akan datang saatnya ketika potensi kebaikan kita sekarat. Maka di saat ini, kenekatan pun terjadi. Kita nekat untuk benar-benar berniat jadi negatif. Bila ini terjadi, perbedaan kita dengan iblis pun setipis hembusan nafas.
Sebelum itu terjadi, mengikis kenegatifan menjadi penting untuk dilakuan terus menerus. Maka lakukan langkah-langkah yang tepat dengan takaran yang cukup. Maka kenegatifan yang membelenggu kita seperti : malas, menunda, berbohong, merokok, berjudi, minuman keras, mencandu pornografi, narkotika, kemarahan, kesedihan berlebihan, kesombongan, korupsi, dan sebagainya akan terkikis.
Saya memilih lima langkah dalam hal ini:
1. Niat Teguh
Segala sesuatu dimulai dari niat bukan? Dan segala tindakan letak nilainya ada pada niatnya. Maka niatkanlah untuk terus mengikis kenegatifan diri. Saya buat rumus niat teguh sebagai berikut : Niat Teguh = Keinginan * Kesiapan untuk Belajar * Kesiapan hadapi masalah apapun.
Rumus niat teguh ini terdiri dari tiga hal tersebut. Dan dihubungkan dengan tanda perkalian, bukan penambahan. Maksudnya ketiga hal itu harus ada. Bila salah satu tak ada (nilainya nol), karena rumusnya dikali, maka nilai niatnya otomatis nol juga.
2. Keputusan Detail dan Jelas
Niat harus ditingkatkan jadi keputusan detail dan jelas. Tanpa ini, niat akan mengambang. Keputusan detail ini diantaranya:
· Kenegatifan apa yang akan dikikis?
· Akan lakukan perubahan drastis (sekaligus berubah) atau gradual (bertahap)?
· Daftar tindakan detail dan jelas.
· Orang-orang negatif mana yang akan kita tinggalkan?
· Situasi negatif mana yang menunjang terjadinya kenegatifan diri kita?
· Peralatan penunjang kenegatifan mana yang akan kita buang?
· Kapan semua hal itu akan dilakukan?
3. Melepas Kenikmatan Sekunder
Kenapa kita melakukan hal-hal negatif sampai hal-hal itu jadi kebiasaan? Karena kita merasakan adanya kenikmatan. Itulah kenikmatan sekunder. Secara primer kita tahu itu salah dan negatif. Tapi tindakan itu juga berikan kenikmatan. Nah, karena kenikmatan ini lah maka kita melakukannya. Maka sadari bahwa kenikmatan itu sekunder saja sifatnya. Artinya, ada kenikmatan primernya. Merokok itu nikmat. Bila niat telah teguh untuk berhenti merokok, maka mulailah tidak menginginkan kenikmatan sekundernya. Inginkan kenikmatan primer berhenti merokok. Rasakan kenikmatan ketika anda berhasil tak tergoda untuk merokok. Wuah, itu nikmat sekali lho… Kenikmatan yang berasal dari rasa kuasa atas diri anda sendiri.
4. Melakukan hal-hal positif
Tidak melakukan hal-hal negatif tidak cukup. Biasanya tidak tahan lama. Maka anda perlu lakukan hal-hal positif. Untuk menggantikan kekosongan yang ditinggalkan oleh hal-hal negatif. Beberapa waktu lalu, saya terlalu banyak nonton TV. Untuk mengikisnya, saya lakukan langkah-langkahnya. Saya berniat teguh. Saya buat keputusan detail dan jelas. Saya benci kenikmatan sekundernya. Dan saya gantikan waktu nonton TV untuk lakukan hal-hal positif. Main sepeda. Membaca. Tulis buku. Main sama anak-anak. Dan sebagainya.
Ini berkaitan dengan syaraf di otak kita. Sebuah pemutusan hubungan antara sel-sel syaraf akan permanen bila dibentuk hubungan baru. Perselingkuhan akan benar-benar berakhir, bila selingkuh itu diakhiri dan dibangun hubungan sehat dan penuh cinta dengan pasangan (suami/istri) sah kita. Bila hanya memutus perselingkuhan tanpa membangun hubungan sehat dan penuh cinta, maka akan terbentuk lagi hubungan selingkuh lagi. Apakah dengan selingkuhan yang lama atau dengan yang baru.
5. Lakukan hal-hal Produktif
Langkah ini penting agar perubahan dan kebaikan kita konsisten. Produktif beda dengan positif. Produktif pasti positif. Tapi positif belum tentu produktif. Tiap pagi saya antar anak-anak ke sekolah. Itu positif. Tapi tak produktif. Buat catatan di facebook positif. Produktifkah? Pasti. Maka prinsip ke lima ini penting. Kemajuan berasal dari kegiatan produktif. Tapi kegiatan produktif tak bisa kita lakukan bila kegiatan positifnya keteteran.
Semoga bermanfaat ya temans…
Mohon para pemimpin kita didoakan.
Agar membuat kebijakan yang positif dan produktif untuk rakyat miskin.
Minggu, 13 Juni 2010
SAYA BELAJAR
Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain
mencintai saya.
saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang
yang saya cintai..
Saya belajar,
bahwa butuh waktu bertahun-tahun
untuk membangun kepercayaan dan hanya
beberapa detik saja untuk menghancurkannya....
Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya
dapat melakukan banyak hal dan kami selalu
memiliki waktu
terbaik...
Saya belajar,
bahwa orang yang saya kira
adalah orang yang jahat,
justru adalah orang yang membangkitkan
semangat hidup saya kembali serta
orang yang begitu perhatian pada saya...
Saya belajar,
bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh
walau dipisahkan oleh jarak yang jauh,
Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati....
Saya belajar,
bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian
seperti yang saya inginkan,
bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya....
Saya belajar,
bahwa sebaik-baiknya pasangan itu,
mereka pasti pernah melukai perasaan saya....
dan untuk itu saya harus memaafkannya...
Saya belajar,
bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri
dan orang lain...
kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah
terus-menerus...
Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya,
tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang
saya telah lakukan..
Saya belajar
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,
tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda...
Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki
tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya...
Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di
dunia ini,
semua butuh proses dan pertumbuhan,
kecuali saya ingin sakit hati...
Saya belajar
bahwa saya harus memilih
apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan
emosi itu yang
menguasi diri saya...
Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan
berarti
saya harus benci dan berlaku bengis....
Saya belajar,
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat
perpisahan dengan
orang yang saya cintai...
Saya belajar,
bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering
diambil segera
dari kehidupan saya...
Saya belajar,
bahwa saya harus belajar dari kesalahan yang
pernah saya lakukan dan hidup untuk masa depan,
bukan terus-menerus melihat ke masa lampau..
Saya belajar,
bahwa cinta itu memberi dan mengerti tanpa harus
diberi dan dimengerti..
Saya belajar,
bahwa apa yang kita inginkan tidak selalu sesuai
dengan apa yang kita butuhkan, dan kita harus
berlapang dada menerimanya..
Saya belajar,
bahwa keluarga saya adalah harta terbesar yang
saya punya..
Saya belajar,
bahwa saya harus tidak boleh berhenti tuk belajar...
Selengkapnya...